
Faruk, Ariel dan Rasmi memperhatikan apa yang diperbuat Eva. Sesuatu yang luar biasa yang tak pernah di pikirkan orang lain selama ini.
Ariel pun tersenyum karna, ketiga anak didiknya begitu pintar dan cerdas dalam menghadapi masalah-masalah yang terjadi selama tantangan ini berlangsung.
"Eva, apa ini?" tanya Afdhal masih terkejut.
"Sudah, kita tak punya banyak waktu. Kalian harus memegang batu biru ini. Setelah itu aku harus mengembalikan batu ini kepada naga betina itu sebelum Naga jantan tak menyadari kalau batu biru ini tak ada," tutur Eva.
Arcid dan Afdhal pun mengangguk secara bersamaan ketiga memegang batu biru itu. Sesuatu yang lain terjadi dalam tubuh Arcid, Afdhal dan Eva.
Sesuatu yang tak bisa dimengerti pun muncul sebuah cahaya biru masuk dalam tubuh ketiga begitu kuat sampai tak tertahankan lagi. Mereka berhasil menyelesaikan tantangan ini. Serakah itu semua pingsan tak sadarkan diri.
Dua ekor naga jantan dan betina pun keluar dari dalam gua. Mereka mengambil kembali batu biru miliknya. Naga itu pun berubah menjadi sepasang manusia dari Suku Zayn.
Faruk, Ariel dan Rasmi pun memberi hormat pada sepasang manusia hebat itu. Arcid, Eva dan Afdhal sudah diberkahi mereka petinggi dari Suku Zayn. Sebuah suku paling misterius yang tak bisa sembarang orang bisa melihat mereka.
Setelah itu sepasang manusia itu pun menghilang entah ke mana? Ariel melihat ketiga manusia itu. Beruntungnya mereka sudah diberkahi manusia dari suku Zayn.
Mereka bisa menjadi apa saja yang mereka sukai? Untuk menjadi seseorang yang ingin mereka berkahi.
Perlahan Eva membuka matanya ia pun terkejut karna, ia berjanji akan mengembalikan batu biru itu. Eva mencari batu biru itu. Kutukan itu masih terdengar begitu menakutkan.
Tindakan Eva itu membuat Arcid dan Afdhal bingung dengan apa yang dilakukan Eva. Sedari tadi seperti orang bingung.
"Eva, kamu kenapa?" tanya Afdhal bingung.
__ADS_1
"Batu biru itu, mana?" tanya Eva.
Afdhal mengelengkan kepalanya begitu juga Arcid. Wajah Eva terlihat pucat. Air matanya sudah menetes ia benar-benar takut. Sekarang Eva benar-benar bingung harus bagaimana?
Melihat Eva bingung, Rasmi pun mengatakan apa yang terjadi! Eva, Arcid dan Afdhal pun terkejut saat Sepasang naga biru itu sepasang yang menjelma dari Suku Zayn. Ketiganya tersenyum bahagia karna, telah diberkahi. Sesuatu anugrah yang luar biasa yang bisa dibanggakan.
Masih ada tiga air terjun yang harus dilewati Arcid, Eva dan Afdhal. Ketiganya pun siap menghadapi tantangan itu. Merasa lebih bersemangat dari yang tadi.
Untuk air terjunnya berwarna ungu ini, airnya begitu deras. Padahal dalam satu danau namun, keanehan itu mulai terjadi. Ketiganya harus berjalan tanpa alas kaki harus sampai ke dasar danau.
Baru saja menginjakan kaki. Eva sudah tersengat listrik. Sampai tubuh Eva ambruk karna, tak kuat dengan serangan listrik yang terjadi kepada tubuhnya.
Untuk Afdhal air danau terasa begitu panas. Sampai kakinya bengkak seperti tersiram air panas.
"Ingatlah, walaupun kalian menginjakan air danau yang sama. Namun, tiap tantangan setiap orang berbeda-beda. Termasuk kalian akan berbeda. Kalian harus sampai masuk ke dasar danau. Kalau tak bisa, kalian harus mulai dari awal lagi. Dan menunggu sampai lima tahun lagi," tutur Ariel menjelaskan karna, lima puluh tahun yang lalu, Ariel harus mengulang kembali karna, tak bisa menyelesaikan tantangan ini.
