DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
DUA PULUH EMPAT


__ADS_3

Zazah dan Bintang pun dibawa pada masa lalu mereka tentang pertemuan mereka saat melawan penjahat dari dunia lain dan harapan keduanya tentang dunia yang begitu indah pun muncul bagai melihat film drama.


Semua terlihat begitu jelas, tentang Argo dan tentang semuanya yang tejadi 50 tahun yang lalu membuat keduanya membuka matanya secara bersamaan pulang kembali kedua manusia.


Dengan nafas tersengal-sengal keduanya bangun dari koma yang sudah tiga hari keduanya berbaring di tempat tidur. Baik Zazah ataupun Bintang hanya bisa bernafas panjang. Benar-benar tak mengerti apa yang terjadi kepada mereka itu benar atau hanya sebagai bunga tidur saja.


Tanpa mereka sadari Zazah dan Bintang saling memikirkan satu sama lain. Kini perasaan kedua tumbuh kembali tanpa mereka sadari kalau dalam hatinya keduanya saling mencintai.


🍀🍀🍀🍀


Ariel menjaga Marisa dengan begitu perhatian membuatnya risih. Hatinya sudah membeku karna, kematian Laki-laki yang ia cintai sekitar 50 tahun yang lalu.


Marisa benar-benar tak bisa bangun sama sekali, cindera semakin parah saat membantu menolong Zazah.


Wanita pun melihat jendela ruangan rumah sakit yang membuatnya bosan. Pintu ruangan itu pun terbuka dari luar. Seseorang datang membawa berbagai macam makan untuk dimakan Marisa.


Sesaat Marisa hanya menoleh sebentar namun, kembali melihat ke luar jendela ruangannya.


"Hai, aku datang lagi? Karna, aku tak tau apa yang kamu suka, aku borong saja semua makan yang ada biar kamu bisa pilih sendiri," ucapnya sambil tersenyum.


"Simpan saja di meja," gumannya tanpa melihat laki-laki itu yang kerepotan membawa bermacam makanan yang terlihat begitu enak.


Laki-laki itu pun cemberut karna, tak ada respon dari Marisa sama sekali. Ia pun berinisiatif untuk membuka salah satu kue yang ia beli tadi. Dan mulai menyuapinya dengan paksa.


Marisa sudah mengelengkan kepalanya tapi, Laki-laki itu terus memaksanya. Hingga pada akhirnya ia pun mau memakan makan itu, sampai masuk mulutnya.


Setelah dirasa makanan itu tak buruk. "Aku makan sendiri saja," guman Marisa merebut kue itu dari tangan Ariel. Sedangkan Ariel hanya tersenyum saja.

__ADS_1


Ariel menatap serius wanita yang kini melahap habis kue yang ia bawa. Entah kenapa harinya berdebar melihat wanita ini. Walaupun ia tau, wanita yang kini ada dihadapannya itu tak meresponnya sama sekali.


"Kamu tak makan!" seru Marisa masih melahap habis kue yang rasanya enak itu.


Ariel pun mengelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Aku sudah kenyang melihatmu makan!"


Marisa tersenyum geli. Wanita itu tau, kalau ia sedang me godanya.


🍀🍀🍀🍀


Eva sedang berlatih sendiri, ia benar-benar masih berpikir tentang kekuataan Zazah yang begitu besar. Sampai membuat Eva benar-benar penasaran, siapa sebenarnya Zazah?


Saat sedang berlatih sendiri, seseorang mulai melemparkan sesuatu ke arah Eva. Membuat gadis tersebut segera melompat untuk menghindarinya. Eva melihat sekeliling, seseorang berjubah hitam sedang memperhatikannya. Eva pun mengejar seseorang itu yang segera kabur begitu Eva mengetahui keberadaannya.


Eva kesal ia lolos dari kejarannya. Namun, Eva mencium bau yang tak asing baginya. Eva pun menghindar dari tempatnya berdiri tadi. Benar saja beberapa bom kecil pun keluar dari sebuah sekolah manusia.


