DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
TIGA PULUH SATU


__ADS_3

Setelah tiga hari badan Eva Arcid dan Afdhal pun mengigil kedinginan. Ketiganya pun dilempar ke danau yang dimulai dari Eva karna, tubuhnya yang paling parah dengan darah yang terus saja mengalir di dalam dadanya.


Angin besar pun berhembus membuat tubuh Eva berputar-putar di air terjun berwarna hijau. Tiba-tiba saja tubuh Eva terbungkus dedaunan yang merambat menutupi tubuh Eva bagai kepompong.


Setelah Eva kini Arcid dan Afdhal di lempar ke dalam danau segara bersamaan. Baik Arcid ataupun Afdhal tak ingat lagi apa yang terjadi dengan mereka berdua. Angin yang berhembus pun keduanya tak sadar. Dedaunan merambat membungkus Arcid dan Afdhal secara terpisah. Bagai kepompong yang mengantung di atas air terjunnya berwarna hijau itu.


Faruk, Ariel dan Rasmi ketiga pun bersemedi di dekat danau. Menunggu ketiganya samai bermetamorfosis menjadi jiwa yang baru untuk menghadapi tantangan selanjutnya. Kini jiwa mereka sedang dibersihkan dari rasa sakit karna, ketakutan ketiga atas sesuatu hal dalam hati mereka.


🍀🍀🍀🍀


Hampir dua hari Eva, Arcid gan Afdhal terkurung dalam dedaunan itu. Setelah itu, ketiga pun membuka mata mereka dan menghancurkan daun-daun yang membungkus tubuh mereka. Sampai ketiganya terjatuh ke dalam danau.


Ketiganya pun berenang ke tepian. Eva, Arcid dan Afdhal pun merasa lapar sekali saat Rasmi dan yang lainya sudah menyiapkan makanan yang banyak. Setelah ini mereka harus menghadapi tantangan selanjutnya. Baru tiga warna air terjun pelangi yang baru mereka lewati masih ada empat warna lagi.


Sekarang lanjut ke warna biru. Seekor Naga pun keluar dari dalam gua dari air yang berwarna biru. Tantang kali ini harus bisa mengambil salah satu telur milik Naga itu. Telur ajaib itu berada diantara telur-telur yang baru saja menetes dari induknya.


Naga itu akan sangat agresif sekali bila menyangkut dengan telur-telurnya. Eva, Arcid dan Afdhal harus bisa bekerja sama untuk mengambil telur yang berwarna biru. Tanpa melukainya Naga itu.


Tak hanya Induk betina yang harus dihadapi Arcid, Eva dan Afdhal. Namun, Naga jantan yang paling agresif yang harus dihadapi mereka bertiga.


Setiap warna dari air terjun pelangi memiliki warna yang berbeda-beda dari tingkat kesulitannya dari semua warna hanya warna hijau saja yang mudah. Karna, ketiganya tak mengeluarkan banyak tenaga sama sekali.

__ADS_1


Arcid, Eva dan Afdhal hanya diberi waktu sampai dua belas jam saja. Bila gugur di sini. Ketiganya harus mengulang dari awal lagi. Sebisa mungkin mereka harus berhasil tanpa harus melukai Naga jantan dan betina.


Tantangan yang sulit bagi ketiga orang itu. Rasanya ketiganya sudah lelah tapi, mereka harus bisa meyakinkan diri mereka masing-masing kalau mereka bisa melewati tantangan ini sampai warna terakhir.


Eva mulai memikirkan cara bagaimana untuk mengambil telur berwarna biru itu dalam sarang naga betina itu.


Naga jantan mulai meyerang Arcid dan Afdhal dengan nafas api yang keluar dari dalam mulutnya. Sebisa mungkin Arcid dan Afdhal menghindarinya. Api yang keluar dari mulut naga jantan itu begitu kuat sampai bisa membakar satu pohon habis tersisa sama sekali.


