
Hampir sepuluh hari Arcid, Eva dan Afdhal tak kembali. Faruk dan Ariel pun khawatir. Akhirnya keduanya pun akan melihat apa yang terjadi? Faruk menunya Rasmi untuk tetap di permukaan untuk menjaga di sana. Rasmi pun mengangguk.
Ariel dan Faruk pun menyelam ke danau air terjun pelangi yang berwarna nila. Tak mereka tau keduanya pun tersedot ke dalam pusaran air yang baru Faruk ketahui sebagai kepala suku.
Ariel dan Faruk pun tak tau akan di bawa ke mana keduanya. Pusaran air itu terus membawanya masuk seperti dalam perosotan air di Waterboom. Dengan aliran air yang begitu deras.
Lama keduanya berputar-putar sampai Keduanya terjatuh ke dalam sungai. Ariel yang masih puding pun beranjak bangun dibantu Faruk. Ada yang dikatakan ujar besar itu benar.
Ariel dan Faruk melihat pintu masuk gua. Lama keduanya berjalan memasuki lorong gua yang tak berujung. Faruk benar-benar baru tau kalau di bawah danau air terjun pelangi ada susunan gua seperti ini.
Ariel pun menyalakan api melayang untuk menerangi jalan mereka. Tiba-tiba saja cahaya terang ada di depan mereka berdua.
Begitu terkejutnya saat Ariel dan Faruk melihat ribuan ulat bulu berwarna nila. Keduanya pun berjalan lewat sisi jalan yang dilewati Arcid, Eva dan Afdhal.
Keduanya pun dikejutkan lagi begitu ulat bulu raksasa itu mulai membelenggu Eva, Afdhal dan Arcid.
Melihat itu, Ariel pun siap menghantam pedang gaibnya pada ulat bulu raksasa itu membuat berubah menjadi seorang wanita.
"Kamu siapa?" tanya Faruk.
"Kamu kepala Suku yang baru," gumannya tanpa menjawab apa yang ditanyakan Faruk.
Faruk mengerutkan keningnya. Ia tak tau dengan siluman wanita yang ada dihadapannya.
"Maafkan aku karna, aku membuat kekacauan ini," ucapnya lagi melepas Arcid, Eva dan Afdhal.
"Aku Nila yang ditugaskan oleh Barsia untuk mengabdi kepadaku, kepala Suku Faruk," ucapnya.
"Barsia bukankah, itu Kepala Suku Zayn," guman Faruk.
__ADS_1
"Yah, aku berasal dari Hulu sungai air terjun pelangi yang terhubung dengan dengan Suku Zayn. Sudah lama air bila tak mau mengalir ke sini. Namun, atas perintah Barsia aku pun mengalirkan air nila kembali yang berhubungan dengan air berwarna Gingga. Maafkan aku karna, menyandra mereka. Aku hanya sendiri disini setelah tuan ular pergi," tuturnya menunduk.
"Kenapa di mulut gua air terjun nila tak bisa dimasukin?" tanya Faruk.
"Untuk itu aku tak tau, yang jelas satu moster yang bukan dari bangsa kami," jawab Nila.
"Baikah aku akan memaafkanmu asalkan kamu lepaskan mereka dan bantu aku mencari tau ada ada di mulut gua nila!" seru Faruk.
Nila pun melepaskan Arcid, Eva dan Afdhal. Semuanya pun naik ke permukaan dengan kemampuan Nila yang benar.
Hampir dua belas jam Rasmi menunggu kedatangan mereka. Beberapa saat kemudian, semua muncul di permukaan air.
Faruk menceritakan semua yang tejadi kepada Arcid, Eva dan Afdhal. Ketiga manusia ini pun masih belum sadarkan diri karna, pengaruh serbuk milik Nila.
Rasmi pun meminta Nika memberikan obat penawar untuk ketiga manusia ini. Nila pun memberikan serbuk penawaran dalam kantung baju yang ia kenakan untuk mengobati ketiga manusia ini.
Dengan kemampuan Nila, ia pun membuka air yang mengalir di atas gua. Sebuah kekuatan besar menghalangi Nila untuk membuka air di mulut gua itu.
