
Dari kejauhan terdengar suara ledakan, Duar Duar Duar. Marisa berhenti sejenak, Lionil pun ikut berhenti. Keduanya penasaran apa yang terjadi di depan sana? Perlahan Marisa mulai turun menapaki tanah diikuti Lionil. Ia berjalan pelan sekali, Lionil tak tau apa yang Marisa lakukan? Laki-laki itu hanya mengikuti saja, soal tugas atau pun perintah dari Marisa. Lionil tak diberi tahu, misi apa yang sedang mereka kerjakan?
Perlahan Marisa berdiri di samping pohon, terlihat beberapa moster sedang berlatih tanding. Marisa mengerutkan keningnya, tak tau apa yang mereka lakukan?
Mereka saling menyerang, satu sama lain? Hingga salah satu dari mereka kalah. Mereka mengeluarkan semua jurus andalan mereka? Wanita itu masih bingung, sampai Lionil menepuk punggungnya, "Jendral lihat ke atas?" bisik Lionil pelan.
Marisa menoleh dan melihat ke atas, Wanita itu terkejut dengan apa yang dilihatnya. Seekor monster regenerasi yang cukup besar sedang melahap setiap moster yang kalah. Lionil mencoba menutup mulut Jendral Marisa dan membawanya pergi dari sana?
Setelah, Lionil merasa aman baru ia melepaskan Marisa. Wanita tersebut masih syok, baru kali ini, ia melihat moster yang begitu besar hampir 100x lipat dari ukuran moster pada umumnya.
Lionil mengambil air di tepi danau dengan daun, "Jendral minum dulu!" serunya sembari memberikan daun berisi air.
Marisa menerima daun yang berisi air itu, baru setelah itu, syok-nya hilang.
"Aku baru bertemu dengan moster sebesar itu," guman Jendral Marisa.
"Moster itu bernama Kuku, setiap bukan ketiga mereka berregenerasi menjadi moster yang paling besar di muka bumi, Kuku moster yang kanibal, semakin besar moster itu, semakin kuat dia, sepertinya moster besar itu yang paling kuat," tutur Lionil.
Jendral Marisa melirik Lionil, ia kagum dengan kecerdasan yang ia miliki. "Dari mana kamu tau soal moster ini?" tanya Marisa.
"Aku bangsa Kuku?"
"Maksudnya?"
__ADS_1
"Aku bagian dari mereka, setelah satu bangsa habis, di makan oleh moster yang paling kuat. Setelah itu, mereka tertidur selama 100 tahun untuk menumbuhkan bibit baru. Setelah mereka bangun jadilah seperti aku," tutur Lionil.
"Waw aku baru tau, tapi kenapa? Kamu membawa aku jauh dari mereka?"
"Kalau kita berada di sana, Jenderal akan menjadi makanan mereka?"
"Apakah mereka, harus makan sesama mereka?"
"Yah, tak hanya sesama jenis, tapi setiap mahluk yang berada di dekat mereka akan menjadi makannya. Kuku akan menghipnotis makanan untuk bertarung terlebih dahulu, serakah itu, Kuku akan makan moster yang kalah bertarung," jelaskan Lionil.
"Aku penasaran dengan bangsamu? Bisa kamu ceritakan?"
"Baiklah, Kuku yang hidup hanya satu dalam waktu 500 tahun. Kuku jenis yang langka. Kekuatan yang mereka miliki tergantung apa yang mereka makan. Namun Kuku mahluk abadi. Setelah ia mati pun, Kuku akan tumbuh dari sisa jasad mereka menjadi moster yang baru, menunggu bintik hidup 500 tahun kemudian."
Lionil tersenyum, "Jangan salah, kepintaranku di atas rata-rata," ucap Lionil
Marisa tesenyum.
🍀🍀🍀🍀🍀
Zazah masih bingung dengan apa yang ia lihat? Sesuatu yang tak bisa dijelaskan pun mulai terlihat. Sampai hantu-hantu penasaran pun ia lihat? Semua itu, membuatnya bingung. Namun, tak ada rasa takut sedikit pun dalam hatinya setelah melihat mereka.
