DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
TUJUH BELAS


__ADS_3

Argo menyimpan dendam dalam hatinya kepada Ronal. Argo membunuh seluruh keluarganya Ronal di dunia lain. Saat itu, di dunia lain kacau, kejahatan di mana-mana. Para ketua tak bisa menghentikan kejahatan Argo.


Ronal pun menyusul Zazah dan Marisa untuk menyelamatkan kedua adiknya ini. Ronal sudah menganggap Marisa sebagai adiknya juga. Karna Marisa dan Zazah sudah bersahabat dari kecil.


Argo pun menyusul Ronal ke dunia manusia. Tujuan Argo pun sama membunuh Zazah dan Marisa agar Ronal mau bergabung dengannya. Peperangan pun terjadi diantara mereka. Kelompok hitam lebih dulu meyerang Zazah, Marisa dan Bintang. Bintang yang kakak itu, baru belajar supranatural dari ayahnya harus melawan musuh yang jauh lebih hebat darinya.


Seluruh bangsa manusia yang memiliki kemampuan supranatural melawan kejahatan dari kelompok hitam yang meraja rela. Peperangan pun terjadi begitu sengit. Antara mahluk dunia lain dan dunia manusia. Zazah dan Marisa harus melawan bangsanya sendiri untuk medamaikan seluruh dunia.


Ronal datang terlambat saat semua sudah kacau di dunia manusia. Zazah dan Bintang sudah terluka parah. Kejadian itu pun membuat Ronal sedih. Tak ada yang bisa Ronal lakukan.


Ronal pun mengeluarkan seluruh kemampuannya untuk memberikan kehidupan untuk Zazah dan Bintang. Ronal memberikan setengah dari bunga kehidupan untuk Zazah dan Bintang. Membuatnya menjadi satu dan akan selalu terhubung di mana pun keduanya berada.


Argo murka melihat itu, karna Ronal memberikan bunga kehidupan itu kedua adiknya dan seorang manusia. Beberapa kali, Argo menyerang Ronal. Kemampuan Ronal masih hebat walau sudah tak ada bunga kehidupan itu dalam tubuhnya.


Zazah dan Bintang masih belum sadarkan diri saat itu, membuat Marisa sedih. Marisa begitu kecewa dengan Argo yang membuat semuanya menjadi kacau.


Argo hanya tertawa, melihat semuanya bunga kehidupan dalam diri Zazah dan Bintang tak bereaksi sama sekali. Membuat Ronal sedih mati terbunuh oleh Argo.


Argo masih menyerap kemampuan Ronal tak tersisa. Jiwanya sudah dikuasai oleh kejahatan. Setelah itu, kalian tau apa yang terjadi selanjutnya.


Bintang dan Zazah tak mengerti maksud dari Kapten Erik. Belum selesai Kapten Erik menceritakan semuanya. Kapten Erik sudah tewas di tusuk dengan racun yang sama dengan cara membunuh wanita hamil lainya.


Bintang mencari seseorang yang menghabisi Kapten Erik. Dia sudah kabur entah kemana? Masih ada yang janggal dari semua cerita dari Kapten Erik. Cerita keseluruhan baru di ceritakan sebagian.


Rasa penasaran yang mendalam membuat Zazah dan Bintang bingung. Keduanya akan menayangkan bila Jendral Marisa sudah sadar.


Kekuatan merah itu pun menghilang dengan sendirinya. Manusia-manusia yang tadi pingsan pun sudah kembali sadar. Mereka tak ingat apa yang terjadi kepada mereka? setelah itu.


Baik Zazah ataupun Bintang tak ada yang tau isi dari hatinya keduanya bagaimana? Keduanya masih bingung dengan apa yang terjadi setelah itu?

__ADS_1


Setelah itu, Jendral Marisa, Komandan Pratiwi dan Eva di bawa ke UGD. Cerita dari Kapten Erik masih membuat bingung Zazah dan Bintang. Namun, keadaan jendral Marisa masih belum sadar!


Kasus ini masih belum selesai, kasus ibu hamil pun masih belum ada titik terang. Terus Trial? Kenapa ini? Ada yang salah dengan semua ini? Semua ini, membuat bingung Bintang dan Zazah.


