
🍂🍂🍂
pagi telah menjelang...
akhirnya nek Mar tersadar dari pingsannya.
tubuhnya terlihat lemah.
Mirna yang menyadarinya langsung turun dari ranjang dan segera menghampiri Nek Mar.
"Alhamdulillah nenek sudah sadar, apa yang sakit nek, maafkan Mirna ya nek, gara-gara Mirna nenek jadi seperti ini." Mira berucap sambil menangis dalam pelukan nek Mar.
"tak apa nak, nenek baik-baik saja, ini bukan salah kamu nak, ini sudah menjadi kewajiban nenek untuk menjaga kamu, kamu adalah cucu nenek, tetaplah bersama nenek nak, nenek takut terjadi sesuatu sama kamu jika kamu jauh dari nenek."
"iya nek Mirna akan tetap disini sama nenek."
kemudian Mirna memapah tubuh lemah nek Mar kembali keranjang lalu Mirna pergi keluar untuk mencari bantuan dari orang sekitar.
saat berada diluar, terlihat banyak warga yang yang sedang berkerumun tak jauh dari tempat tinggalnya.
"tolong.. tolong nenek saya pak.
"ada apa nek, kenapa dengan nek Mar?."
"nenek saya semalam diserang iblis pak, sekarang dia terbaring lemah tolong bantu saya untuk menyembuhkan nenek saya pak."
"baiklah saya akan segera kesana, untuk bapak-bapak teruslah lakukan pencarian, semoga saja Anita segera ketemu."
semua bapak-bapak mengangguk dan segera membubarkan diri.
Mirna dan pak Ahmad langsung pergi kerumah nek Mar.
sesampainya di rumah, pak Ahmad langsung menemui nek Mar, dia begitu terkejut melihat kondisi nek Mar, lantas pak Ahmad meminta Mirna untuk menunggunya sebentar karena dia akan mencari obat herbal untuk menyembuhkan luka dalam nek Mar.
selang beberapa waktu pak Ahmad telah kembali bersama sang anak yang bernama endang.
"endang kamu bantu bapa untuk meracik obat ini ya, biar Mirna tetap dikamar ini menjaga nek Mar."
__ADS_1
"baik Abah."
setelah selesai pak Ahmad meminta Mirna untuk membalurkan ramuan tersebut di dada, perut dan punggung nek Mar, sedangkan pak Ahmad dan Endang menunggu diluar kamar.
setelah selesai Mirna segera keluar untuk menemui mereka.
"terimakasih pak Ahmad kerena telah mau menolong nenek saya."
"tak apa nak, ini sudah menjadi tugas kami, sebenarnya apa yang telah terjadi sehingga nenek kamu terluka parah seperti itu."
Mirna menceritakan kejadian semalam kepada pak Ahmad tanpa ada yang terlewat.
"hhhmmm, jadi itu penyebab hilangnya Anita."
"maksud bapak apa, apa yang terjadi sama Anita pak?."
"semalam Anita hilang nak, saya dan para warga sedang mencari keberadaan Anita, tapi belum ketemu juga, tadinya saya ingin meminta bantuan nek Mar untuk mencari keberadaan Anita, tapi ternyata beliau sedang sakit."
"astaghfirullah, apa iblis yang meneror kami semalam yang sudah menculik Anita pak, lalu kenapa pak Ahmad mau meminta bantuan nenek saya untuk mencari keberadaan Anita pak."
Mira terdiam mendengar penjelasan dari pak Ahmad.
hingga obrolan mereka terhenti ketika datang seorang laki-laki yang terlihat begitu panik.
"assalamu'alaikum Abah maaf mengganggu, Anita sudah ditemukan Abah, tapi..."
"tapi apa Pardi? jika memberi informasi itu jangan setengah-setengah."
"anu Abah, Anita ditemukan sudah meninggal dengan luka di sekujur tubuhnya, apalagi jantung dan bola mata Anita hilang pak."
"sepertinya kejadian waktu dulu terulang kembali Abah." ucap Endang yang membuat mereka semua menoleh kearahnya.
"maksud kak Endang kejadian dulu seperti tentang pesugihan itu?."
"iya Mirna sepertinya keturunan Broto telah kembali, karena memang hanya keturunan Brotolah yang bersekutu dengan iblis."
"sudahlah, Endang kamu tetap disini temani Mirna untuk menjaga nek Mar, Abah akan segera pergi kerumah Anita, ayo Pardi kita harus segera kesana."
__ADS_1
endang hanya mengangguk menanggapi ucapan abahnya.
sebenarnya banyak yang ingin di tanyakan tentang kejadian akhir-akhir ini kepa Endang tapi Mirna mengurungkan niatnya karena dia melihat Endang yang duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
saat Mirna hendak beranjak dari duduknya.
tiba-tiba Endang menarik pergelangan tangan Mirna.
tubuh Mirna langsung oleng dan ambruk didekat Endang.
"apa yang kak Endang lakukan?."
"diamlah, aku merasakan aura jahat sedang mengintai kamu."
"maksud kakak apa? jangan buat aku takut kak."
"kamu lihat wanita itu, dia bukan manusia, tapi dia iblis yang menyamar agar bisa masuk kerumah ini dan menculik kamu."
"apa yang harus aku lakukan kak? aku takut."
"tenanglah, aku akan menjaga kamu dan nenek mu, karena kalian kini telah menjadi tanggung jawab ku."
"terimakasih kak."
"ya, tunggulah di kamar nenek mu, saya akan menghadapi iblis itu."
"tapi kak..."
"cepat pergi kekamar, jangan membantah Mirna dan jangan keluar kamar apapun yang terjadi, mengerti."
Mirna hanya mengangguk dan segera pergi kekamar.
🍂🍂🍂
...----------------...
Bersambung....
__ADS_1