DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
SEMBILAN


__ADS_3

Siska masih terdiam, sudah beberapa hari ia tak mau makan, tak mau bicara sama sekali, padahal tak ada yang salah dengan kondisi tubuhnya.


Setiap hari, Afdhal datang ke rumah sakit, untuk memastikan, kalau wanita itu, makan. Namun lagi-lagi ia tetap diam.


Vanila memperhatikan laki-laki mesum itu. Ternyata tak seburuk yang ia pikir. Gadis itu pun menghampiri Bintang yang masih belum sembuh benar.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Vanila duduk di sampingnya.


"Begini lah, aku masih belum bisa mengunakan kemampuanku," ucapnya sembari menatap tubuh Arcid yang belum sadar sama sekali.


"Separah itu kah tempat yang kamu dan Arcid datangi."


Bintang menganguk, "Bagaimana keadaan wanita bernama Zazah itu?"


"Belum stabil, ia masih syok kehilangan bayi dalam kandungannya!"


"Ada hal aneh tentang mimpiku?"


"Maksudnya?"


"Aku melihat wanita itu sedang bertarung dengan moster, ia begitu hebat melawan moster-moster di dunia lain."


"Itu hanya mimpi, mana mungkin ia bertarung dengan moster!"


"Tapi wanita itu, memang aneh!" seru Eva tiba-tiba masuk ruangan Bintang.


"Aneh bagaimana?" tanya Vanila penasaran.

__ADS_1


"Dia seperti bukan manusia? Kondisi tubuhnya pulih begitu cepat!" seru Eva serius.


Bintang mengerutkan keningnya, mimpinya itu seperti nyata, ia harus menyelidiki wanita itu. Vanika melirik Bintang, ia teringat dengan gadis yang menghilang sekitar 50 tahun lalu, ketika ia masih dalam pelatihan. Namun entahlah? Jendral Marisa memperingatkan untuk tak membahas masa lalu di depan Bintang. Sebenarnya Vanila sendiri tak tau, apa yang terjadi pada Bintang? Sampai semua kepala keamanan dunia lain merahasiakan identitas Binatang. Di tambah indentitasnya di jaga begitu ketat sampai tak ada seorang pun yang bisa masuk.


Eva memperhatikan Vanila dan Bintang kedua mahluk dunia lain itu, seperti menyembunyikan sesuatu yang mereka sendiri tak tau?


🍀🍀🍀🍀🍀


Keadaan Arcid sudah pulih, ia bersiap untuk kembali ke dunia manusia karna sudah terlalu lama ia pergi. Perlahan Arcid membuka matanya, ia mendengar obrolan Bintang, Eva dan Vanila tentang wanita bernama Zazah itu. Arcid sengaja menutup matanya kembali, ia ingin lebih jelas mendengar apa yang terjadi?


Arcid melirik Bintang, membuat laki-laki terkejut dan juga senang, "Syukurlah kamu sudah sadar," ucap Bintang membuat Vanila dan Eva melirik ke arah Arcid.


Eva memeluk rekannya itu, ia merasa bersyukur, kalau Arcid sudah tersadar kembalikan, "Aku khawatir, kamu tak bisa bangun lagi?" ucap Eva sambil meneteskan air matanya.


"Kamu merindukan aku," ledek Arcid sambil tersenyum.


"Aku di sini?" ucapnya sudah berada di depan pintu, tersenyum kepada Arcid.


Afdhal berjalan menghampiri Arcid, entah kenapa? Dada Vanila berdebar, ia bingung dengan hatinya sendiri. Ada apa dengannya? Senyuman laki-laki mesum itu, membuat ia merasa resah.


Tak ada yang bisa membuat gadis-gadis berpaling kepada Polisi tampan seperti Afdhal. Ia begitu tegas, pintar, luwes dan juga cerdas. Namun satu kelemahannya, wanita. Ia tak bisa jauh-jauh dari yang namanya wanita.


Pacarnya di mana-mana, ia pun mengungkan mantra khusus untuk menjerat wanita, hanya Eva dan sesesama Polisi wanita yang tak tergoda olehnya. Mungkin sudah tau, belangnya polisi ini. Namun kali ini, mantra khususnya membuat Vanila tergoda.


