DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
SEMBILAN BELAS


__ADS_3

Polisi itu langsung tak sadarkan diri, begitu panah itu mengenainya. Anak panah itu, terus masuk ke dalam tubuhnya sampai masuk ke aliran darahnya. Dengan segera Zazah menahan anak panah itu, agar tak masuk mengajar menuju jantung polisi muda ini.


Dalam pikirannya ada sebuah mantra yang harus ia baca. Zazah pun membaca mantra-mantra itu yang tak tau apa artinya. Di bantu Bintang, Zazah mencabut ujung dari anak panah itu. Perlahan anak panah itu tercabut dari polisi tak bersalah ini.


Dengan segera beberapa polisi lainya membawa polisi yang terluka itu ke rumah sakit, sebelum ia kehilangan banyak darah. Zazah mengeluarkan darah berwarna biru. Membuat Bintang semakin yakin. Kalau wanita itu menang berasal dari dunia lain.


Zazah pun sana terkejut dengan Bintang. Kenapa darahnya berwarna biru. Sebelum orang lain melihat darah Zazah. Bintang pun menghisap darah biru itu dengan tangannya.


Menggenggam tangan Zazah untuk mengobati luka di tanganya. Setelah luka itu tertutup. Bintang pun melangkah meninggalkan Zazah.


Zazah pun terdiam tak bisa berkata-kata. Hanya bisa melihat punggungnya yang sudah mulai menjauh tak bisa di sentuh lagi olehnya. Zazah menegang tangan yang tadi digenggam Bintang. Ada perasaan hangat dan hati yang bersih dari laki-laki bernama Bintang.


🍀🍀🍀🍀


Sudah hampir 3hari Jendral Marisa belum sadarkan diri. Entah kenapa? Jendral Marisa membutuhkan waktu yang lama untuk sadar. Komandan Pratiwi yang baru saja sadar menangis begitu Afdhal memceritan semuanya.


Kalau yang menjadi pengkhianat di divisi kepolisian itu. Kapten Erik sendiri yang sudah tewas dari tiga hari yang lalu. Komandan Pratiwi tak menyangka dengan semua yang didengarnya. Namun, menurut cerita Afdhal masih ada yang belum tuntas dari yang diceritakan olah Kapten Erik.


Arcid setia menunggu Eva bangun. Hatinya begitu sedih melihatnya seperti ini. Eva masih juga terlelap dalam tidurnya yang panjang.


Dalam mimpi Eva.

__ADS_1


Eva tak tau ini ada di mana?. Hanya saja Eva berada di tengah-tengah pertempuran yang begitu sengit. Eva melihat Zazah dan Bintang sedang melawan seluruh musuh mereka. Eva tak bisa menembus tubuh mereka kalau seseorang mengkhianati mereka. Keduanya pun terkapar di tanah.


Eva pun membuka matanya. Terilhat Arcid sedang terlelap di sampingnya. Eva tak tau maksud dari mimpinya ini. "Kenapa harus Zazah dan Bintang?" pikiranya membuatnya meneteskan air matanya.


Eva tak suka bila Zazah bersama Bintang. Namun, Eva tak bisa apa-apa saat takdir yang menyatukan kembali. Eva merasa Zazah dan Bintang sudah sejak lama bersama. Bila ada ada Eva pun tak akan berpengaruh sama sekali. Toh mereka masih bisa bersama kalau jarak dan waktu memisah mereka berdua.


Arcid pun tersadar kalau Eva sudah sadar. Air matanya mengenainya. "Syukurlah kamu sudah sadar?" ucap Arcid merasa lega.


Eva berusaha untuk tersenyum walau hatinya merasa sakit. Eva menanyakan kabar anak hantu itu. Arcid pun memberitahukannya kalau Trial baik-baik saja setelah di tolong Zazah. Eva teringat, kalau sebelum ia pingsan Eva meminta tolong kepada Zazah untuk menolong Trial. Zazah benar-benar menepati janjinya.


Arcid pun menceritakan semuanya. Kalau penghiyanat dalam markas besar Kapten Erik sendiri yang membocorkan semuanya. Eva tak pernah menyangka kalau semua ini akibat Kapten Erik dan sekarang pria itu tewas karna, ulahnya sendiri.


