DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
EMPATBELAS


__ADS_3

Bintang masih memikirkan siapa mahluk misterius itu? Apa tujuannya? Kasus ini benar-benar belum ada titik terang.


Komandan Pratiwi mengumpulkan semua anggota. Tak hanya, Arcid, Afdhal, Eva dan Bintang. Komandan Pratiwi juga memerintahkan Zazah untuk ikut dalam rapat.


Zazah tak mengerti dengan semua ini, kenapa ia juga ikut di panggil ke markas.


"Pak, kenapa saya ikut dipanggil?" tanya Zazah sedikit takut.


"Kamu tenang saja, mereka tak menggigit" ledek Afdhal membuat suasana menjadi tak tegang lagi. Karna, Arcid dan Bintang tersenyum. Hanya Eva yang masam. Zazah tau, Eva kenapa?


Sampai di markas, Kapten Erik, Komandan Pratiwi dan Jenderal Marisa sudah berada di dalam. Zazah semakin ciut melihat orang-orang hebat di hadapannya.


"Saya undang kalian di sini, ingin membentuk kalian tim khusus untuk menangani masalah-masalah yang tak bisa di jelaskan boleh nalar. Bila ada sebab pasti ada akibat. Masalah-masalah yang terjadi saat ini, bukan hanya masalah yang bisa ditangani oleh kepolisian biasa. Kasus tujuh orang wanita hamil pun sampai sekarang masih tak ada titik terang. Selama kalian mencari jawaban dari kasus yang kalian tangani, ada kasus-kasus kecil harus harus kalian tangani bersama yang tak bisa melibatkan polisi biasa, maka dari itu kami ingin membentuk tim khusus ini. Sanpai di sini, apakah ada pertanyaan?" tutur Komandan Pratiwi.


"Maaf Bu, tujuan saya di undang ke sini untuk apa yah?" tanya Zazah tak mengerti.


Komandan Pratiwi tesenyum. "Aku tau soal kemampuanmu saat ini," ucap Komandan Pratiwi.


Arcid, Afdhal dan Eva melirik ke arah Zazah. Ketiganya tak mengerti maksud dari komandan Pratiwi.


"Kalian pasti herankan, kenapa aku mengundang saudara Zazah juga."


Semua mengangguk, tak mengerti. "Baiklah aku jelaskan, saudara Zazah memiliki kemampuan supranatural seperti kalian setelah ia bangun dari koma, maka dari itu aku mengundangnya kemari untuk bergabung menjadi tim khusus." tutur Komandan Pratiwi lagi.


"Apa yang harus aku kerjakan bila masuk tim khusus ini," tanya Zazah serius.


"Tak semua manusia memiliki kemampuan yang sama seperti kalian. Semua yang saya panggil ke sini, orang-orang terpilih."

__ADS_1


Semua tak mengerti maksud dari ucapan komandan Pratiwi, mereka mendengar ucapan Komandan Pratiwi sampai selesai.


"Untuk saudara Zazah, ia akan menggantikan Vanila, karna, entah sampai kapan Vanila dan Lionil bisa bergabung dengan kalian. Para ketua di sini, telah sepakat untuk membentuk departemen baru di kantor ke polisi ini, Departemen Keamanan Supranatural di singkat D.K.S untuk mengurus semua kasus yang berhubungan dengan mahluk selain manusia."


Semua saling melihat, mereka masih merasa bingung dengan ucapan Komandan Pratiwi, apalagi Zazah. Ia benar-benar tak mengerti maksud semua ini.


"Aku jelaskan sekali lagi, bila kalian masih tak mengerti," ucap Jendral Marisa berbicara.


"Maaf Jendral, apakah saya akan tetap di sini?" tanya Bintang.


"Yah kamu akan tetap di sini sampai waktu yang tak ditentukan, kamu juga harus menjaga Vanila dan Lionil di sini, keadaan mereka berada di titik lemah, sampai janin itu lahir. Namun, tak perlu khawatir aku sudah membuat jaring gaib, untuk melindungi mereka. Tapi, tetap saja jaring gaib itu bisa pecah, musuh bisa kapan saja menyerang mereka?" tutur Jendral Marisa menjelaskan.