Eva masih menahan sengatan listrik. "Boleh menggunakan mantra?" tanya Eva benar-benar tak kuat menahan itu.
"Tidak boleh!" seru Rasmi.
Arcid, Eva dan Afdhal pun menunduk. Karna, harus melewati tantangan ini yang cukup besar untuknya. Eva pun menyentuhnya air danau itu. Namun, lagi-lagi tangannya tersengat listrik membuat seluruh tubuhnya tersengat listrik kembali sampai ambruk. Seluruh wajah Eva benar-benar lucu karna, rambut panjangnya sudah berdiri tegak. Arcid dan Afdhal tak berani tertawa. Keduanya berusaha menahannya. Takut Eva semakin marah. Eva pun menjerit saat melihat bayangan dirinya yang sudah berantakan.
Mungkin kalau gadis lain, akan menyerah begitu penampilannya kacau seperti ini. Tapi, Eva bukan gadis yang mudah menyerah. Eva terus maju walaupun seperti itu.
Arcid dan Afdhal tak berani menatap wajah Eva. Bisa dipastikan hawa pembunuh dalam tatapannya kini tak ingin kedua laki-laki lajang itu lihat. Mereka memilih memalingkan muka mereka dari pada menertawakan Eva walau sebenarnya keduanya ingin tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Eva melihat dua laki-laki di sebelahnya. Tatapannya sudah murka. Eva berjanji akan membalas mereka bila tantangan ini sudah beres. Eva pun berjalan tak mempedulikan badannya yang tersetrum.
Sedangkan Ariel dan Faruk menertawakan Eva sedari tadi. Hanya Rasmi yang cemberut. Istri dari Faruk itu pun tau rasanya ada di posisi Eva.
Rasa kesal dan marah dalam hatinya membuatnya tak merasakan sakit karna, tersengat listrik lagi. Eva berjalan ke depan terlebih dahulu meninggalkan Arcid dan Afdhal.
Arcid pun tak mau kalah dengan Eva. Walaupun badannya sudah mengigil ia harus bisa menyelesaikan tantangan ini. Sedangkan Afdhal pun melangkah mengikuti Arcid. Kakinya sudah benar-benar bengkak.
Afdhal tak mau kalah dari dua rekannya. Apalagi Eva yang seorang wanita. Egonya lebih tinggi dari rasa sakit yang ia rasakan dalam hatinya. Sebisa mungkin, Afdhal harus lebih dulu sampai dasar danau.
Eva, Arcid dan Afdhal sudah sampai tengah-tengah Danau. Namun, mereka bertiga tak tenggelam untuk sampai ke dasar danau. Mereka mulai menyadari tantangan ini lebih sulit dari yang lain.
Sekarang bagaimana sampai dasar? Eva mencoba menginjakan kaki ke dasar danau. Tapi, tetap saja Eva tak tenggelam. Arcid pun berjongkok memeriksakan kondisi air. Mulai menenggelamkan kepalanya ke dalam air.
Keadaan air pun mulai berbalik sekarang Arcid, Afdhal dan Eva sudah berada di dasar danau. Dan mereka pun berenang ke daratan. Ariel tersenyum lagi-lagi mereka berhasil dengan tantangan air terjun berwarna ungu. Tinggal dua warna lagi Nila dan Gingga.
Tapi, tidak sekarang mereka harus beristirahat dulu sampai besok. Arcid, Eva dan Afdhal mulai terbiasa dengan suasana di Suku Yina.
Eva sudah tertidur pulas begitu juga Arcid dan Afdhal.
Entah apa yang akan dialami tantangan selanjutnya? Ketiganya pun kini jauh lebih siap karna, banyak pelajaran yang mereka ambil dari tantangan ini. Baik Eva, Arcid dan Afdhal sudah bisa bekerja sama dengan baik. Tinggal dua warna dari air terjun pelangi setelah itu ketiganya akan kembali kepada kehidupannya masing-masing untuk menghadapi moster-moster yang kini telah menunggu mereka kembali.
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1