Eva dengan sigap menghindarinya. Eva semakin kesal karna, seseorang benar-benar mempermainkannya. Eva pun akan mencari pelaku semua ini. Sambil menghindari serangan kecil itu. Eva berpikir cara memancing ia untuk keluar dari persembunyiannya.


Eva pun membaca Mantra-mantra untuk membuatnya menghilang untuk sementara. Benar saja dugaan Eva seseorang berjubah hitam pun keluar untuk mencari Eva. Tanpa disadarinya, Eva sudah berada di belakangnya membuat ia benar-benar tak bisa berkutik dan bergerak Eva sudah mengunci tubuhnya agar tak bergerak sesuai dengan perintah dari tubuhnya sendiri.


"Siapa kamu?" ucap Eva sembari menodongkan pisau tepat di leher seseorang itu.


"A-aku hanya ingin mengetahui kemampuanmu!" serunya gugup.

__ADS_1


"Aku tau kamu berbohong," bentak Eva lagi.


Ia pun bisa membuka kunci dari tubuhnya sendiri, dan berusaha melepaskan diri dari Eva. Akan tetapi daya cengkeram Eva begitu kuat sampai tak mudah untuk bisa melepaskan diri dari Eva.


Ia terus saja memberontak untuk bisa kabur dari Eva. Tak ada jalan keluar sampai Eva benar-benar melepaskannya.


Eva pun menarik jubah dari seseorang yang sedari tadi memperhatikannya. Eva ingin tau siapa yang ada dibalik jubah hitamnya. Ternyata seorang wanita.


"Siapa kamu?" tanya Eva sekali lagi.


"Aku Wina?"


"Kenapa kamu menyerangku!"


"Kan aku sudah bilang hanya ingin mengetahui seberapa besar kemampuanmu!"


Eva memperhatikan kalau gadis ini tak berbohong kepadanya. Eva masih berpikir siapa sebenarnya gadis ini? Hingga pegangan tangannya longgar membuat gadis bernama Wina itu pun lolos darinya dan benar-benar kabur dari cengkraman Eva.


Eva sengaja tak mengejar gadis itu yang terlihat masih labil. Eva pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Akan tetapi ledakan pun terdengar di pusat kota membuat Eva segera menuju tempat kejadian.


Di sana sudah ada Arcid dan Afdhal dan petugas lainnya yang sedang membereskan puing-puing dari kecelakaan bis dan beberapa kendaraan lainnya. Tak ada yang selamat dalam kejadiaan itu. Membuat pihak polisi bingung siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini.


Arcid, Eva dan Afdhal pun merasakan kekuatan supranatural yang cukup besar di sekitar kecelakaan itu. Untuk saat ini, ketiga polisi itu tak menemukan apa pun! Hanya saja setiap korban yang mati dalam kecelakaan ini yang berjumlah sekitar 20 orang itu, matanya bolong. Seperti benar-benar ambil seseorang dengan cukup baik tanpa meninggalkan bekas darah sama sekali. Tak hanya mata mereka saja yang hilang seluruh organ tubuh mereka pun hilang. Benar-benar kecelakaan yang tak masuk akal sama sekali.


Arcid pun mulai duduk bersila sambil membaca mantra-mantra untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi? Afdhal sudah merasa ada yang tak beres dengan tempat ini. Akan tetapi ia tak bisa bertindak sekarang. Terlalu banyak orang di sini.


Eva pun menyuruh beberapa petugas polisi untuk menutup akses jalan ini untuk sementara sampai semuanya terungkap siapa penyebab kecelakaan ini. Kasus ini, bukan kasus biasanya yang bisa ditangani oleh polisi biasa. Dan saatnya Departemen Keamanan Supranatural bertindak. Kasus ini di luar nalar manusia. Harus bener-benar dituntaskan oleh ahli dalam bidang ini. Walaupun jumlah mereka kurang dua akan tetapi ketiga manusia ini petugas pilihan pemerintah untuk mengamankan seluruh umat manusia.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya tinggalkan jejak kalian yah, Terima kasih dan mampir juga ke novel Author yang lainnya. Terima kasih..


__ADS_2