Selagi Naga jantan sibuk dengan Arcid dan Afdhal. Eva diam-diam menyusup masuk ke dalam gua di dalam air terjun berwarna biru itu. Eva segera bersembunyi di balik batu di depan pintu masuk gua yang mengalir air terjun berwarna biru itu.


Eva baru mengetahui kalau Naga betina lebih besar ukurannya dari Naga jantan. Hampir sepuluh kali lipat dari naga Jantan. Salah sedikit saja, Eva akan menjadi makan siang dari Naga itu.


Sebenarnya Eva takut tapi, harus menyelesaikan tantangan ini secepatnya. Eva pun sama ingin pulang ke rumahnya tidur nyaman di kasur empuk miliknya.


Naga betina itu pun tertidur selagi jantannya sedang bertempur dengan dua manusia itu. Sepasang Naga itu pun takut kalau manusia itu pun mencuri telur-telurnya untuk dijadikan obat kekebalan tubuh mereka.


Naga biru semakin punah karna, banyaknya pemburuan ilegal karna, menginginkan telur mereka sebagai bahan obat anti bodi manusia yang akan dijadikan moster.


Naga berwarna biru pun menjadi langka karna, pemburu-pemburu itu. Naga Biru membutuhkan waktu sampai lima tahun untuk bisa bertelur. Itu pun hanya ada lima buah dengan satu batu berwarna biru sebagai sumber kekuatan anti bodi untuk awet muda.


Tak banyak yang tau, kalau batu biru itu untuk membuat awet muda bila memandikan dengan air yang di dalamnya ada batu biru itu. Para manusia tak pernah tau khasiat dari batu itu.

__ADS_1


Perlahan, Eva berjalan pelan. Tiba-tiba saja Naga betina itu pun membuka matanya. "Wahai manusia, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Naga betina itu.


"Maafkan aku Nyonya! Aku tak bermaksud untuk mengambil telurmu. Aku hanya membutuhkan batu biru itu sebagai tanda kalau kita berhasil menyelesaikan tantangan ini!" seru Eva ketakutan takut dengan Naga itu yang menjadikannya sebagai makan siang untuk naga biru itu.


Naga betina itu pun tersenyum. "Baru kali ini, aku menemukan manusia jujur sepertimu. Baiklah akan meminjamkan batu ini kepadamu untuk kalian mandi dengan batu biru milikku setelah itu, kalian harus mengembalikan batu ini ke tempatnya. Bila kamu ingkar, sampai tujuh turunan kalian akan mengalami nasib sengsara dan binasa dengan cara yang mengenaskan," ancam naga betina itu.


Wajah Eva sudah pucat benar-benar takut dengan ancaman dan kutukan dari naga betina itu. Dengan ekornya, Naga betina berwarna biru itu pun memberikan batu berwarna biru itu yang mirip dengan telur naga itu.


Perlahan Eva mengambil batu biru itu. "Ingat, wahai manusia kalian harus mengembalikan padaku!" seru Naga betina itu mengingatkan Eva kembali.


"Aku berjanji akan, mengembalikan kepadamu," ucap Eva langsung pergi dari sana.


Eva melihat Arcid dan Afdhal sudah terkapar lemah tak berdaya tekena serangan dari Naga jantan yang begitu agresif.


Tak ingin membuang waktu lagi, setelah Naga jantan itu masuk ke dalam gua. Eva pun berenang ke dalam danau sambil memegang batu biru itu. Tak ada yang aneh yang terasa hanya saja sesuatu yang aneh mulai merasuk tubuhnya mengalir dalam aliran darahnya.


Selesai berendam selama sekitar lima belas menit. Eva pun menarik tubuh Arcid dan Afdhal untuk masuk danau tempat ia berendam tadi. Eva pun pun masuk ke dalam air bersama Arcid dan Afdhal menjadi pelantara untuk memegang batu itu. Lambat laun Arcid dan Afdhal pun sadar dan membuka matanya keduanya pun terkejut karna, sudah berada dalam danau.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya tinggalkan jejak kalian di sini. Jangan lupa mampir ke karya Author yang lain Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2