
Semalaman Ariel tak bisa tidur ingin memastikan keadaan dari sahabat baiknya Bintang dan juga Zazah. Ariel akan terus menjaga Bintang.
Seseorang merasa kesal karna, kini ada yang menjaga Zazah dan Bintang. Ia kesal dengan kecebohannya sendiri. Tinggal selangkah lagi ia akan mendapatkan yang ia mau namun, gagal lagi. Ia pun menghilang seketika akan tetapi suatu saat nanti ia akan kembali mengambil apa yang ingin didapatkan.
Ariel pun mulai terlelap saat menjelang pagi. Ariel melihat kenangan saat bersama Bintang. Teman satu perjuangan dari kecil. Bintang dan Ariel tinggal di panti asuhan tumbuh besar bersama dengan anak-anak lain. Keduanya memiliki kemampuan yang sama dari kecil membuat keduanya selalu di jauhi. Karna, semua anak-anak di panti selalu takut pada Ariel dan Bintang.
Keduanya selalu dijauhi membuat keduanya saling memiliki. Ariel dan Bintang diadopsi oleh seorang perwira polisi keamanan kota Lili keduanya tumbuh besar bersama.
Rahsa pun mengajarkan Ariel dan Bintang untuk mengendalikan kemampuan keduanya untuk menolong sesama. Rahsa tak pernah mengajarkan kemampuan Ariel dan Bintang untuk mencelakai orang lain.
Sifat Bintang dan Ariel berbeda jauh. Bintang lebih pendiam dibandingkan dengan Ariel yang jail dan seenaknya namun, keduanya begitu kompak saat di aduh oleh Balqis yang selalu menyayangi Bintang dan Ariel.
Sepasang suami-istri ini begitu menyayangi Bintang dan Ariel walaupun tak tau kami berasal dari mana? Baik Bintang ataupun Ariel tak pernah kehilangan kasih sayang orang tua. Sampai Bintang dan Ariel lupa kalau keduanya bukan anak kandung Rahsa dan Balqis.
Tepat 50 tahun yang lalu, tragedi itu tejadi. Ariel harus kehilangan orang tuanya dan juga Bintang. Ia begitu terpukul, demi menjaga keamanan Planet Twis kedua suami-isteri itu sudah mengorbankan nyawa mereka. Ariel tak akan menyia-nyiakan pengorbanan mereka.
Selama 50 tahun, Ariel mencari keberadaan Bintang sampai beberapa tahun yang Ariel mendengar kabar kalau Bintang sudah kembali tetapi, ingatan terhapus dan selama ini bersama Merisa.
Pantas saja, Ariel tak menemukan Bintang di seluruh Planet Twis karna, Bintang di bawa Marisa ke dunia lain. Ariel pun baru mengetahui kalau selama ini Zazah yang berada di Planet Twis.
Setelah Ariel menyelidiki Zazah sempat koma selama 40 tahun namun, setelah sadar Zazah tak ingat apa yang terjadi? Dia sempat menikah dengan laki-laki yang bernama Alisto . Tubuh Zazah tak berubah sama sekali selama koma sampai membuat mereka semua bingung kalau Zazah itu manusia atau bukan.
Setelah menikah dengan laki-laki bernama Alisto. Panti asuhan itu terbakar habis sampai informasi tentang Zazah pun hilang tak tersisa. Zazah dan Alisto hanya dua tahun saja berumah tangga. Setelah itu Alisto menghilangkan tanpa jejak dan Zazah menjadi salah satu korban selamat dari wanita hamil yang diserang. Kasus itu pun ditutup karna, pelakunya Kapten Erik. Tapi, masih ada yang mengganjal dalam pikiran Ariel saat ini. Tapi, entah tak ada bukti. Seseorang dengan sengaja menyembunyikan identitas dari suami Zazah.
Ariel pun membuka mata setelah ia mengingatkan harus menjaga Bintang dan Zazah. Terilhat Marisa sudah berdiri di samping Zazah.
"Marisa," ucapnya samar-samar melihat Marisa berada di samping Zazah.
__ADS_1
Wanita itu pun menoleh. Ariel pun mengucek-kucek matanya berharap ia tak salah melihat lagi.
"Marisa," ucapnya beranjak bangun.
