DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL

DEPARTEMEN KEAMANAN SUPRANATURAL
DUA PULUH TIGA


__ADS_3

Bintang mendekati Zazah. Namun, kekuatan itu membuat Bintang terhempas jauh. Kekuatan Zazah memancarkan aura yang begitu besar. Beberapa mahluk-mahluk yang disekitarnya pun terhempas jauh. Zazah tak bisa dikendalikan sama sekali.


Jendral Marisa pun turun tangan dalam keadaannya yang masih belum sembuh total. Namun, lagi-lagi tubuhnya terhempas. Ariel pun penasaran dengan kekuatan yang dimiliki Zazah. Ia pun mendekatinya, baru satu langkah tubuh Ariel tersetrum listrik yang entah dari mana datangnyanya.


Eva bingung harus bagaimana? Karna, Eva yang memancing kekuatan Zazah untuk keluar. Sekarang, Eva benar-benar menyesal telah membuat Zazah seperti ini.


Semua orang sudah mencoba mendekati Zazah akan tetapi tak ada yang bisa mendekati Zazah dengan kekuatan yang super besar itu. Bahkan Bintang sudah beberapa kali mendekati Zazah. Namun, beberapa kali juga tubuhnya terhempas.


Semua kacau padahal Zazah tak melakukan apa pun hanya berdiri saja. Tapi, seluruh bangunan bergetar seperti benar-benar ada gempa bumi.


Semua sepakat untuk bekerja sama menyerang Zazah secara bersamaan. Lagi-lagi tubuh mereka semua terpental jauh. Zazah begitu kuat sampai tak ada yang bisa melawan Zazah.


Bila dibiarkan seperti ini, semua takut kalau Zazah benar-benar tak bisa kembali. Semua begitu kelelahan menghadapi Zazah yang tak tak bisa dikalahkan sama sekali.


Bintang pun duduk bersila berkonsentrasi sambil mengucapkan mantra-mantra untuk membuat Zazah kembali seperti semula. Namun, Bintang malah melihat pertempuran itu, pertempuran yang terjadi 50 tahun yang lalu.


Tak ada jawaban untuk membuat Zazah kembali seperti semula. Walau bagaimanapun juga Bintang harus berhasil membuat Zazah kembali seperti semula? Namun, Bintang sendiri tak bisa mendekati Zazah bila keadaannya seperti ini.


Bintang mencoba mengingat kembali kejadian 50tahun yang lalu. Sampai ia harus melihat kembali pertempuran itu. Ia berpikir keras. Namun, ingatan itu pun tak kembali sama sekali malah membuat Bintang sakit kepalanya.


Terlihat beberapa orang terlihat lelah. Akan tetapi Zazah masih berdiri di sana. Benar-benar tak ada yang bisa menyentuhnya. Bintang pun meminta semuanya untuk meyerang Zazah secara bersamaan. Mereka pun menyetujui permintaan Zazah.


Karna, Zazah benar-benar tak bisa dikalahkan dengan mudah. Semua mengikuti komando dari Bintang untuk menyerang Zazah secara bersamaan. Semua mulai menyerang secara bersamaan di saat semua menyerang, Bintang pun berusaha menyentuh kepala dari Zazah.

__ADS_1


Semua terpental jauh, hanya Bintang saja yang benar-benar bisa menyentuh Zazah. Tubuh Bintang benar-benar melayang terbang tangan kanannya menyentuh keningnya.


Sebuah kekuatan besar keluar dari dalam diri Zazah. Bintang berusaha untuk menahan diri untuk tak terhempas. Seluruh energi dan tenaga dalam Bintang keluarkan. Untuk bisa bertahan, menghentikan Zazah.


Sebuah kekuatan yang begitu besar menarik Bintang dan Zazah dalam pusaran meninggalkan raga mereka yang pingsan tak sadarkan diri.


Semua terkejut, tak tau apa yang terjadi diantara Zazah dan Bintang? Semua belum berani mendekati Bintang dan Zazah. Semua berpikir ke mana mereka pergil!. Kekuatan besar itu masih keluar diantara Zazah dan Bintang. Semua yang melihat merasa bingung dan tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan keduanya.


