DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
DUA PULUH SEMBILAN


__ADS_3

Arcid dan Afdhal pun memikirkan cara untuk membuat ular itu berhenti mengeluarkan api. Ular itu sudah membakar banyak mahluk hidup di sekitarnya. Keduanya hanya memiliki waktu tiga jam saja untuk menyelesaikan tantangan ini.


Keduanya benar-benar berpikir keras. Bagaimana caranya, mereka tak punya banyak waktu?. Bagi Arcid dan Afdhal waktu tiga jam waktu yang sebentar.


Sudah satu jam waktu mereka terbuang percuma. Mereka berdua belum bisa menemukan cara untuk menghilangkan api dalam mulut ular itu yang sedari tadi mengamuk kesakitan.


Arcid pun berunding sebentar. Arcid akan menegang ekor ular itu sedangkan Afdhal akan memegang kepala dari ular itu. Dalam hal ini, kerja sama itu begitu penting dalam situasi ini.


Perlahan Arcid mulai melompat ke arah belakang ular itu. Untuk memegangi ekor dari ular itu. Sedangkan Afdhal sudah bersiap memegangi kepala ular itu.


Secara bersamaan Arcid dan Afdhal memeganggi kepala dan juga ekor ular itu. Ular tersebut mengamuk meronta-ronta. Akan tetapi, tiba-tiba saja ular itu berubah menjadi seorang laki-laki membuat Arcid dan Afdhal terkejut.


Dia bernama Ramzi adik dari Rasmi yang terkena kutukan telah memakan buah terlarang sampai ia berubah menjadi ular yang mengeluarkan api. Kutukan itu akan dilepaskan oleh dua orang laki-laki dari negara bunga. Hampir sepuluh tahun Ramzi menunggu kedatangan Arcid dan Afdhal karna, tak ada satu pun dari negara Bunga yang berhasil melepaskan kutukan itu.


Faruk pun bertepuk tangan karna, Afdhal dan Arcid berhasil menyelesaikan tantangan pertama setelah itu keduanya harus bersemedi di bawah air terjun berwarna merah sebagai warna pertama dari pelangi.


Selama Arcid, Afdhal dan Eva bersemedi di tempatnya masing-masing. Ariel, Faruk dan Rasmi pun ikut bersemedi untuk menjaga ketiganya.


🍀🍀🍀🍀


Eva membuka matanya yang tak tau di mana? Eva melihat Zazah dan Bintang bersama. Hatinya sakit melihat itu namun, sekuat tenaga ia menahan untuk tak tergoda. Eva menahan rasa sakit dalam hatinya. Eva berusaha untuk tak melihat yang tak ingin ia lihat.

__ADS_1


Eva berusaha menahan semuanya. Ketakutannya hanya Bintang bersama Zazah. Eva berusaha ikhlas walau rasanya sakit teramat sakit. Eva tak mau melihat mereka tak ingin. Sekuat tenaga Eva membuka matanya saat tetesan air terjun pelangi mengetes di kepalanya tetesan itu dari setetes sampai tak terhingga membuat tubuh Eva basah. Air mata Eva pun sudah bercucuran bersama air terjun pelangi yang berwarna merah itu pun sudah bercampur menjadi satu.


Eva pun membuka matanya, merasakan sesak dalam hatinya yang teramat sakit yang ia rasakan. "Kenapa harus mereka?" tanyanya dalam hatinya. Air matanya tak bisa berhenti keluar. Rasmi pun mendekatiEva untuk mengusap punggung Eva.


"Kamu sudah berhasil melewati tantangan kedua. Sekarang kita istirahat terlebih dahulu kita harus pulang ke pondok besok pagi kita lanjutkan," tutur Rasmi membawa Eva keluar dari gua itu.


🍀🍀🍀🍀


Arcid dan Afdhal masih diguyur air terjun berawal merah sebagai warna pertama dari air terjun pelangi.


Arcid membuka matanya. Ia tak tau ini ada di mana? Di depannya ada Eva yang menolak cintanya karna, Eva mencinta Bintang lebih memilih mengejar Bintang walau telah bersama Zazah.