Marisa sedang mentransfer energi yang ia miliki untuk kesembuhan Zazah dan Bintang. Ariel melihat bunga kehidupan berada di tangan Marisa.
"Dari mana kamu...." ucapnya terhenti saat Marisa memintanya untuk diam tak bersuara.
Ariel melihat Marisa ada yang berbeda dengannya. Ariel penasaran apa benar wanita itu Marisa atau bukan. Auranya begitu berbeda kuat namun, memiliki ketenangan dan rasa kasih sayang yang mendalam. Bukan aura kebencian yang selalu Ariel lihat dari para monster yang datang ke kota.
Ariel masih memperhatikan Marisa namun, tiba-tiba saja ia mengantuk dan tertidur dan sama sekali tak ingat apa yang terjadi kepadanya. Sampai seseorang membangun.
"Pak-Pak," ucapnya membangunkan tidurnya.
"Marisa," gumannya sendiri.
Ariel pun beranjak bangun. "Ke mana Marisa?" tanyanya bingung.
Afdhal semakin bingung. "Maaf Pak, saat aku masuk tadi, aku tak melihat siapapun? Kecuali Pak Ariel yang tertidur di kursi," jawab Afdhal.
Ariel melihat sekeliling. "Bukannya tadi ada Marisa. Ke mana dia?" tanyanya dalam hati.
"Setahu saya Jendral Marisa masih ada di dunia lain Pak? Tak ada tanda-tanda kedatangannya," ucap Afdhal lagi.
Ariel menggaruk kepalanya tak gatal. Namun, Ariel yakin itu Marisa? Apakah penglihatannya salah! Tapi, ia yakin itu Marisa. Walaupun agak aneh.
"Mungkin Bapak lelah, setelah semalaman menjaga Kak Bintang dan Kak Zazah. Mending Pak Ariel istirahat. Biar aku saja yang menjaga keduanya," ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baikah," ucap Ariel berjalan ke luar namun, ia terkejut saat melihat Afdhal berjalan ke arahnya. Ariel pun segera masuk ke ruang Zazah dan Bintang tak ada siapapun di sana. Hanya ada bekas sarung tangan yang terbakar di bawah ranjang Bintang.
Afdhal pun membuka pintu ruangan. "Pak, selamat pagi," sapanya.
Ariel menoleh melihat dengan kemampuan untuk mendeteksi Afdhal yang asli atau bukan. Ternyata yang berada di depan pintu Afdhal yang asli. Ariel pun menghembuskan nafasnya merasa lega.
Afdhal yang melihat Ariel pun mengerutkan keningnya. "Ada apa Pak?" tanya Afdhal heran.
"Apakah kamu mempunyai kemampuan mata ajaib?" tanya Ariel mematikan.
"Untuk melihat orang yang sebenarnya?"
"Yah, semacam itu?"
"Kalau seperti itu aku tak punya. Namun, aku bisa mendeteksi bau tubuh seseorang dengan hidungku."
"Sekarang bisakah kau mendeteksi bau tubuh siapa saja yang berada di sini?" tanya Ariel.
Afdhal pun memegang hidupnya dengan ujung jarinya. Afdhal mendeteksi bau yang lain dari Ariel, Zazah dan Bintang. "Ada Pak! Ada dua bau yang terdeteksi di sini, yang pertama seseorang yang dengan beraroma buah ceri dan satu lagi beraroma daging busuk. Bau sekali," gerutu Afdhal.
"Coba jelaskan?"
"Bisanya kalau seseorang beraroma buah ceri dia bukan manusia bukan juga berasal dari dunia lain. Entahlah aku pun baru mendeteksi aroma Ceri. Tapi, bila beraroma seperti daging busuk dia bukan orang baik. Mahluk jahat tak pernah memiliki aroma harum bunga ataupun buah mereka mempunyai dendam, iri dan dengki selalu berbau busuk mereka tak bisa mengelabui indera penciumanku," tutur Afdhal menjelaskan.
Ariel pun terdiam jadi tadi bukan Marisa namun, seseorang yang menyerupai Marisa. Dan orang tadi pasti orang yang sama yang akan menyerap energi Bintang dan Zazah.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya dan mampir untuk meninggalkan jejak kalian. Dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.