
Bintang masih memikirkan Ariel. Rasanya tak asing melihat wajah dari laki-laki itu walaupun wajahnya sudah tak muda lagi namun, Bintang merasa dekat.
Tak ada pembicaraan antara Bintang, Ariel dan Arcid semua terdiam dalam lamunan masing-masing. Arcid tak berani bertanya atau sekedar menyapa. Arcid merasa ada aura yang tak enak dari Bintang dan Ariel.
Sampai di markas besar, Ariel langsung ke rumah sakit. Padahal Pratiwi sedang menunggunya di dalam markas besar.
Komandan Pratiwi cemberut melihat Bintang dan Arcid. Ia yakin Ariel pasti sedang ke tempat lain. Selalu saja membuatnya kesal.
Bintang dan Arcid tak mengerti dengan sikap Komandan Pratiwi yang begitu terlihat kesal. Wajahnya begitu masam dengan amarah yang ia tahan.
Ariel melangkah menyusuri rumah sakit Markas Besar. Sudah lama sekali Ariel tak ke sini. Bangunan ini tetap sama tak ada yang berubah. Namun, pandangannya teralihkan saat Arile melihat suatu ruang yang tak bisa di sentuh sama sekali.
Ariel sudah yakin kalau itu, Bintang yang membuatnya untuk menjaga Mahluk yang ada didalamnya. Pertanyaannya, siapa Mahluk yang sedang Bintang lindungi. Menarik sekali, beberapa polisi sedang memberikan makanan kepada ruang yang sebenarnya hidup. Ariel hanya memperhatikan saja walau sebenarnya ia ingin tau.
Lamunannya buyar ketika seseorang menepuk punggungnya. Ariel sudah bersiap dengan bela dirinya untuk menjatuhkan lawan. Namun, wanita yang menyentuhnya itu berbalik mulai memberikan aba-aba untuk bertarung bela diri dengannya.
Ariel tersenyum melihat wanita yang begitu energik menantangnya untuk bertarung secara fisik. Ariel tak bisa menoleh tantangan dari wanita itu.
Perkelahian dari kedua manusia itu pun tak berlangsung dengan lawan yang seimbang. Wanita itu terus menyerangnya dengan beberapa pukulan. Namun, beberapa kali juga Ariel bisa menahan serangan dari wanita yang menjadi lawannya.
Ilmu bela dirinya sudah mengalami banyak kemajuan. Ariel benar-benar tak bisa menganggap enteng dari kemampuan wanita ini. Hampir saja Ariel tekena pukul dari wanita ini. Akan tetapi lagi-lagi Ariel bisa menghindar sampai seragam dari kemeja wanita itu terbuka membuat sebagian dari dadanya terlihat begitu jelas mengantung membuat Ariel sebagai laki-laki normal pun tak tahan dan wanita itu pun berhasil membuat Ariel tak bisa berkutik dengan mengunci bagian kepala Ariel oleh lengannya yang mengapit kepalanya di ketiaknya membuat wajah Ariel benar-benar dekat dengan dada dari wanita yang menantangnya itu.
__ADS_1
Perkelahian Ariel dan wanita itu pun menjadi tontonan di sana. Wajah Ariel benar-benar memerah karna, santapan dada montok dari rivalnya.
Wanita itu pun membantingkan tubuh Ariel ke lantai. Ia kesal karna, Ariel malah melihat dadanya.
"Aww," gumannya walaupun ia kalah namun, hatinya senang bisa melihat dada besar itu lagi.
Wanita pun mengancing kancing kemeja agar Ariel dan polisi lain tak melihat bagian dadanya lagi. "Otakmu masih mesum, setelah beberapa tahun tak bertemu," bentak Komandan Pratiwi kepada Ariel.
Ariel pun tersenyum masih berbaring di lantai. Naruri laki-lakinya tak bisa dibohongi lagi. Kalau ia benar-benar normal kalah jika melihat dada yang begitu putih kenyal keluar dari kemeja yang dipakai Pratiwi.
Komandan Pratiwi mengulurkan tangannya. Walaupun dadanya sudah tertutup dengan seragam kemejanya tetap dadanya masih terlihat besar menggantung di tubuh Pratiwi membuatnya semakin tak tahan.
