
Malam pun semakin larut sudah tak ada manusia lagi yang berlalu-lalang. Ketiga manusia terpilih ini pun mulai beraksi. Arcid, Afdhal dan Eva mulai memancing agar moster ini cepat keluar dari persembunyiannya.
Tak butuh waktu yang lama, seekor moster pun keluar dari balik bus yang para korban kendarai. Moster besar dengan mata yang begitu banyak di sekujur tubuhnya. Ternyata moster ini memakan mata manusia untuk nutrisi matanya yang jumlahnya cukup banyak.
Afdhal pun mulai meyerang dengan rantai gaibnya untuk mengikat moster itu agar tak bisa berkutik. Namun, belum juga rantai itu sampai kepada moster itu pun sudah menghempas tubuh Afdhal sampai jatuh ke tanah.
Walaupun tubuhnya besar moster itu begitu kuat dengan mata-mata yang banyak memperhatikan setiap gerakan dari ketiga manusia ini. Eva pun mulai mengeluarkan kemampuan api yang baru saja ia pelajari untuk membakar monster itu. Tapi, lagi-lagi moster itu lolos tak terjadi apa-apa pada tubuhnya.
Eva dan Afdhal masih menyerang moster dengan kemampuan mereka berdua sedangkan Arcid sedang berkonsentrasi untuk mencari titik lemah dari moster itu.
Setelah hampir satu jam Arcid bersemedi akhirnya Arcid menemukan titik lemah dari moster itu. Arcid pun bangun dari semedinya dan mulai menyerang mata dari moster itu.
Eva dan Afdhal pun mulai menyerang mata dari moster biru secara bersamaan sampai moster itu hancur berkeping-keping. Arcid, Eva dan Afdhal pun membereskan semua sisa-sisa dari moster itu secepat kilat sampai pagi-pagi semua masalah pun selesai dengan aman.
Tanpa mereka sadari, seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan dan tesenyum menghilang seketika.
Semua beres kasus ini pun di tutup. Semua korban diberi tunjangan dan dihipnotis agar melupakan semuanya. Untuk menutupi dari manusia lainya kalau kecelakaan ini karna, ulah moster.
🍀🍀🍀🍀
Keadaan Zazah masih belum stabil berbeda dengan Bintang yang sudah bisa beraktivitas. Walau badannya masih belum stabil. Ia mencoba berjalan-jalan sendiri menyusuri rumah sakit. Perasaannya benar bingung dengan apa yang dilihatnya di dalam mimpinya tentang Zazah.
Ia bingung, apakah benar kalau di masa lalu keduanya ada hungungan? Bintang memikirkan tentang Argo. Siapa laki-laki itu? Ingatan masa lalu ini, bagai potongan pazel yang harus di satukan agar membentuk sebuah ingatan utuh.
Bintang melihat Jendral Marisa sedang bersama Komandan Ariel. Rasanya tak asing dengan laki-laki yang berada di samping Marisa itu. Ada perasaan dekat yang benar-benar tak bisa dijelaskan.
__ADS_1
Semakin Bintang mengingat ingatan itu Kepalanya semakin sakit yang teramat sangat sampai Bintang ingin menghancurkan kepalanya sendiri.
Getaran pun terjadi lagi di sekitar rumah sakit. Bintang pun melompat untuk mencari tau apa yang terjadi? Seekor moster sedang berusaha menyerang dan kerusakan pelindung dari Vanila dan Lionil.
Beberapa petugas yang berjaga di sana pun sudah dikalahkan oleh moster itu. Bintang pun melompat untuk menyelamatkan pelindung itu. Bintang tau mau dia sahabat itu hancur karna, perbuatan moster itu.
Bintang pun menyerah moster itu dari belakang. Membuat sebagian tubuh dari moster itu pun terbelah. Akan tetapi moster itu kembali ke bentuk semula.