Satu-satunya saksi kunci Jendral Marisa sendiri. Semuanya membuat pusing. Apalagi Bintang Dan Zazah. Keduanya seakan tak percaya dengan apa yang telah terjadi?


Zazah dan Bintang hanya saling melihat. Keduanya merasa bingung dengan semua yang telah terjadi.


Arcid dan Afdhal tak bisa membantu, keduanya belum lahir saat kejadian itu. Bahkan umur Arcid dan Afdhal sekarang baru menginjak 22 tahun.


🍀🍀🍀🍀🍀


Sebisa mungkin Zazah berusaha mengingat semua yang telah terjadi di masa lalu. Namun, wanita tersebut tak ingat sama sekali. Zazah berpikir. "Bagaimana mungkin ia sudah berusia kurang dari 100 tahun? Rasanya tak masuk akal. Akan tetapi setelah diingat kembali, kekuatannya ada setelah ia bertemu dengan Bintang."


Semua itu membuatnya bingung. Tak hanya Zazah. Bintang pun mengalami hal sama. Sama-sama memilikirkan semuanya yang menurutnya tak masuk akal. Bintang berasal dari dunia lain, bukan dunia manusia.


Semuanya ini membuatnya pusing dan juga bingung. Jika Jenderal Marisa tak bisa di tanya bagaimana dengan Lionil. Memikirkan tentang Lionil. Membuat Bintang meloncat dari tempat tidurnya. "Mungkin saja, Lionil bisa membantunya untuk mengetahui kisah masa lalunya," pikirnya lagi segera menemui Lionil di rumah sakit.


Secepat kilat Bintang sudah sampai di rumah sakit. Lionil selesai mengisi energinya. Laki-laki itu pun duduk di bangku rumah sakit. Energinya benar-benar terkuras habis, membuatnya tak bisa ke manapun yang ia mau.


Bintang pun duduk di samping Lionil. "Bintang, ada apa?" tanya Lionil sudah bisa menebak apa yang ingin laki-laki ini tanyakan kepadanya.


"Kamu sudah hidup lama di dunia lain. Apakah kamu tau tentang masa laluku?" tanya Bintang lagi serius.


"Aku tak tau kamu berada dari mana? Aku hanya tau, 50 tahun yang lalu kamu di bawa Jendral Marisa ke dunia lain. Saat itu, Jendral Marisa masih menjadi petugas polisi biasa. Sedangkan saat itu, aku masih belum jadi polisi. Aku masih di akademi?" tutur Lionil.


"Rasanya aneh saja, tak tau masa lalu sendiri. Sedangkan orang lain yang memberitahu masa laluku seperti apa?"


"Maafkan aku Bintang! Karna, aku sudah menyakitimu? Aku tak bermaksud seperti itu? Akan tetapi yang aku tau, kamu mahluk hebat yang pernah aku temui."

__ADS_1


"Sudahlah, aku tak ingin mengingat semua itu? Hanya saja seorang wanita mengangu pikiranku saat ini!"


Lionil tersenyum. "Aku selalu berharap kamu bisa move-on karna, Selia tak pantas untukmu?"


"Yah, kamu benar karna, dia sudah selingkuh denganmu?"


"Tak hanya itu saja?" Selia juga bekerja sama dengan musuh kita."


"Dari mana kamu tau?" tanya Bintang sambil mengerutkan keningnya.


"Selama kamu bertugas di dunia manusia. Aku yang menggantikanmu bertugas bersama Jendral Marisa jadi aku tau siapa yang berkhianat."


Bintang menghembuskan nafas panjang.


"Sekali lagi, maafkan aku?"


"Aku sudah memaafkanmu. Aku harap kamu menjaga Vanila."


"Aku akan selalu menjaganya!"


"Aku pamit?"


"Tunggu, aku penasaran siapa wanita itu?"


Bintang menoleh. Ia tersenyum tanpa memberitahukan siapa wanita itu? Senyum Bintang itu membuat Lionil penasaran dengan wanita yang membuat seorang Bintang bisa move-on secepat ini. Lionil tau bagaimana perasaan Bintang kepada Selia.


Seseorang memperhatikan mereka, Lionil yang menyadari itu pun langsung melempar sesuatu kepadanya. Membuat ia keluar dari persembunyiannya. Lionil pun siap menghadapinya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2