"Tujuan D.K.S untuk apa?" tanya Eva.


"Untuk melindungi masyarakat dari serangan mahluk-mahluk yang membuat kekacauan di dunia manusia. Agar kalian lebih fokus untuk menuntaskan kasus," jawab Jendral Marisa.


"Kita harus mulai dari S.H.A.D.D.A.W terlebih dahulu," ucap Arcid.


Mendengar ucapan Arcid, tiba-tiba wajah Kapten Erik pucat. Ia tak bisa berkata-kata lagi, semua akan segera terungkap. Perubahan sikap Kapten Erik membuat Bintang semakin curiga. Namun, masih sebatas kecurigaan saja. Bintang belum memiliki bukti untuk benar-benar membuat Kapten Erik menjadi tersangka.


"Oh yah, aku lupa memberitahukan kalian, anak hantu bernama Trial itu, korban pertama dari Shaddaw," ucap Eva.


"Maksudnya?" tanya Arcid dan Afdhal secara bersamaan.


"Yah, menurut keterangan dari anak hantu itu, Shaddaw menculik anak-anak untuk di jadikan tumbal persembahan untuk Lucifer. Semua ini, sudah terjadi sekitar 50 tahun yang lalu." tutur Eva.


Jendral Marisa terdiam mulai mengingat semua yang terjadi 50 tahun yang lalu. Ia kehilangan Zazah dan beberapa rekannya semua karna, pengkhianat itu. Jendral Marisa memperhatikan Zazah dan Bintang. Mereka, terpisah karna, kasus ini dan kembali karna, kasus ini juga. Bintang dan Zazah keduanya di Takdirkan bersama, walaupun terpisah sampai 50 tahun, pada akhirnya mereka kembali bersama.

__ADS_1


Zazah memperhatikan Jendral Marisa. Entah kenapa? Ia benar-benar merindukannya, ada perasaan dekat yang tak bisa di jelaskan. Baik jendral Marisa dan Bintang kedua orang itu, begitu berarti baginya. Entah apa yang terjadi di masa lalu.


Zazah pun merasa tak asing mendengar nama Shaddaw itu. Untuk mengembalikan ingatannya kembali, siapa dirinya? Zazah akan mutuskan masuk D.K.S.


"Saya sudah memutuskan," ucap Zazah membuat semua yang ada di ruangan itu pun terdiam memperhatikan Zazah.


"Aku akan bergabung masuk D.K.S. Aku ingin mengetahui siapa yang membuat aku kehilangan anakku," ucap Zazah serius.


Jendral Marisa dan Komandan Pratiwi. Hanya Kapten Erik yang tak senang. Sedari tadi Bintang memperhatikan Kapten Erik. Membuat Kapten Erik selalu salah tingkah. Ia takut Bintang curiga. Karna, sikapnya yang seperti itu, benar-benar membuat Bintang semakin curiga.


"Diantara kalian siapa yang mau jadi pemimpin?" tanya komandan Pratiwi.


Semua menunjuk ke arah Bintang. "Aku, aku bukan manusia, kalian saja?" guman Bintang.


"Kamu saja Bro, aku percaya padamu?" guman Afdhal. sambil menepuk punggung Bintang.


"Aku pun sama, menunjukmu? Bagaimana Eva dan Kak Zazah,?" tanya Arcid.


"Aku terserah saja," jawab Eva berpaling merasa tak suka satu tim dengan wanita bernama Zazah.


Sedangkan Zazah hanya tersenyum saja, tanpa menjawab.


"Baiklah sudah di putuskan, Komandan Bintang yang akan menjadi pemimpin. Untuk wakil aku, menunjuk kau, inpectur Arcid. Kalian setuju," tanya Komandan Pratiwi.


Semua menganguk menyetujui perintah dari Komandan Pratiwi. Hanya Kapten Erik saja yang terlihat tak senang. Jendral Marisa sudah tau siapa dalang semua ini? Hanya saja, ia tak mempunyai bukti. Makanya Jendral Marisa meminta bantuan dari Bintang seperti 50 tahun yang lalu, akankan Bintang dan Zazah akan mengungkap semuanya lagi seperti kisah mereka yang belum selesai, 50 tahun yang lalu. Hanya mereka yang tau.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2