DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
DUA PULUH DUA


__ADS_3

Ariel masih memperhatikan Zazah dan Bintang. Rasanya rindu sekali pada mereka. Tapi, sekarang kondisinya sudah berubah. Tak sama seperti dahulu.


Bintang masih mencoba mengingat kembali tentang Ariel namun, ingatan itu seakan terhapus sama sekali. Bintang sekali berharap kalau Jendral Marisa segera sadar untuk mengatakan semuanya kisah dari masa lalunya.


🍀🍀🍀🍀


Tak ada yang tau kalau Jendral Marisa sudah sadar. Ia selalu pura-pura tidur setiap kali ada yang datang. Wanita itu tau kalau semua mahluk menunggunya. Untuk mengatakan yang sebenarnya tentang masa lalu Zazah dan Bintang.


Jendral Marisa masih belum bisa menceritakan semua itu. Hatinya begitu sakit mengingat semua itu. Rasa sakit karna, dikhianati itu selalu membekas dalam hatinya. Bahkan jika bisa Jendral Marisa ingin melupakan itu.


🍀🍀🍀🍀


Zazah memegang perutnya sendiri saat melihat wanita hamil melewatinya. Andai semua ini tak pernah terjadi mungkin bayinya akan selamat. Hatinya begitu sakit saat mengingat kembali kalau bayinya sudah tidak ada lagi.


Zazah pun sudah mencari ke mana-mana di mana kah suaminya itu. Namun, dia tak ada di mana-mana. Suaminya benar-benar seperti ditelan bumi. Bagaimana bisa orang itu menghilang?


Zazah pun berpikir untuk tak mencari suaminya lagi saat Zazah melihat Bintang. Entah kenapa hatinya tenang saat melihat laki-laki itu?


Zazah masih memperhatikan Bintang yang sedang berlatih dengan Arcid dan juga Afdhal. Bintang mengeluarkan serangan untuk melawan Arcid dan Afdhal. Membuat keduanya tak bisa menahan serangan itu. Padahal Bintang baru mengeluarkan sedikit saja dari kemampuannya.


Arcid dan Afdhal harus banyak berlatih lagi untuk bisa melawan Bintang. Sekarang giliran Arcid dan Afdhal yang menyerang Bintang namun, dengan sekejap serangan itu kembali menghantam dua manusia itu.


Afdhal dan Arcid benar-benar merasa kelelahan saat melawan Bintang yang baru saja beberapa menit. Sedangkan Bintang baik-baik saja tak setetes keringat yang keluar dari tubuh kekarnya.


"Ayo, aku belum melakukan apa-apa? Serang aku lagi," ucap Bintang memberi semangat kepada rekannya Arcid dan Afdhal yang sedari tadi kalah melawan Bintang.


Arcid dan Afdhal saling melihat keduanya berpikir untuk bekerjasama mengalahkan Bintang. Karna, sedari tadi keduanya melakukan serangan sendiri-sendiri membuat Bintang mudah mengalahkan Arcid dan Afdhal.


Arcid dan Afdhal pun mulai bekerja sama untuk melawan Bintang yang sedari tadi mulai bosan melawan keduanya. Namun, melihat keduanya sudah bekerja sama membuat Bintang mulai serius melawan mereka.

__ADS_1


Afdhal dan Arcid mengeluarkan serangan berwarna biru untuk menyerang Bintang sedangkan Bintang serangan berwarna merah. Sekarang lawan mereka mulai seimbang membuat Bintang bersemangat.


Zazah masih memperhatikan latihan Bintang, Afdhal dan Arcid. Sampai lammunan buyar saat seseorang menepuk punggungnya. Zazah pun menoleh, terlihat Eva di belakangnya.


"Aku ingin latihan melawanmu!" seru Eva serius.


"Aku tak mau, kamu baru sembuh. Aku tak mau menyakitimu," guman Zazah beranjak.


Namun, Eva menarik tangan Zazah mulai melakukan serangan dingin membuat tangan Zazah membeku.


Eva benar-benar memaksa Zazah untuk menyerangnya. Zazah pun mengeluarkan aura panas dalam tubuhnya membuka tangan Eva yang terbakar dan melepaskan tangannya dari tangan Zazah.


Eva pun melompat mulai menyerang Zazah dengan serangan air yang ia kendalikan. Zazah menepis serangan Eva yang begitu menggebu menyerangnya. Sedangkan konsentrasi Bintang teralihkan karna, Eva menyerang Zazah.