Dia kepala Suku sebelum Faruk. Dia sedang bersemedi di sana. Ia masih tak menerima kalau Faruk menjadi kepala suku untuk menggantikannya.
Kayuya sedang belajar sihir hitam untuk membuat Seluruh kampung hancur. Namun, sebelum rencana dimulai sudah keburu ketahuan oleh Faruk.
Kayuya hanya menjabat dua tahun saja, karna ia bersekutu dengan kelompok hitam membuatnya diusir dari ketua adat Suku Yina. Akan tetapi Kayuya tak menerima. Rasmi memilih Faruk daripada ia.
Tak hanya itu alasan ia bergabung dengan kelompok hitam. Ia pun ingin memiliki kekuatan melebihi Suku Zayn yang selalu dibanggakan.
Pertempuran pun tejadi antara Faruk dan Kayuya. Ia sudah mempelajari sihir hitam untuk melawan Faruk.
Kayuya mengeluarkan sihir yang tak bisa dihalau Faruk membuat Faruk kalah sampai terluka parah, dengan sekali pukulan.
__ADS_1
Ariel pun membantu memulihkankan Faruk. Kayuya tertawa bahagia sihir yang ia pelajari selama lima tahun ini benar-benar ampuh.
Nila pun mulai melawannya Kayuya. Ia tahu siapa yang berkhianat di Suku Zayn. Sampai manusia seperti Kayuya bisa mempunyai kemampuan sehebat itu.
Perempuan antara Nila dan Kayuya pun tak bisa dihindarkan lagi, sebagai air terjun pelangi rusak gara-gara serangan dari Kayuya.
Nila benar-benar bisa mengimbangi kemampuan Kayuya. Walau bagaimanapun Kayuya hanya seorang manusia sehebat apa pun dia. Tetap saja tak akan bisa menandingi kemampuan dari Suku Zayn sendiri.
Kayuya pun kalah dengan beberapa serangan dari Nila. Keserakahan tak akan membawa kemenangan. Kayuya terlalu serakah sampai ia lupa kalau kesempurna hanya milik Tuhan.
Kayuya hanya sebagian kecil dari mahluk yang menginginkan kekuatan instan. Setelah menjawab Kayuya, Nila pun ambruk tak sadarkan diri.
Seekor naga berwarna biru pun keluar dari air terjun air berwarna biru. Ia pun memberikan batu biru itu pada Nila, Faruk dan ketiga manusia itu. Sampai beberapa jam kemudian semua pun sadar.
Eva pun tersadar kalau semua itu hanya mimpi untuknya. Eva berharap Bintang menjadi miliknya namun, itu pun hanya bisa terjadi dalam mimpi.
Afdhal pun menangis karna, semua itu hanya mimpi. Faruk dan Ariel pun tersenyum melihat Afdhal.
Sedangkan Nila menatap Arcid namun, Arcid berpaling. Nila tau gadis yang ia sukai Eva walaupun Eva mencinta orang lain.
Tinggal satu lagi, untuk menetralisir semuanya. Arcid, Eva, Afdhal dan juga Ariel bersama Faruk harus bersemedi di bawah air terjun berwarna Gingga. Selama tujuh hari tujuh malam untuk semua bersih kembali. Sebagai tanda kalau ketiga manusia sudah selesai melakukan tantangan untuk menuju sebuah kedewasaan.
Selama hampir tiga bulan lebih, keempat manusia itu pun bisa pulang dengan selamat namun, ada sesuatu yang yang menunggu mereka di kota.
Faruk dan beberapa penduduk membantu membenahi air terjun pelangi untuk kembali seperti semula. Untuk mencegah Kayuya bangkit, para kepala adat pun membaca mantra-mantra dengan bantuan Nila untuk mengunci jiwa dari Kayuya yang sudah diberikan kepada kelompok hitam. Sekarang Kelompok hitam tak akan bisa mengambil jiwa dari Kayuya.
Seseorang pun yang sedari tadi memperhatikan mereka pun pergi dari sana dengan perasaan kecewa dan marah. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa saat jiwa Kayuya di kunci para pemangku adat.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya untuk meninggalkan jejak kalian dan mampir juga ke karya Author yang lain terima kasih.