Arcid tak tau ini apa? Hanya saja ini yang ia takutkan. Di tolak Eva, gadis yang sejama ini ia cintai. Arcid akan terus mencinta Eva walau beberapa kali di tolak Eva.


Sedangkan Arcid, bukan apa-apa? Laki-laki itu hanya ingin mencintai dengan tulus saja. Tak di balas pun tak apa-apa. Itu yang Arcid inginkan. Arcid hanya ingin melihat Eva begitu bahagia walaupun hatinya terasa begitu sakit.


Arcid benar-benar berusaha untuk ikhlas walau terasa berat. Tapi, Arcid harus bisa untuk lebih kuat untuk menghadapi ketakutannya itu. Karna, Arcid hanya ingin Eva bahagia.


Arcid pun membuka matanya. Ia merasakan sakit dalam hatinya namun, ia bahagia. Saat air terjun berwarna merah itu membasahi wajahnya. Arcid menangis tapi, tak terlihat karna, seluruh tubuhnya sudah basah karna sedari tadi ia bersemedi di bawah Ari terjun berwarna merah.


🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


Afdhal pun membuka matanya ia kembali ke zaman batu. "Tidak ini di mana?" teriaknya. Tak ada internet tak ada apa pun. Afdhal takut tak bisa bermain game online lagi. Bila ia berada di zaman batu bagaimana bisa?


Afdhal tak tau harus bagaimana? Ia bolak-balik tak jelas. Sedari tadi berpikir, "Bagaimana bisa ia kembali ke zaman batu? Maksudnya apa?"


Bagaimana pun caranya Afdhal harus bisa pulang ke dunia modern dengan gemerlap malam dan juga internet yah. Ia tak bisa hidup di dunia ini. Beberapa kali ia berpikir untuk segara pulang.


Afdhal menangis merasa tak suka dengan dunia yang ia datangi sekarang. Rasanya tak bisa ikhlas sama sekali. Tak ada yang bisa ia lakukan di sini. Hanya beberapa hewan purba yang akan memangsanya.


Afdhal ingin keluar dari dunia ini? Sesulit apa pun ia harus keluar. Afdhal sudah merasa bingung harus bagaimana? Ia pun merenung sendiri. Ia benar-benar menangis. Belum pernah Afdhal setakut ini dalam hidupnya.


Afdhal ingin pulang. Benar-benar ingin pulang. Laki-laki itu pun berusaha untuk ikhlas melepaskan semuanya kehidupan glamornya jika harus berada di zaman batu ini.


Tiba-tiba saja Afdhal membuka matanya. Ia pun bernafas lega. Ternyata tadi hanya ilusi saja untuk menghadapi rasa takutnya.


Afdhal sudah menangis walau tak terlihat karna, seluruh tubuhnya basah sama seperti Arcid. Setelah itu, Faruk dan Ariel pun menghampiri Dua Laki-laki itu. Keduanya sudah lulus tes hari ini.


Arcid dan Afdhal pun beranjak untuk bangun dari bawah air terjun berwarna merah itu. Ia merasa sakit dalam hatinya masing-masing. Entah kenapa tantangan ini begitu terasa menusuk dalam hatinya.


Faruk dan Ariel hanya tersenyum setelah mengetahui ketakutan dari tiga anak buahnya ini. Cuman yang paling tak masuk akal ketakutan dari Afdhal! Laki-laki jail itu membuat Faruk dan Ariel tertawa merasa lucu. Karna, ini juga Ariel mengetahui kalau Arcid menyukai Eva.


Eva gadis yang cerdas dan cantik tapi, Eva menyukai Bintang. Sekarang Bintang lagi yang selalu menjadi idola. Bintang memang tampan dan berwibawa tak ada gadis yang bisa menolak dari pesona Bintang begitu juga Eva yang menyukai Bintang. Kenyataan yang tak bisa ditolak.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komen yah untuk meninggalkan jejak kalian yah dan jangan lupa mampir ke karya Author yang lain Terima kasih.


__ADS_2