Bintang pun melompat lebih tinggi membuat Arcid dan Afdhal pun mengejarnya sampai ke atas. Bintang memperhatikan Zazah dan Eva di atas pohon. Arcid dan Afdhal pun melihat Bintang yang memperhatikan Zazah dan Eva.


Beberapa kali, Eva menyerang Zazah namun, dengan kecepatannya serangan Eva tak mengenainya. Zazah bisa membaca gerakan lawan dengan cepat sampai serangan Eva tak pernah mengenainya.


"Aku mengajak kalian ke sini untuk melihat pertarungan Eva dan Zazah," ucap Bintang serius.


Arcid dan Afdhal saling melihat tak mengerti maksud Bintang. "Kalian perhatikan Zazah yang bisa membaca serangan lawan. Walaupun Zazah tak sekuat Eva. Namun, Zazah tak kalah dari Eva," guman Bintang masih memperhatikan pertempuran itu.


Arcid dan Afdhal pun memperhatikan Zazah yang benar-benar bisa membaca situasi serangannya terpaku pada gerakan Eva. Bukan seberapa besar kekuatan yang mereka miliki.


"Sekarang, kalian tau kenapa kalian kalah terus?" tanya Bintang.


Arcid dan Afdhal mengangguk. Mulai mengerti maksud Bintang. Bukan kekuatan mereka yang salah tapi cara bertarung mereka yang salah.


Di bawah Eva sudah mulai kelelahan, begitu juga Zazah yang merasakan lelah karna, sedari tadi menghindar dari serangan Eva. Kedua wanita ini, mengatur nafasnya yang tersengal-segal. Tak salah melawan Eva yang memiliki ke cepatan luar biasa. Tak mudah mengalahkannya.

__ADS_1


"Aku ingin kamu serius," guman Eva karna, Zazah sedari tadi menghindari serangannya.


"Aku tak bisa melawanmu," guman Zazah.


"Kenapa?"


"Aku tak sekuat kamu!"


Eva tersenyum. "Kamu harus melawanku sekarang, untuk mengetahui seberapa besar kemampuan yang kamu miliki," ucap Eva.


"Baikah," ucap Zazah yang mulai serius untuk melawan Eva.


Zazah pun menyerang dengan serangan api yang keluar dari tubuhnya. Eva benar-benar terkejut dengan aura yang dimiliki Zazah. Tak hanya Eva yang terkejut, Bintang, Arcid dan Afdhal pun sama-sama terkejut.


Arcid dan Afdhal baru melihat kemampuan Zazah dengan aura yang begitu kuat. Rasanya kemampuan Zazah ini lebih seperti Bintang.


Ariel dari jauh memperhatikan mereka berlatih. Ia tak heran dengan aura yang dimiliki Zazah begitu kuat dan hebat. Hanya Bintang saja yang bisa melawannya. Ariel sendiri masih belum mengerti dengan apa yang terjadi selama 50 terakhir ini.


Jendral Marisa meneteskan air matanya. Zazah sudah kembali seperti dulu. Itulah kemampuan yang yang dimiliki Zazah. Sebuah kekuatan yang begitu kuat dan hebat.


Sekarang Zazah yang menyerang Eva membuat Eva benar-benar berkonsentrasi untuk membalas serangan dari Zazah. Eva sendiri belajar dari Zazah untuk membaca situasi.


Zazah belum mengeluarkan seluruh kemampuannya. Hanya sebagian saja auranya yang di keluarkan Zazah. Akan tetapi Eva sudah kewalahan. Eva tak tau seberapa besar kekuatan yang Zazah miliki. Sampai luka dalam tubuhnya pun perlahan menghilang tak berbekas sama sekali.


Zazah sendiri tak tau apa yang ia rasakan. Seluruh kekuatannya berkumpul dalam satu titik yang membuatnya menjadi berbeda. Zazah bingung bagaimana mengendalikan kemampuan ini. Karna, sedari tadi Zazah terus saja menyerang Eva tanpa ampun. Eva sampai benar-benar kewalahan sampai Eva menyesal sudah menantang Zazah.


Situasi mulai tak bisa dikendalikan oleh Zazah. Kekuatan dalam tubuhnya telah membuat kesadaran Zazah hilang. Bintang pun turun ke bawah untuk menghentikan Zazah yang sudah keluar dari batasnya.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like yah,


Mampir juga ke novel Author yang sudah Tamat kasih rating yah. "Ketika Cinta Datang" dan dua novel yang masih on going. "Irani Gadis Indigo," dan "Alika Si Penyihir Cantik" terima kasih


__ADS_2