DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
DUA PULUH TUJUH


__ADS_3

Samar-samar Marisa membuka matanya. Ia tak tak apa yang terjadi kepadanya? Wanita itu merasa kalau akan mati tadi. Marisa pun melihat Ariel tertidur disampingnya. Ia tak tau apa yang terjadi kepadanya. Ia pun menghembuskan nafas panjang.


Perlahan perawatan pun masuk memberitahukan kalau keadaannya sudah stabil dan racun dalam tubuhnya pun sudah tak ada lagi. Bisa dipastikan ia bisa pulang besok atau lusa.


Sebuah kabar yang gembira untuknya. Tapi, ia harus pulang ke mana? Selama ini, Marisa hidup sendiri. Tak ada yang menemani setelah Ronal dan Zazah pergi. Sedangkan dengan Bintang, Marisa hanya menjaganya untuk Zazah sahabatnya satu-satunya.


Marisa tak mempercayai siapapun lagi setelah kejadian itu. Ia tak mau sakit hati lagi dikhianati oleh seorang teman. Tak terasa air matanya pun menetes ke luar dari ujung matanya.


Marisa tak tau apa yang ia tangisi sampai membuat air matanya keluar dari matanya. Sebisa mungkin Marisa pun menghapus air matanya tak ingin ada siapapun yang melihatnya menangis.


Ariel pun membuka matanya dan terkejut melihat Marisa telah sadar. "Syukurlah kamu sembuh," gumannya sembari memegang kedua tangan Marisa.


Marisa pun melepaskan tangannya dari genggaman Ariel yang segera melepaskannya. "Maaf aku hanya terlalu senang saja," gumannya lagi sembari berpaling.


Seseorang pun membuka pintu ruangan Marisa. "Jendral...." ucapannya berhenti saat ia melihat Ariel berada di ruang rawat inap Marisa.


"Pratiwi, masuk saja!" serunya sambil tersenyum.


"Saya tak mengangu kalian?" tanya Pratiwi lagi merasa tak enak sudah menggangu antara Marisa dan Ariel walau ia tak tau ada hubungan apa mereka?


Pratiwi dan Ben pun masuk ruangan Marisa. "Ada apa komandan?" tanya Marisa lagi.


"Saya hanya ingin menanyakan bagaimana dengan Zazah dan Bintang. Apakah harus menggantikan mereka?" tanya Pratiwi serius.


"Apakah ketiga manusia itu tak bisa menghadapi musuh?" tanya Marisa lagi.


"Bukan begitu hanya saja bila mereka bertiga kurang maksimal?"

__ADS_1


"Selama Zazah dan Bintang belum sembuh bagaimana kalau Komandan Ariel yang membantu mereka sampai Zazah dan Bintang sadar!" saran Marisa.


"Aku?" tanya Ariel.


"Yah, Komandan Ariel ka tak sedang mengerjakan apa-apa? Lagi pula Komandan Ariel pun hebat tak kalah hebat dari Bintang," ucap Marisa sembari melirik Ariel.


Pratiwi dan Ben pun tersenyum. Dokter Anggi pun masuk. "Ibu, Ayah sedang apa di sini?" tanya Dokter Anggi.


Pratiwi dan Ben pun tersenyum. "Waw, Dokter Anggi, anak kalian?" tanya Ariel serius.


"Yah, Anggi dan Asha. Satu dokter satu lagi polisi," ucap Ben bangga.


Ariel dan Marisa pun tersenyum. "Sekarang, Ayah, Ibu dan Om Ariel keluar dulu. Saya mau memeriksa Jendral Marisa," ucap Dokter Anggi.


Ketiga orang itu pun keluar. Sedari tadi Ben senyum-senyum sendiri melihat Ariel. Namun, Ariel masih belum menyadari kalau Ben sedang menertawakannya. Ariel pun menyadari sikap Ben yang terlihat aneh.


"Sejak kapan kamu dan Jendral Marisa ada hubungan," tanya Ben langsung ke pokoknya.


Ariel pun tersenyum. "Hubungan apa?" tanya Ariel lagi malu-malu.


"Kamu pura-pura nih?" goda Ben.


Ariel pun melangkah tak ingin jadi bahan ledekan dari Ben suami dari Pratiwi mantan kekasihnya dulu.


