DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
LIMA BELAS


__ADS_3

Eva masih tak suka, jika harus satu tim dengan Zazah. Karna, itu akan membuat Bintang semakin dekat dengannya. Hatinya begitu sakit melihat mereka. Harusnya Eva tak begini, tapi bagaimana ini? Eva terlanjur menyukai Bintang! Tak ada toleransi untuk wanita lain.


Zazah menatap Eva dari jauh. "Maafkan aku Kak? Aku ikut bergabung dengan tim ini. Aku hanya ingin tau? Siapa dalang semua ini? Hatinya terlalu sakit untuk kehilangan bayi dalam rahimnya, bayi yang belum sempat ia lahirkan. Harus mati karna, mereka!" pikir Zazah dalam hati.


🍀🍀🍀🍀🍀


Beberapa meter dari markas besar, terjadi guncang gempa yang begitu dahsyat. Semua keluar dari gedung, entah apa yang terjadi? Semua berhamburan dari gedung untuk keselamatan mereka.


Setelah semua reda, beberapa orang pun pingsan secara mendadak. Belum ada yang menyadari dengan kejadian aneh ini. Bintang melihat sekelilingnya, banyak orang-orang yang pingsan di jalan. Zazah dan Eva pun sama-sama terkejut melihat apa yang terjadi?


Arcid mulai bersiap membaca mantra-mantra untuk melihat apa yang terjadi kepada semua orang? Sebuah kekuatan besar sedang menarik jiwa-jiwa manusia yang tak berdosa.


"Komandan Bintang, darurat. Kita harus segera menolong mereka?" ucap Arcid bersiap untuk menarik kekuatan besar itu. Afdah susah bersiap dengan rantai gaibnya melihat dengan Indra ke tujuhnya.


Begitu juga Eva dan Zazah bersiap dengan kemampuan mereka. Zazah sendiri tak tau harus bagaimana? Zazah belum bisa mengendalikan kemampuan itu. Eva mulai meloncat menentukan posisinya untuk menarik kekuatan itu, ikut bergabung bersama dengan yang lain.


Zazah dilanda kebingungan, ia harus melakukan apa? Pandangan Zazah teralihkan saat melihat Jendral Marisa, Komandan Pratiwi dan Kapten Erik terjebak oleh sebuah jaring laba-laba besar yang entah dari mana datangnya.

__ADS_1


Pikiran Zazah mulai teringat dengan sesuatu yang pernah terjadi kepadanya. Situasi yang sama persis seperti ini. Zazah mulai mengeluarkan suara dalam tubuhnya berteriak sekeras mungkin membuat semua yang terkena jaring laba-laba itu terlepas sendiri mulai jatuh ke tanah. Untunglah dengan sigap Bintang, Arcid dan Afdhal menangkap ketiga atasan mereka.


Jendral Marisa, Komandan Pratiwi dan Kapten Erik pun pingsan karna, jaring laba-laba itu, menyerap seluruh energi ketiganya. Suara Zazah tadi membuat seekor monster berwujud laba-laba keluar dari penyembunyiannya. Eva masih menahan aura itu sendiri, Zazah pun melompat ikut menahan seluruh aura dari manusia-manusia yang pingsan tadi.


Setelah membaringkan ketiga atasan di tempat yang aman. Ketiga Laki-laki itu pun bersiap. Untuk melawan laba-laba raksasa itu. Afdhal susah bersiap mengikat tubuh laba-laba itu, dengan rantai gaibnya. Arcid pun kembali mengikat tubuh laba-laba itu dengan Mantra-mantra yang ia bisa. Bintang pun bersiap memotong tubuh laba-laba raksasa itu dengan pedang yang berasal dari aura Bintang.


Dengan sekali tebas, laba-laba raksasa itu hancur berkeping-keping. Zazah dan Eva masih memegang aura itu, yang ditarik oleh ketuaatan besar yang entah dari mana datangnya. Kedua wanita ini, hampir saja kebawa oleh kekuatan itu. Membuat Bintang, dengan sigap membelah aura itu, sampai kedua wanita itu terjatuh ke tanah.


