
Zazah mulai bersiap untuk masuk kedalam kekuatan merah itu, dengan bantuan Bintang, Zazah pun berhasil menembus kekuataan merah itu, tanpa membuat tubuhnya terluka. Arcid dan Afdhal kagum dengan kemampuan Zazah. Di dalam kekuataan merah ini, Zazah berusaha melepaskan anak hantu, Trial untuk melepaskan diri dari sana.
Lama sekali Zazah di dalam. Membuat Bintang, Arcid dan Afdhal khawatir. Zazah mencoba menarik tangan Trial namun, satu kekuatan menghalangi Zazah untuk bisa menebus jiwa Trial. Di dalam kekuataan merah ini, begitu terasa panas, tubuhnya seperti benar-benar terpanggang hidup-hidup.
Zazah tak mau mati di sini. Zazah harus cepat berpikir. Ia memikirkan es keluar dari telapak tangannya. Tiba-tiba saja, apa yang dipikirkan Zazah terjadi secara nyata. Zazah pun berpikir untuk menarik jiwa Trial keluar dari sini dengan kemampuan es-nya itu. Hawa yang asalnya panas, berubah menjadi dingin.
Zazah pun keluar dengan Trial yang tak sadarkan diri dari kurungan kekuataan merah itu. Dengan mengunakan pikirannya juga, Zazah membekukan semuanya sampai semua kekuatan itu tak bisa bergerak sama sekali.
Bintang, Arcid dan Afdhal tak bisa berhenti terkagum dengan kemampuan dari Zazah yang baru saja mereka lihat. Dengan sekali lompatan Zazah pun mengendong jiwa Trial yang masih tak sadarkan diri.
Kekuatan merah itu pun berhasil membuka dirinya sendiri dari pembekuan yang dilakukan Zazah tadi. Bintang, Zazah, Afdhal dan Arcid pun sudah bersiap menyerang mereka.
Kekuatan merah itu semakin membara menjalar ke mana-mana. Kekuatannya semakin kuat membuat empat orang itu pun kewalahan. Semua sudah melawan semaksimal mungkin. Namun, kekuatan itu malah semakin membesar.
Bintang melihat kesekeliling, ia yakin ada yang mengendalikan kekuatan merah ini. Semua harus dituntaskan hari ini.
"Arcid, coba cari seseorang yang mengendalikan kekuatan ini dengan matramu?" ucap Bintang.
Arcid pun menutup matanya dan mulai berkonsentrasi. Sesuai ucapan Bintang, seseorang memakai jubah hitam sedang mengendalikan kekuatan merah itu. Dia bersembunyi di balik pohon itu.
__ADS_1
"Arah kanan Bintang?" teriak Arcid karna, ia melihat dia mulai melarikan diri.
Bintang pun mengeluarkan kemampuannya untuk menahan seseorang itu, agar tak bisa kabur. Afdhal mulai mengurung orang itu dengan jaring gaib yang ia punya agar ia tak bisa kabur. Begitu juga dengan Arcid mengikat tubuhnya dengan Mantra-mantra yang ia punya.
Seseorang itu berusaha melepaskan diri dari cengkraman mereka yang telah mengepungnya. Zazah masih memperhatikan dia. Hatinya bertanya-tanya apakah benar dia yang membunuh bayinya?
Zazah pun begitu penasaran dengan sosok di dalam jubah hitam itu. Zazah pun mendekatinya. Zazah membuka tudung jubah hitamnya. Semua terkejut dengan apa yang dilihatnya. "Kapten Erik?" ucap mereka berempat serentak.
Pria itu tersenyum kecut. Pria itu telah mengakui semuanya. 50 tahun yang lalu ia dan beberapa rekannya penganut ilmu sesat. Mereka menyembah Lucifer untuk keabadian sebagai anak kecil yang bernama Trial, menjadi tumbal pertama mereka.
Kelompok hitam itu juga yang mengkhianati Zazah dan Marisa. Mereka berempat tak mengerti dengan ucapan dari Komandan Erik.
