
Samar-samar Jendral Marisa membuka matanya. Iya tak tau apa yang terjadi kepada? Ia mencoba mengingat semuanya. Seluruh energinya terhisap habis oleh laba-laba raksasa itu. Jendral Marisa mencoba bangun namun, tubuhnya tak bisa digerakkan.
Tubuhnya terkena racun dari laba-laba raksasa itu. Jendral Marisa pun mulai memikirkan kejadian 50tahun yang lalu. Awal pertemuan antara Zazah dan Bintang. Begitu manis keduanya bertemu di sebuah pasar malam.
Tak sengaja bertabrakan saat keduanya akan menaiki wahana yang sama. Keduanya bertengkar karna, tak keburu naik wahana biang lala. Mereka ribut sampai seekor monster mengacaukan pasar malam itu.
Walaupun mereka bertengkar, keduanya begitu kompak melawan moster itu. Menuntaskan semuanya sampai beres. Namun, melihat Zazah dan Bintang sekarang. Seperti ada jarak diantara mereka. Padahal kisah mereka begitu indah. Walaupun saat itu, Zazah telah bersama Argo.
Gara-gara Argo, Zazah kehilangan Ronal. Dan aku pun kehilangan Ronal. Tanpa ia sadari, air matanya terus menetes. Mengingat semua itu mengingat rasa sakit itu.
Hampir 50 tahun, Jendral Marisa mencari keberadaan Argo. Namun, setelah kembali ke sini Erik telah menjadi Kapten Polisi. Rasanya aneh, bagaimana pengkhianat itu menjadi Kapten?
Erik selalu terbawa alur. Mengikuti semua yang Argo lakukan. Sampai sekarang Jendral Marisa tak tau, kenapa Argo memilih untuk berkhianat?
Argo serakah ingin menguasai alam semesta. Sampai ia tak mau menjaga kedamaian malah bersuku untuk membuat dunia ini semakin kacau. Entah di mana, mahluk laknat itu bersembunyi?
Kini Zazah dan Bintang telah bersama kembali. Namun, keduanya seperti ada jarak? Karna, Eva? Yah, Zazah tak mau menyakiti Eva. Zazah selalu seperti itu? Selalu memilikirkan perasaan orang lain dari pada dirinya sendiri. Padahal keduanya saling jatuh cinta lagi. Entahlah hanya takdir yang akan membuat keduanya kembali.
🍀🍀🍀🍀🍀
Komandan Pratiwi sudah kembali bertugas. Pemerintah pusat sudah mengetahui kalau Kapten Erik yang menjadi pengkhianat. Mereka pun memutuskan mencabut pangkat Kapten dari Erik. Sekarang Erik bukan siapa-siapa lagi. Ada dua kandidat yang akan menggantikan Erik. Komandan Pratiwi dan satu perwakilan dari pusat yang akan hari ini.
Seorang pria berkulit putih berambut merah baru saja turun dari pesawat. Ia keluar dari Bandara Internasional untuk menuju markas besar di kota ini.
Penampilannya, tak seperti seorang petugas keamanan ataupun polisi. Dia lebih seperti seorang preman dengan semua anting yang terpasang di telinganya. Saat ini dua orang petugas polisi Bintang dan Arcid yang menjemputnya.
__ADS_1
Arcid membawa papan nama bertuliskan nama Ariel. Seseorang pria mirip seperti preman menghampiri dua orang petugas keamanan itu. Pria itu membuka kaca mata hitamnya. "Kalian Komandan Bintang dan Mayor Arcid?" tanyanya.
Bintang dan Arcid mengangguk. Keduanya melihat dari atas sampai bawah benar-benar tak mencerminkan seorang petugas keamanan.
"Saya Ariel, seseorang yang kalian tunggu?" ucapnya sembari mengulurkan tangannya.
Arcid dan Bintang masih bingung. "Apakah benar ini komandan Ariel dari pemerintah pusat??" pikir keduanya.
"Kalian tak salah aku Ariel Laksana. Ini identitas ku?" ucapnya sembari memberikan tanda pengenalnya.
Arcid mengambil tanda pengenal itu. "Namanya benar, namun ada yang aneh dengan penampilannya," pikir Arcid lagi.
"Kamu tak salah orang? Aku orang yang kalian cari?"
