
Bintang sedari tadi memperhatikan Zazah. Ia teringat dengan mimpinya. Bagaimana ia sekuat itu. Siapakah dia? Wanita itu, begitu banyak menyimpan tanya untuknya. Dalam pikirannya kini, hanya tentang wanita itu. Ada apa ini! Apakah ada hubungannya dengan masa lalunya.
Tiba-tiba saja, anak hantu bernama Trial pun tersedot sesuatu, membuat Eva melompat untuk menariknya di bantu Afdhal dan juga Arcid. Sehingga Trial tak jadi dibawa mereka.
Zazah terkejut dengan apa yang dilihatnya kali ini, ia melihat seorang anak yang sudah lemah, di selamatkan oleh Polwan Eva dan juga dua Polisi yang lain, Arcid dan Afdhal.
Zazah mengucek matanya, takut ia salah melihat, begitu banyak mahluk di sekitarnya yang bukan manusia. Tubuhnya bergetar merasa takut dengan apa yang dilihatnya kali ini, ia bingung dengan matanya? Kenapa ia bisa melihat hal-hal yang tak ingin ia lihat.
Entah kenapa? Tiba-tiba Bintang menghampiri wanita bernama Zazah dan langsung memeluknya. Zazah terkejut, namun pelukan hangat itu, membuatnya tenang. Hatinya begitu damai saat dipeluk laki-laki tampan ini.
Bintang pun tak mengerti dengan tubuhnya, kenapa ia langsung memeluk wanita ini! Ia bingung, pikiran sama tindakan bertolak belakang. Bintang merasa dekat dengannya. Hatinya terasa begitu tenang.
Vanila merasa aneh dengan sikap Bintang kali ini. Begitu mudahnya melupakan sakit hatinya, dengan cepat. Ia sudah berhasil mendapatkan pengganti. Sedangkan dirinya masih seperti ini. Lamunan buyar saat ia melihat Afdhal, laki-laki itu lagi. Vanila mencoba menepis semua perasaannya, namun tak bisa dipungkiri lagi, gadis tersebut mulai menyukai laki-laki manusia itu.
Afdhal diam, memperhatikan Bintang dan Zazah, ia pun tersenyum. Deg, hati, Vanila berdebar sekali lagi, ia bingung dengan hatinya sendiri. Tiba-tiba saja, rasa mual hinggap dalam perutnya, Vanila segera berlari ke kamar mandi, ia muntah-muntah tak jelas, padahal ia tak memakan makanan yang salah, namun rasa mual dan pusing pun mulai ia rasakan, hingga Vanila tak mengingat apapun lagi.
Hampir dua puluh menit, Vanila tak sadarkan diri. Eva yang menemukan Vanila pingsan, sehingga ia pun memutuskan membawa Vanila ke UGD.
Samar-samar ia tersadar, terlihat Eva, Arcid, Afdhal, Bintang, Zazah dan juga Dokter Arini telah berada dihadapannya.
"Apa yang terjadi?" tanyanya mulai beranjak segera bangun, namun kepalanya pusing, rasa mual dari dalam perutnya.
__ADS_1
"Kamu hamil Val!" seru Bintang.
"Tak mungkin," ucapnya mulai memikirkan bayi dalam kandungannya, ia kesal kenapa harus hamil anaknya laki-laki yang ia benci.
Vanila menangis, tak menginginkan semua ini, tapi ia bisa apa? Bintang menghampiri untuk memeluk dan menenangkan rekannya ini. Eva terdiam tak tau harus berbicara apa? Arcid dan Afdhal juga bingung, tak tak cerita awalnya bagaimana? Sedangkan Zazah ikut menangis, karna Vanila tak menginginkan bayi itu yang mulai tubuh dalam perut polisi itu, sedangkan ia harus kehilangan bayinya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Vanila tenang. Ia melihat Zazah yang terus saja menangis, membuat Vanila penasaran.
"Kakak kenapa?" tanya Vanila membuat semua menyadari kalau Zazah sedari tadi menangis.
"Kakak diberikan anugerah dengan tumbuh bayi di rahim kakak? Sedangkan aku, sudah tak bisa melihat bayiku lagi," ucapannya sambil terus menangis.