🍀🍀🍀🍀🍀


Karna dua rekannya Vanila dan Bintang sedang bertugas di dunia manusia, kini tugas Lionil mengikuti Jendral Marisa. Serangan Vanika waktu itu, masih membuatnya sakit di bagian dada, wanita tangguh itu, membuatnya menyesal sudah menyia-nyiakan gadis itu.

__ADS_1


Lionil ingin meminta maaf, namun tak bisa. Jarak dan waktu telah memisahkan keduanya. Lionil tak tau, sampai kapan tugas dari Jendral Marisa usai. Mereka sudah satu bulan tinggal di dunia manusia. Laki-laki itu, berharap mereka berdua baik-baik saja.


Rasa bersalahnya kepada kekasih dan sahabatnya, membuat ia merasa tak berani untuk menemui mereka berdua.


Malam ini, Lionil mengikuti Jendral Marisa untuk menyelidiki rumah Selia. Hatinya berat untuk datang ke rumah itu, Lionil masih teringat tentang kejadian satu bulan yang lalu. Mengkhianati Bintang dan Vanila.


Hampir satu jam Lionil menunggu di tempat persembunyian bersama Jendral Marisa. Kali ini, ia menyelidiki rumah Selia. Lionil selama ini tak tau siapa Selia. Baik Bintang atau pun Lionil Selia bukan gadis biasa.


Beberapa saat pun datang, beberapa moster jahat masuk rumah Selia dari berbagai sudut. Entah apa ada di sana? Lionil dan Marisa tak bisa melangkah lebih dekat lagi. Tempat mereka saat ini, yang paling aman. Namun bisa melihat kegiatan mereka dengan begitu jelas.


Marisa mengambil teropongnya di gelang ruang yang ia gunakan, di dalam gelang itu begitu banyak benda-benda yang begitu banyaknya. Tanpa harus cape membawanya kemana pun mereka pergi. Cukup di simpan dalam satu gelang saja, semuanya beres. Bila membutuhkan sesuatu, bisa mengeluarkannya dengan menyebutkan beberapa mantra khusus untuk mengeluarkan dan memasukan benda apapun yang mereka inginkan.


Ada sekitar, sepuluh moster yang berada di rumah Selia. Beberapa diantaranya, moster kelas kakap. Lionil semakin bingung dengan gadis polos ini. Ternyata Selia bukan gadis biasa. Apa yang dilihatnya, kali ini? Membuatnya merasa semakin bersalah kepada Bintang dan Vanila.


Marisa mulai mendengar apa yang mereka katakan! Yang jelas ia telah berkhianat karna telah bekerja sama dengan para monster-moster.


Lionil dan Bintang benar-benar tertipu dengan wajah polosnya. Namun apa yang dilihatnya kali ini, membuat ia semakin bingung. Untuk mempercayai apa yang dilihatnya? Bintang pun pasti tak akan percaya.


Lionil memikirkan, sejak kapan ia bergabung dengan penjahat-penjahat ini? Sebuah pertanyaan besar, dalam pikirannya mengganjal. Namun ia harus fokus untuk menyelidiki tentang Selia.


Terlihat Jendral Marisa begitu serius, sampai Lionil bingung. Apa yang sedang ia selidiki?


🍀🍀🍀🍀🍀


Zazah terdiam, ia mulai tenang setelah diberikan suntik bius. Ia tak tertidur, namun sedikit lebih tenang. Wanita itu, masih belum bisa menerima kalau, bayinya tewas karna penusukan itu. Wanita itu, bingung tak tau salahnya dimana? Suaminya tak memperdulikannya, bagaimana ia bisa hidup. Sudah tak ada harapan lagi untuknya. Sekarang ia tak tau, harus hidup seperti apa? Dalam lamunannya pun terbesit wajah Bintang. Lagi-lagi polisi itu, ia bingung kenapa wajahnya tak asing. Ada sesuatu yang tak bisa ia mengerti, tentang semua mimpinya. Maksudnya apa? Wanita ini masih tak mengerti dan tak tau apa yang terjadi di masa lalu. Ia sama sekali tak mengingat apapun tak ada yang bisa ditanyakan, semua orang yang berada di panti asuhan itu, telah tewas dalam kebakaran. Kepada siapa lagi iya bertanya?


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2