Komandan Erik pun mulai menceritakan semuanya. Dari awal kejadianya sekitar 50 tahun yang lalu. Lima orang sahabat, Marisa, Zazah, Argo, Erik dan Ronal pun memilih satu misi yang sama seperti kalian ini.
Hingga salah satu dari kami berkhianat. Argo yang lebih dulu bergabung dengan kelompok hitam yang ingin menguasai jagat raya. Diantara kita, tak ada yang tau, kalau salah satu dari kita berkhianat. Setiap ada masalah kelompok hitam selalu lolos dari kami.
Kelompok hitam selalu membuat kekacauan dari dua dunia. Tak hanya dunia lain dunia manusia juga mereka resahkan. Hingga datanglah Bintang untuk membasmi semuanya. Kekacauan itu, membuat semua menjadi kacau. Penyakit dan virus meyerang diantara dunia manusia. Banyak yang menjadi korban karna, ulah kelompok hitam.
Zazah dan Marisa ditugaskan datang keduanya manusia. Untuk membantu manusia yang bernama Bintang. Sedangkan di dunia lain ada Argo, Ronal dan Erik.
__ADS_1
Erik tak tau apa yang terjadi antara Bintang dan Zazah? Hanya Marisa yang tau semuanya. Selama Zazah dan Marisa ke dunia Manusia. Argo mulai meracuni Ronal dan Erik untuk bergabung dengan kelompok hitam.
Argo sekali bersiasat untuk membuat Erik dan Ronal mengikuti jejaknya. Banyak keuntungan bila masuk kelompok hitam, semuanya sudah terikat sampai mati. Dengan meminum darah hitam dari Lucifer membuat kelompok hitam memiliki kekuatan lebih dari biasanya. Kekuatan mereka begitu kuat sampai tak terkalahkan.
Karna, kekuataan itu juga membuat seseorang yang yang sudah terikat menjadi haus akan darah manusia semakin banyak meminum darah semakin kuat kemampuan mereka.
Argo sengaja mengirim Zazah dan Marisa ke dunia manusia. Untuk membuat Ronal bergabung dengannya. Tak ada yang tau apa tujuan dari Argo untuk bergabung dengan kelompok hitam?
Erik yang saat itu masih labil. Ikut bergabung karna, Argo mengancam akan membunuh seluruh keluarganya. Setelah Erik masuk pun, Argo tetap membunuh keluarga Erik dengan tujuan pengabdian.
Erik tak bisa menolong keluarganya sendiri, karna, Erik sudah terikat dengan itu. Kekuatan hitam itu membuat Argo semakin dikuasai kejahatan. Tak ada sisi baik dalam hatinya.
Argo membuat kekacauan yang begitu parah di dunia lain. Ronal kakak dari Zazah tak berniat untuk bergabung dengan Argo. Ronal memilih untuk melindungi mahluk tak berdosa dari pada harus memusnahkan semua.
Argo mengincar bunga kehidupan dari dalam tubuh Ronal yang di berikan pemimpin Suku Zayz sebuah suku primitif yang tak bisa dilihat oleh sembarang mahluk. Suku Zayz selaku berpindah dari satu dimensi ke dimensi yang lain. Tak ada yang bisa menemukan Suku Zayz bila, mereka tak berjodoh dengan mereka.
Alam semesta ini, hanya Suku Zayn yang paling kuat dari setiap Suku yang ada di jagat raya. Tak ada yang bisa menandingi kehebatan mereka. Ronal yang beruntung saat itu, berhasil bertemu dengan pemimpin dari Suku Zayn.
Ronal memiliki jiwa yang murni yang akan datang setiap seribu tahun yang lalu. Ronal yang terpilih dari ribuan mahluk di dunia lain. Itu yang membuat Argo iri kepadanya. Argo rela bergabung menjadi bagian dari kelompok hitam yang tak puas untuk menghancurkan seluruh alam semesta.
__ADS_1
Padahal Ronal dan Argo bersahabat dari kecil. Keduanya besar dalam lingkungan yang sama. Namun, tak membuat Argo menjadi lebih baik. Sekian tahun, Argo menahan rasa bencinya untuk menghancurkan semua milik Ronal yang tak pernah menganggapnya musuh sama sekali.
Bersambung...