Entah kenapa? Bintang merasa iba dan kasihan, laki-laki ini pun ikut merasa sakit hati karna ini.
"Laki-laki bersalah kepada kakak! Tapi bayi itu tak berdosa sama sekali!" seru Zazah.
"Kamu benar, tapi bila mengingat aku hamil anak laki-laki itu, membuatku teringat kembali pengkhianat dia dan kekasih Bintang," tutur Vanila.
Eva, Arcid dan Afdhal melirik ke arah Bintang yang terdiam tak mau mengingatkan rasa sakit hati itu, namun Vanila malah mengingatkan kembali.
"Aku jadi penasaran, bagaimana kisah kalian, bila kalian tak keberatan menceritakan kepadaku!" seru Afdhal sambil tersenyum.
__ADS_1
Eva menyenggol dada Afdhal yang berada di sebelahnya, menurut Eva rasanya tak Sopan dan tak pantas, Afdhal berbicara seperti itu.
Laki-laki itu, mulai merasakan kesakitan, karna siku Eva tepat menusuk dada laki-laki tersebut.
Arcid dan Zazah tersenyum melihat Afdhal sedangkan Bintang hanya terdiam saja. Entah apa yang dipikirkan saat ini? Yang jelas rasa sakit dalam hatinya datang kembali. Membuat hatinya begitu terasa begitu menusuk jantungnya dan meremukkannya.
Vanila memceritan semuanya dari mulai persahabatan mereka bertiga sampai kisah cintanya dan juga Lionil. Sampai hubungan Bintang dan Selia. Semua di ceritakanya dari awal sampai akhir. Sampai hingga Bintang dan Vanila sampai ke sini.
Zazah terdiam, ia melihat tempat yang ditinggali oleh Bintang dan Vanila yang rasanya tak asing tempat itu untukku. Zazah bingung kenapa memiliki kemampuan seperti itu! Semenjak ia bersentuhan dengan Polisi bernama Bintang itu, membuatnya melihat hal yang tak bisa dijelaskan dengan nalar.
Bintang sendiri tak tau, kalau dengan menyentuh wanita yang ada dalam mimpinya membuat kemampuan wanita itu kembali lagi. Kembali seperti semula. Entah apa yang terjadi kepada Bintang dan Zazah di masa lalu. Keduanya saling berhubungan tanpa meraka tau.
🍀🍀🍀🍀🍀
Semakin banyak moster yang masuk rumah Selia, Jendral Marisa pergi melarikan diri dari tempat persembunyiannya yang diikuti oleh Lionil yang tak mengerti. Biasanya Bintang yang selalu mengikuti Marisa ke manapun ia pergi. Namun Bintang sedang diberi tugas yang lebih besar, walau Marisa tau, dengan mengirim Bintang ke dunia manusia, akan membuka kembali masa lalu mereka berdua. Hanya Marisa yang mengetahui Bintang dan juga Zazah. Keduanya saling berhubungan.
Namun ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Marisa membiarkan Bintang bertemu kembali dengan cinta sejatinya, walaupun keadaannya berbeda, Bintang harus bisa menyelesaikan tugasnya kali ini bersama Vanila.
Sebenarnya tugas ini, Marisa sendiri bisa, namun Marisa punya rencana lagi. Lagi pula wajah Marisa sudah diketahui musuh. Sedangkan Bintang dan Vanila, hanya beberapa orang saja yang mengetahui mereka. Marisa sudah mempercayakan kepada tiga polisi tangguh anak buah Pratiwi. Marisa sudah tau siapa dalang dari semua ini. Namun ia tak punya bukti. Biar untusannya dan anak buah Pratiwi yang menyelesaikan semua ini. Karna sekarang Marisa dan Pratiwi sedang mengemban tugas yang jauh lebih besar yang tak bisa di selesaikan oleh Bintang, Vanila, Eva, Arcid dan Afdhal.
Marisa sendiri ragu terhadap Lionil, karna kemampuannya di bawah Bintang. Namun tak ada yang lebih kuat lagi setelah Bintang. Sekarang Marisa hanya bisa mengendalkan Lionil, walau ia tak tau, seberapa besar kemampuan Lionil itu, karna Marisa belum pernah melihat secara langsung kemampuan Lionil.
__ADS_1
Bersambung...