Moster itu tak menghiraukannya serangan dari Bintang secara bertubi-tubi. Bintang tau, moster itu hanya diriset untuk mengancurkan pelindung itu.
Bintang belum bisa mengendalikan seluruh kekuatannya. Tak bisa dipaksakan sama sekali. Bintang mencari cara untuk bisa menghancurkan moster itu. Karna, bila dibiarkan pelindung itu akan hancur.
Tiba-tiba saja Zazah melompat dari atas gedung tingkat lima tempatnya di rawat. Tak ada yang menyangka kalau Zazah akan senekat itu.
Setelah menghancurkan tubuh moster itu, tiba-tiba saja Zazah ambruk kembali. Dengan sigap Bintang menangkap tubuh Zazah dengan sekali lompatan.
Eva, Arcid dan Afdhal yang melihat aksi dari Bintang itu terpukau melihat Bintang berhasil menangkap Zazah. Ketiga manusia itu pun terkejut dengan kemampuan Zazah dan Bintang karna, dengan sigap menghancurkan moster.
Melihat itu membuat Eva semakin tak bisa mendapatkan Bintang. Eva pun berpaling sampai Arcid pun menyadari kalau Eva menyukai Bintang.
Arcid pun berjalan ke arah Bintang. "Pak, harus segera kembali di periksa Dokter Anggi!" seru Arcid.
"Baiklah," ucap Bintang merasa begitu lelah. Padahal tak seperempat tenaganya yang keluar tapi, tubuhnya benar-benar lelah.
Baru saja berjalan beberapa langkah, Bintang pun ambruk seketika. Membuat Arcid terkejut bersama Afdhal dan Eva yang secara menghampiri Bintang dan Zazah yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
Keduanya pun di bawa oleh belabgkar rumah sakit untuk membawa Zazah dan Bintang ke ruang UGD.
Dokter Anggi dan beberapa dokter lainya pun segera merawat Zazah dan Bintang untuk mengetahui apa yang terjadi dengan mereka berdua?
Setelah Zazah dan Bintang masuk ruangan. Ariel dan Pratiwi pun datang menemui Arcid, Eva dan Afdhal.
"Untuk sementara kalian yang bertugas untuk menjaga keamanan sampai Bintang dan Zazah sembuh," ucap Pratiwi setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya ada beberapa moster yang sempat menggangu keamanan manusia.
Ketiga manusia pilihan itu pun mengangguk. Belum selesai Pratiwi berbicara beberapa moster pun muncul dari dalam tanah. Mereka berbentuk cacing dengan ukuran yang cukup besar melebihi ular piton ataupun ular anaconda.
Kedatangan moster itu pun membuat getaran di sekitar rumah sakit khusus. Moster-moster itu begitu tertarik dengan kekuatan dari janin milik Vanila dan Lionil. Semua ingin memiliki kemampuan dari janin itu yang akan menguatkan setiap moster yang berhasil bisa melahap janin milik kedua moster itu.
Pelindung yang dibuat Bintang begitu kuat sampai janin itu lahir ke dunia. Janin milik Vanila tak hanya merepotkan namun, juga menyimpan kekuatan yang besar sampai semua misteri menginginkan itu.
Karna, janin itu juga membuat pelindung dari rumah sakit itu hilang sampai membuat moster-moster itu bisa masuk ke dalam rumah sakit.
Eva, Arcid dan Afdhal pun bersiap untuk melawan moster cacing itu yang tak hanya ada satu melainkan ada banyak dengan ukuran tubuh yang cukup besar.
Moster cacing-cacing itu pun berdesakan di halaman rumah sakit dekat ruang tempat Vanila dan Lionil di rawat. Karna, hanya tepat itu jalan satu-satunya untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Ketiga manusia khusus itu pun bingung bagaimana cara membuat moster-moster musnah. Arcid pun mulai membaca Mantra-mantra lagi berharap menemukan kelemahan dari moster cacing ini.
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen tinggalkan jejak kalian yah untuk Author. Dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.
__ADS_1