Jendral Marisa pun berjalan mendekati Zazah Bintang secara perlahan untuk mengetahui ke mana jiwa mereka pergi. Belum sampai Jendral Marisa ke tempat Zazah dan Bintang kekuatan besar pun mendorong tubuh Jendral Marisa menjauh. Terpental beberapa kilo meter, untuk ada Komandan Ariel yang menahan Jendral Marisa agar tak mengenai tanah. Jendral Marisa pingsan dipangkuan Komandan Ariel yang terluka pun mencoba untuk membawa Jendral Marisa kembali ke ruang perawatan.


Eva pun membuat ruang untuk melindungi Zazah dan Bintang. Agar kekuataan jahat tak mengambil alih tubuh Zazah dan Bintang. Dibantu Arcid dan Afdhal ketiga manusia ini pun mengunci mereka berdua dengan Matra-matra yang kuat sampai menguras tenaga Arcid dan Afdhal.


🍀🍀🍀🍀


Bintang dan Zazah berada di tempat yang tak tau ada di mana. "Di mana kita?" tanya Zazah bingung.


Zazah pun melepaskan tangan Bintang dari pundaknya. "Aku kenapa?" tanya Zazah bingung.


"Tadi kamu tak sadar setelah kekuataan itu menguasaimu," jawab Bintang melepaskan tangannya dari pundak Zazah. Namun, matanya masih melihat Zazah dengan penuh arti.


"Aku tak ingat apa yang terjadi?" ucapnya sembari berpaling. Jantungnya berdebar begitu kencang dari biasanya. Zazah sampai bingung apa yang terjadi kepada hatinya. Kenapa harinya tak tenang dan gelisah. Rasanya waktunya tak tepat untuk merasakan semua perasaan ini yang sama sekali tak dimengerti oleh Zazah.


Bintang pun berpaling. Apa yang dirasakan Bintang sama dengan apa yang dirasakan Zazah? Bintang pun tak mengerti dengan apa yang terjadi kepada hatinya. Perasaan ini berbeda dengan rasa yang telah ia rasakan terhadap Selia.

__ADS_1


Sebuah angin berhembus dengan kencang dari arah yang tak jelas. Zazah dengan erat memegang lengan Bintang. Entah dari mana angin itu datang. Tempat yang mereka datangi ini begitu misterius.


Tak ada apa pun di sini. Selain hamparan rumput hijau yang menjulang tinggi. Setelah angin itu hilang. Bintang dan Zazah saling membelakangi. Keduanya begitu waspada dengan apa yang akan terjadi.


Keduanya tak tau ini di mana? Tempat ini pun tak bisa dideteksi sama sekali. Berbahaya atau tidak. Makanya Zazah dan Bintang waspada dengan semua kemungkinan yang terjadi.


Sampai seseorang yang entah dari mana datangnya menghampirinya. "Selamat datang di dunia ajaib!" seru seseorang berparas cantik bagai Dewi itu muncul di hadapan Zazah dan Bintang.


"Dunia Ajaib," guman Zazah semakin bingung.


"Yah, kalian berada di dunia ajaib yang kalian ciptakan dari kebahagiaan kalian," ucap wanita itu sambil tersenyum.


"Diciptakan oleh kita?" tanya Bintang tak mengerti.


"Dunia ajaib ini ada karna, kalian yang menciptakannya."


"Aku tak mengerti?" guman Zazah.


"Lima puluh tahun yang lalu, kalian menginginkan dunia yang ajaib yang bisa mengabulkan semua doa dan harapan dari sepasang kekasih seperti kalian menjadi kenyataan. Sekarang semua harapan dan doa itu pun telah terwujud berkat kalian."


Zazah dan Bintang saling berpandangan benar-benar tak mengerti dengan apa yang terjadi di sini? Rasanya terlalu aneh untuk bisa masuk dalam dunia yang tak katanya penuh keajaiban.


"Karna, kalian sudah di sini. Aku akan mengembalikan ingatan kalian tentang masa lalu kalian sekitar 50 tahun yang lalu," ucapnya sambil mengambil selendang dari pinggangnya. Dia menarik tubuh Bintang dan Zazah untuk menyatu membuat keduanya saling berpelukan secara tak langsung. Keduanya berada di jarak yang begitu dekat sampai tak ada celah antara Zazah dan Bintang menyatu berbalut sekedang merah milik wanita itu.

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like dan komennya mampir juga ke novel tamat Author yang berjudul "Ketika Cinta Datang" dan dua novel on going lagi "Irani Gadis Indigo" dan "Alika Si Penyihir Cantik" Terima kasih.


__ADS_2