"Kamu mau ke mana?" tanya Ben lagi.


"Mencari tiga anggota D.K.S," jawabnya tanpa menoleh lagi kepada Pratiwi dan Ben. Ariel pun berjalan ke luar rumah sakit. Entahlah rasanya ia sendiri bingung dengan apa yang ia rasakan kepada Marisa.

__ADS_1


Sampai keluar rumah sakit. Begitu terkejutnya Ariel saat melihat tiga manusia khusus itu pun telah ditangkap oleh cumi-cumi raksasa yang keluar dari tanah membuat Ariel pun melompat dan memotong tentakel milik cumi-cumi itu.


Cumi-cumi raksasa itu pun melepaskan Eva, Arcid dan Afdhal. Ketiganya pun berterima kasih kepada Ariel. Namun, cumi-cumi raksasa itu pun berhasil menumbuhkan kembali tentakel-tentakelnya yang tadi telah dipotong oleh Ariel yang sudah bersiap menghembuskan serpihan es dalam mulutnya setelah moster itu membeku. Ariel membakar tubuh cumi-cumi raksasa itu sampai habis tak tersisa lagi. Setelah itu moster itu pun menghilang tanpa jejak.


Eva, Arcid dan Afdhal pun berterima kasih kepada Ariel karna, sudah menolong mereka. Ariel pun memberitahukan kepada Arcid, Eva dan Afdhal kalau untuk sementara akan membantu kalian selama Zazah dan Bintang belum sadarkan diri. Semua pun setuju saat Ariel membantu mereka setelah melihat kemampuan Ariel yang begitu hebat melawan moster cumi-cumi raksasa itu.


Sebelum Ariel resmi membantu Arcid, Eva dan Afdhal. Ariel di panggil oleh Kapten Arsa secara pribadi. Setiap polisi di bagian yang berbeda dari polisi lainya harus ke berangkat ke air terjun pelangi. Ini sebagai tugas rahasia umum untuk setiap manusia yang bertugas di bidang supranatural. Karna, selain harus memiliki kemampuan yang luar biasa, fisik yang kuat ia juga harus berlatih di sana untuk kekebalan tubuh mereka untuk menjaga para manusia lainya.


Air terjun pelangi yang dianggap mitos oleh manusia biasa itu pun menjadi sumber kekuatan yang besar bagi seseorang yang memiliki kemampuan khusus seperti Arcid, Eva dan Afdhal.


Lagi pula usia mereka sudah cukup untuk berlatih di sana dengan para monster yang menjaga tempat itu. Pemerintah sudah kewajibkan untuk semua petugas keamanan yang memiliki kemampuan khusus.


Tanpa manusia tau, banyak kemampuan khusus yang dimiliki manusia tanpa manusia normal tau. Sebuah berkeliaran dan membaur dengan manusia-manusia biasa yang tak memiliki kemampuan sama sekali.


Semua sepakat untuk menyembunyikan kemampuan untuk melindungi manusia dari ancaman moster-moster yang melarajarela di muka bumi. Tak hanya Negara Bunga tempat semua tinggal beberapa negara besar yang ada di dunia ini pun sama memiliki Keamanan khusus seperti Departemen Keamanan Supranatural di negara Bunga.


Di Planet Twis ada lima puluh negara besar mencangkup pulau dan juga militernya yang cukup kuat menjaga keamanan dunia. Namun, semenjak portal dunia di buka banyak moster yang bermunculan untuk menghancurkan planet Twis ini beserta dimensi lain yang saling berhubungan dengan yang lain.


Walaupun portal dimensi sudah ada penjagaannya namun, tetap saja moster-moster itu selalu bermunculan atas perintah kelompok hitam yang sudah menjadi masalah global yang harus di basmi. Setiap negara pun bekerjasama untuk melindungi Planet Twis sebagai planet tempat tinggal kita semua.


Air terjun pelangi ada di perbatasan Negara Bunga dan Negara Buah sebagai pembatas dua negara. Air terjun pelangi berada dalam hutan Yiyina dengan hutan hujan paling besar di Planet Twis sebagai paru-paru dunia planet Twis yang menjadi tempat tinggal semuanya.


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen untuk meninggalkan jejak kalian. Dan mampir juga ke karya Author yang lain...


Karya ini Fantasi dengan dunia ciptaan Author sendiri. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2