Bintang melihat Ariel lagi. Ia tak mau berkata-kata lagi. Manusia di depannya ini bukan manusia biasa. Bintang telah merasakan aura yang cukup kuat dari laki-laki ini. Dan parahnya lagi, manusia ini bisa membaca pikiran?
Bintang mengerutkan keningnya. Manusia ini, mengenalnya. Mungkin saja ia tau tentang masa lalunya.
"Aku tak ingin membahas masa lalu denganmu? Aku sudah tak ingin bersaing lagi denganmu? Kamu kan sudah mendapatkan wanita itu?"
Bintang tak berbicara akan tetapi laki-laki ini tau. Apa yang ada dipikirannya Bintang saat ini. Arcid hanya memperhatikan kedua orang didepannya ini. Arcid benar-benar tak tau apa yang mereka bicarakan?.
"Maaf komandan Ariel. Jika anda tau tentang aku? Bisakah anda memceritan semuanya kepadaku?"
"Kamu mau bayar aku berapa?" ucapnya menyeringai.
__ADS_1
"Berapapun yang anda mau?"
"Waw, menarik? Tapi aku tak mau uangmu? Aku sudah kaya?"
"Apa yang anda inginkan?"
"Saat ini, aku belum ingin!"
"Rasanya anda tak asing bagiku!"
"Hmm, kalau gitu? Kamu harus mengingatku terlebih dahulu? Setelah itu, aku akan memberitahukanmu. Siapakah kamu sebenarnya?" ucapnya berjalan terlebih dahulu melewati Bintang dan Arcid.
Bintang mengerutkan keningnya. Arcid masih kerepotan membawa barang bawaan dari Komandan Ariel. Membuatnya menjatuhkan semua tas miliknya yang super banyak. Bintang pun menyadari kalau, Arcid begitu kerepotan. Bintang pun membantu membawa sebagai barang milik Komandan Ariel.
Komandan Ariel menoleh ke arah Bintang dan Arcid. Ia tersenyum melihat itu, ia pun kembali berjalan terlebih dahulu memakai kaca mata hitam.
"Bintang hampir 50 tahun kita tak bertemu. Namun, kamu menjadi pribadi yang berbeda. Andai saja saat itu, aku berada di sana? Mungkin kejadianya tak akan seperti ini. Mungkin ini hukuman untukku yang sempat meninggalkanmu. Sehingga Tuhan membalaslku dengan membuat Bintang melupakanku," pikir Komandan Ariel sembari meneteskan air matanya. Sebelum Bintang melihat, ia segera menghapus air matanya.
Bintang memperhatikan Ariel. Entah kenapa? Hatinya berkata lain! Seseorang yang begitu dekat yang tak bisa Bintang ingat. Bintang pun teringat dengan kejadian ini. Bintang merasa pernah mengalami hal ini. Namun, ia tak mengingat kapan ini terjadi?
Sampai mobil, Ariel masih diam saja. Tak mau berkata sepatah kata pun. Membuat Bintang dan Arcid yang duduk didepan bingung.
Komandan Ariel melihat jalanan kota. Sudah lama sekali ia tak ke kota ini. Komandan Ariel tak menyangka kalau ia akan kembali ke sini. Semuanya telah berubah seiring berjalannya waktu. Bintang yang sekarang bukan Bintang yang dulu. Bintang seperti orang lain yang tak Ariel kenali.
Sekarang Ariel hanya ingin membantu Bintang mengingat semua kenangannya di masa lalu. Itu tujuan Ariel datang ke kota ini. Ariel datang hanya untuk Bintang dan Zazah. Ariel begitu senang saat mendengar kabar kalau Bintang telah kembali dengan ingatan yang hilang. Dan Zazah yang menjadi korban dalam pembunuhan berencana dari kelompok hitam. Semua sudah menjadi takdir, Zazah dan Bintang dipertemukan kembali. Ariel sempat menyukai Zazah walau yang menjadi pacarnya, Pratiwi. Ariel teringat kalau, saingannya untuk menjadi Kapten itu Pratiwi. Dunia ini begitu sempit. Sekarang Ariel bertemu kembali orang-orang yang ada di masa lalunya seperti sedang reuni. Sekarang bagaimana keadaan Marisa? Wanita itu, selalu membuatnya penasaran? Tapi ia mendapat kabar, kalau sekarang ia sedang berada rumah sakit markas? Harus melihat keadaannya?
__ADS_1
Bersambung....