Bintang masih memperhatikan Zazah, ia begitu penasaran dengan wanita itu, yang selalu hadir dalam mimpinya. Siapakah dia? Kenapa wajahnya seperti tak asing baginya? Padahal baru kali ini mereka bertemu? Bintang memikirkan, "Apakah pernah bertemu sebelumnya?"
__ADS_1
Eva memperhatikan Bintang, ia mulai kecewa. Melihat Bintang memperhatikan Zazah. Hatinya begitu sedih. Lagi-lagi seseorang yang ia sukai sekalu menyukai orang lain. Makanya sampai sekarang Eva masih sendiri. Padahal begitu banyak laki-laki yang menyukainya. Beberapa lamaran pun selalu ia tolak. Namun, kemampuan Eva ini berasal dari kakeknya yang memiliki kemampuan yang sama dengannya.
Eva masuk kepolisian pun karna, ayahnya seorang polisi. Umurnya baru 22 tahun, namun keluarganya begitu sibuk mencarikan jodoh untuknya. Keluarganya tak ada yang tau kemampuan Eva. Hanya Eva dan kakeknya saja. Namun lima tahun yang lalu, kakeknya tewas dalam sebuah kecelakaan. Kecelakaan yang menjadi misteri sampai hari ini.
Anehnya berkas-berkas tentang kematian kakeknya pun seolah raib, hilang bagai ditelan bumi. Tak ada yang tau, Komandan Erik pun tak mengetahui prihal tersebut. Namun, Eva yakin, Komandan Erik tau dengan semua kejadian lima tahun yang lalu, yang membuat kakeknya tewas.
Melihat Bintang membuatnya sedih. Gadis itu pun memilih untuk pergi dari sana. Tak ingin membuat hatinya semakin cemburu melihat Bintang memperhatikan Zazah.
Vanila masih dirawat dalam perawatan, tak ada satu makanan pun yang masuk ke dalam mulutnya. Membuatnya harus dirawat secara intensif. Kondisi tubuhnya kuat, hanya saja rahimnya lemah.
Vanila membenci janin dalam kandungan ini, ia terus berharap agar janinnya mati dalam perutnya. Ia tak mau melahirkan anak dari Lionil. Vanila tau, Lionil seorang monster Kuku. Ia akan memakan sesamanya, mungkin tubuh Vanila pun akan digerogoti habis.
Tak ada cara selain memusnahkan dirinya bersama janin dalam perutnya, namun Bintang selalu mencegahnya. Bintang sengaja menyuruh seluruh polisi wanita yang tangguh untuk menjaga Vanila di dalam ruangannya. Vanila tak bisa macam-macam bila ada para manusia ini. Vanila akan dihukum bila membunuh manusia tanpa sebab. Manusia mahluk yang paling di lindungi di dunia lain.
Vanila mulai lemah, janinnya mulai menghisap seluruh darahnya, membuat polisi wanita itu, merasa takut dan berlari ke luar ruangan. Mereka tak mau berjaga di ruangan Vanila.
Eva pun melihat apa yang terjadi, ia begitu syok melihat Vanila yang dikurung seperti ketuban pada rahim wanita pada manusia. Ia tertidur mengisap seluruh tubuh Vanila. Sampai moster itu kurus tinggal tulang, dari dalam ketuban itu keluar sebuah tentakel yang menjerat Eva, gadis itu memcoba melepaskan diri, ia tak mau mati dalam keadaan jomlo.
Dengan segala kekuatannya ia pun berhasil melepaskan diri. Ia meminta seluruh orang untuk di evakuasi. Tak ada yang boleh mendekati ruangan itu, Eva mencoba mengunci moster itu dalam ruang gaib yang membuat moster itu tak bisa keluar sama sekali.
Moster itu, tentakel itu terus memberontak berusaha keluar untuk mencari nutrisi untuknya. Moster itu sudah menghisap tubuh Vanila, ia membutuhkan nutrisi yang banyak.
Eva berlari mencari Bintang untuk memberitahukan apa yang terjadi kepada Vanila? Namun, Bintang tak ada di mana-mana? Eva berusaha mencari Bintang, karna kalau tidak seluruh manusia di rumah sakit akan menjadi makan moster itu. Situasi genting ini, hanya Eva yang tau? Eva belum sempat memberitahu yang lain, apa yang terjadi kepada Vanila?
__ADS_1
Bersambung...