Lamunan Ariel itu pun membuatnya ditampar oleh Komandan Pratiwi yang merasa dilecehkan oleh pria yang pernah mengisi hatinya itu.
Sedari tadi Arcid dan Bintang menertawakan tingkah konyol Ariel. Keduanya benar-benar meragukan kalau ia seorang Komandan dari Markas pusat.
"Sekali lagi, kau memandangku seperti itu! Aku akan membuatmu menyesal," bentak Komandan Pratiwi sambil menarik dasi yang Ariel kenakan untuk membawanya ke dalam Markas.
"Waw, lama tak bertemu membuatmu berubah," gumannya mengagumi Komandan Pratiwi.
"Sudah tak perlu menggombal lagi sudah tak mempan," ucapnya tak mau menoleh ke arah Ariel tetap jalan terus menuju Markas di ikuti oleh Arcid dan Bintang.
__ADS_1
Sampai Markas, Komandan Ben sudah berada diruang itu bersama beberapa Kapten lainya. Ben begitu cemburu begitu istrinya menarik Ariel seperti itu. Ben tau hungungan di masa lalu antara istrinya dan Ariel.
Komandan Pratiwi langsung membanting tubuh Ariel ke lantai. Membuat para petinggi di Markas Polisi itu tertawa melihat kelakuan Pratiwi dan Ariel. Semua pihak kepolisian tahu dengan hubungan dari Ariel dan Pratiwi di masa lalu. Pasangan paling fenomenal yang pernah ada. Namun, kisah mereka kandas karna, Ariel ketahuan selingkuh dengan wanita lain yang sekarang sudah tewas terbunuh sekitar 50 tahun yang lalu.
"Baiklah, Komandan Ariel dari Markas pusat sudah datang. Karna, Kapten Erik sudah berkhianat dan dicopot dari jabatan Kaptennya. Maka Markas pusat mengutus satu Komandannya untuk mejadi perwakilan untuk pemilihan Kapten baru untuk menggantikan posisi Kapten yang kosong. Dari Markas Kota Anggrek sendiri mempunyai calon Komandan Pratiwi sebagai salah satu kandidat yang akan menduduki posisi Kapten di Kota Anggrek," tutur Kapten Arsa kepada kedua calon Kapten.
Ariel menganguk dan juga Pratiwi. Namun, pandangan Ben masih tertuju kepada Ariel. Hatinya masih tetap cemburu walaupun kini Pratiwi sudah menjadi miliknya.
Dari balik pintu Zazah baru saja datang. "Maaf saya terlambat," ucapnya.
Kapten Arsa pun tak mempermasalahkan itu, karna, ini bukan rapat penting. Pandangan Ariel tak berkedip melihat Zazah. Ia tak mengira kalau wanita ini masih hidup dan bergabung dalam Departemen Keamanan.
Datang ke kota Anggrek benar-benar memberikan Ariel kejutan. Ia benar-benar seperti kembali ke masa lalu. Rasa kagumnya benar-benar tak bisa bisa hilang dari kepalanya.
Sekarang giliran Bintang yang cemburu melihat tatapan Ariel kepada Zazah. Sedangkan wanita yang bernama Zazah itu pun tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada dua laki-laki ini. Ariel dan Bintang.
Keduanya benar-benar aneh. Membuat Zazah bingung. Namun, melihat Bintang cemburu membuat Zazah senang. Entah kenapa Zazah senang melihat ekpresi dari Bintang yang menurutnya lucu.
Ariel benar-benar mengagumi Zazah yang tak berubah walau sudah tak bertemu sampai 50 tahun. Rasanya Zazah dan Bintang masih seperti usia 23 tahun. Sedangkan Ariel sudah terlihat tua itu menurutnya. Padahal kondisi Ariel pun masih terlihat muda diusianya yang menginjak 75 tahun ini, tak terlihat tua sama sekali. Malah terlihat seperti usia 25 tahun.
Manusia yang memiliki kemampuan supranatural harus meminum air dari air terjun pelangi untuk membuat awet muda namun, tak sembarang bisa masuk air terjun pelangi.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komen.,..