Eva masih berbaring tubuhnya masih belum bisa merasa bergetar karna, tersengat listrik dengan tegangan tinggi. Jika Eva manusia biasa mungkin, sekarang dia sudah hangus terbakar. Untunglah ia masih selamat. Karna, tenaga dalam yang Eva miliki membuatnya ia bertahan sampai sekarang.


Tanpa Eva sadari, dari tadi Arcid memperhatikannya. Dari dulu Eva lah yang membuat laki-laki yang dingin seperti Arcid, jatuh cinta kepadanya. Tak ada yang tau perasaan Arcid kepada Eva selain dirinya sendiri.


Dari dulu selama 3tahun ini, Arcid memendam perasaannya kepada Eva. Arcid lebih suka menjadi pengagum rahasia saja dari pada harus mengatakan secara langsung seperti Afdhal.


Arcid buru-buru berpaling saat Eva menoleh ke arahnya. Sekarang Eva yang memperhatikan Arcid. Ternyata dilihat dari dekat Arcid lumayan tampan. Eva pun segera menepis perasaannya kalau sekarang yang Eva rasakan sakit hati karna, cintanya kandas sebelum ia memulai. Tanpa di sadarinya Eva meneteskan air matanya.


Arcid mengerutkan keningnya melihat Eva. Hatinya bertanya-tanya. "Kenapa Eva menangis? Apa yang terjadi kepada?" pikir Arcid yang tak bisa membaca pikiran Eva.

__ADS_1


Tangis Eva membuat Arcid bingung harus bagaimana? Arcid pun memeluk Eva tanpa persetujuan Eva. Namun, gadis itu sekarang tak marah saat Arcid memeluknya. Eva membutuhkan sebuah pelukan untuk hatinya yang sakit. Karna, Eva menyadari kalau ia tak akan bisa bersama Bintang.


Eva belum pernah berpacaran dengan laki-laki manapun? Tapi, kenapa hatinya begitu sakit. Eva tak bisa menahan atau berpura-pura kalau ia baik-baik saja. Hatinya terlalu sakit untuk ia sembunyikan.


Baru kali ini, Arcid memeluk seorang gadis. Tubuhnya benar-benar bergetar. Laki-laki itu tak tau, kenapa bisa begitu? Getaran tubuh Arcid membuat Eva menyadari kalau tubuh Arcid bergetar. Eva pun melepaskan pelukan Arcid. "Kamu, kenapa?" tanya Eva.


"Entahlah, aku baru pertama kali melakukan ini kepada seorang gadis? Mungkin tubuhku syok?" ucap Arcid wajahnya sudah memerah karna, malu.


Ucapan Arcid itu, entah kenapa membuat Eva tertawa? Rasa sakit dalam hatinya perlahan membaik semua karna, Arcid. Rekanya ini, telah membuat Eva terhibur.


"Terima kasih?" ucap Eva sambil tersenyum.


"Terima kasih untuk apa?" tanyanya bingung.


"Karna, kamu sudah membuat aku tertawa?"


Arcid tersenyum. Walau Arcid tak tau, Eva kenapa?


🍀🍀🍀🍀🍀


Zazah memperhatikan Bintang dari jauh. Hatinya selalu bergetar saat melihatnya. Namun, hatinya masih terasa bingung. Ia masih tak mengerti dengan perasaannya. Hatinya masih bertanya-tanya. "Apakah benar ada kisahnya di masa lalu antara ia dan Bintang?" Hatinya begitu dekat dengan Bintang. Tapi, bagaimana dengan Eva? Zazah tau perasaan Eva terhadap Bintang yang begitu mendalam. Zazah memikirkan perasaan Eva saat ini. Zazah tak mau menyakiti Eva. Walaupun Zazah tau seperti apa? Perasaan Bintang terhadapnya? Bukanya ingin menolak Bintang. Zazah memikirkan perasaan Eva. Itu yang membuat Zazah bingung. Zazah hanya bisa melihat Bintang dari jauh. Hanya itu yang bisa ia lakukan. Walaupun ini, membuatnya sakit hati. Kisah masa lalu itu, harus berakhir. Sekarang harus dihidup di masa depan. Eva wanita baik. Bintang pantas mendapatkannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2