Bintang mulai membelah tanah, membuat jarak antara tanah yang ia pijak dengan tanah yang lain. Sebuah kekuatan merah pun muncul dari dalam tanah itu, Kekuatan yang begitu besar yang entah dari mana mereka berasal. Kekuatan besar itu, yang menarik jiwa-jiwa manusia itu.


"Dengarkan aku, aku hitung sampai tiga kalian harus menyerang kekuatan ini, secara bersamaan," teriak Bintang. Arcid, Eva, Zazah dan Afdhal pun menganguk.


Bintang, Arcid, Zazah dan Afdhal mulai memperlambat kekuatan mereka. Eva pun melompat masuk, "Tunggu Eva, jangan masuk?" tahan Bintang. Namun, Eva terlanjur masuk. Membuat tubuhnya tersengat listrik dengan tegangan tinggi. Dengan sigap Zazah menolong Eva yang hampir jatuh ke tanah.


Tubuh Eva, tak kuat menahan listrik itu, membuatnya tak sadarkan diri. Sebelum Eva pingsan, Eva meminta untuk menolong anak hantu itu. Zazah menganguk, untuk menepati janjinya untuk menyelamatkan anak hantu itu.


Zazah membaringkan tubuh Eva di sebelah Jendral Marisa, namun tubuh Kapten Erik tak ada bersama tubuh Jendral Marisa dan tubuh Komandan Pratiwi. Zazah mencari di mana tubuh Kapten Erik. Sampai membuatnya di tarik oleh sesuatu kekuatan yang lain. Zazah mencoba melepaskan diri.

__ADS_1


Listrik dengan tegangan tinggi, menyambar tubuh Zazah berkali-kali. Namu, tubuhnya tak berasa sana sekali. Zazah berusaha melepaskan diri. Semakin Zazah memberontak semakin tinggi tegangan listrik yang menyambarnya.


Bintang terdiam, menyuruh Arcid dan Afdhal untuk tak menyerang kekuatan merah itu. Bintang pun memikirkan jiwa anak hantu itu. Arcid dan Afdhal masih menunggu perintah dari Bintang. Bintang masih berpikir, namun, pikirannya tertuju kepada Zazah. Ia melihat sekelilingnya, tak ada Zazah di mana-mana. Bintang menggunakan Indra ke tujuhnya sekali lagi memcari keberadaan Zazah. Bintang pun melihat Zazah sedang berusaha melepaskan diri dari kekuatan dari listrik.


Bintang menyuruh Arcid dan Afdhal untuk menahan kekuatan merah itu, agar tak semakin menyebar dan berubah bentuk semakin besar. Bintang pun mencari keberadaan Zazah yang ia lihat sedang dibelenggu oleh kekuatan listrik.


Dengan sigap, Bintang memotong aura yang membelenggu Zazah dengan sekali tebas. Zazah pun terlepas hampir jatuh ke tanah, segera ditangkap Bintang. Keduanya saling berpadangan dalam waktu beberapa menit saling berpelukan sampai ke tanah. ( Adegan romansa yang jarang terjadi di cerita Fantasi )


Keduanya pun tersadar, mulai kembali ke tugasnya semula. Keduanya wajah Zazah dan Bintang merah, pikiran mereka sama. Bisa-bisanya dalam urusan genting keduanya saling mengagumi. Keduanya pun kembali berkonsentrasi. Untuk membantu menyelamatkan anak hantu itu.


"Zazah, apakah tubuhmu tahan listrik?" tanya Bintang serius sempat melihat tubuh Zazah yang tidak terjadi apa-apa saat disengat listrik dalam tegangan tinggi?


"Aku tak tau? Tapi, tubuhku tak apa-apa saat kekuatan itu menyerangku dengan listrik tegangan tinggi," jawab Zazah, tak berani melihat wajah Bintang.


"Kalau begitu, kamu harus masuk ke dalam kekuatan merah itu, untuk mengambil jiwa anak hantu itu. Kita tak bisa meyerang, kekuataan merah itu, kalau masih ada anak hantu itu didalamnya."


"Baikah akan aku coba?"

__ADS_1


Bintang dan Zazah pun mulai bersiap untuk menuju kekuatan merah itu, Arcid dan Afdhal masih bertahan menahan kekuatan itu untuk tak sampai membesar sesuai perintah Bintang.


Bersambung...


__ADS_2