Derita Anak Kandung

Derita Anak Kandung
Bab 23 Insiden Penculikan


__ADS_3

Kiara, Zayn, dan Xavir telah tiba di Amerika Serikat. Mereka bertiga menghembuskan nafas lega ketika turun dari pesawat. Kiara segera mengambil ponsel dan memotret dirinya.


"Dasar kebiasaan!" Ucap Zayn.


"Tapi nggak kayak cewek lain!" Jawab Kiara dengan ketus.


Zayn hanya terkekeh melihat wajah Kiara yang ditekuk. Sama halnya dengan Zayn, Xavir pun tertawa melihat Kiara yang merajuk.


Mereka berdua berjalan dibelakang Kiara yang sedang memperlihatkan wajah dingin. Nyali mereka menciut saat Kiara kembali dalam kepribadiannya yang sebelumnya.


"Ayo Kita singgah ke Restoran itu!" Ajak Xavir dengan mata yang berbinar. Dia tak sabar ingin merasakan Burger Khas Amerika.


Kiara menganggukkan kepala sebagai tanda setuju, sedangkan Zayn tak menanggapi apa-apa. Mereka bertiga segera masuk ke salah satu Restoran yang cukup ramai pengunjung.


"Sir! order Hotdog, Tuna Sandwich, Burger, And Pie Apple, Servings each." Ucap Xavir saat mereka telah duduk di kursi.


"Yes Sir." Ucap pelayan itu sambil mencatat makanan yang di pesan oleh Xavir.


Makanan yang mereka pesan sangat mengunggah selera, dari jauh saja mereka sudah bisa mencium aroma makanan tersebut. Mereka memegang sering memakannya di Indonesia, tapi mereka juga ingin merasakan masakan Amerika.


Makanan sudah dihidangkan di atas meja, mereka mulai memakan makanan itu dengan hikmat. Tak beberapa lama ada seorang pelayan mengantarkan mereka sebuah minuman.


"This is a discount from our Restauran sir." Ucap pelayan itu yang kemudian meninggalkan mereka.


Tanpa merasa curiga mereka meminum minuman yang di bawa oleh pelayan tadi. Mereka meminum minuman itu sambil menikmati makanan.


Pria berpakaian serba hitam tengah mengamati mereka bertiga yang sedang asik menikmati makanan yang di pesan. Pria itu dari tadi memandangi mereka. Senyum smirik merekah di bibirnya, sesekali dia juga membalas Wa dari rekannya.


"Kalian masuk perangkap!" Ucapnya yang masih memandangi mereka.


Setelah selesai makan, mereka bertiga merasa pusing. Tak berselang lama tubuh mereka tergeletak di lantai Restoran, sedangkan kondisi Restoran saat itu sangat sepi. Para pengunjung itu ternyata bukan orang-orang biasa. Mereka adalah anak buah dari Agren Corp.


Seorang pria yang memakai kaca mata memperhatikan mereka bertiga, dia memberikan isyarat kepada anak buahnya untuk membawa mereka ke dalam mobil.


"Kau akan kalah ARWAN ARKANA!" Ucapnya sambil membelai wajah Kiara.


Beberapa Pria yang memakai baju hitam segera memapah mereka bertiga ke arah parkiran. Mereka akan dibawa ke Markas dari Agren.

__ADS_1


"This is for you." Ucap Agren sambil memberikan Amplop coklat yang terlihat tebal.


Agren mengikuti anak buahnya yang saat ini menuju parkiran. Hatinya sangat senang karena tak sia-sia dia bersabar untuk tidak menyerang Arwan Arkana.


"Kau akan merasakan yang namanya Kehilangan!" Agren memasang musik sambil menyetir.


Agren memencet Apk hijau, kemudian mengirim beberapa foto pada Wa Arwan Arkana. Tak lupa juga memberikan ancaman kecil kepadanya. Tak lama kemudian ponselnya berdering.


+6289906543****


[Jangan macam-macam kepada cucuku!


atau kau akan menerima konsekuensinya!]


Begitulah Pesan yang dikirimkan oleh Arwan Arkana. Agren hanya tertawa kecil saat membacanya, dia membayangkan wajah cemas Arwan saat tahu cucu tunggal Arkana kini berada di tangannya.


"Ini belum seberapa Arwan! Kau akan merasakan apa yang aku rasakan." Ucap Agren.


Agren adalah pria yang baru berumur 21 tahun, dia juga saat ini adalah pemimpin dari Mafia yang cukup terkenal setelah mafia Corla. Agren sudah lama terlibat konflik dengan Arwan Arkana. Bahkan disaat berumur 15 tahun dia memimpin sebagian dari Mafia One Fides.


***


"Semoga saja kau baik-baik saja." Arwan Arkana memandangi foto Kiara yang terlihat tersenyum malu-malu.


"Kumpulkan pasukan! Dia sudah mulai bergerak!" Ucap Arwan di balik telpon. "Hard! kau bagian persenjataan!" Lanjutnya.


Arwan menyambung telepon dengan inti dari Corla dan seorang mesin pembunuhnya yang menyamar sebagai asisten Pribadi. Arwan takut jika nantinya dia akan kalah dalam pertarungan ini.


********


"Cepat persiapkan semuanya!" Perintah Agren kepada para anak buahnya.


Agren menekan earphone nya, "Lokasi 1 siap? Lokasi 2?" Agren terus mengecek setiap lokasi untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan dari Mafia Terhebat.


Dor!


Agren menembak seorang pria yang terlihat mencurigakan, dia tahu jika orang itu adalah suruhan dari Arwan. Agren meniup ujung pistolnya dengan lembut.

__ADS_1


"Kau bekerja dengan baik." Ucapnya sambil mengelus pistol yang tadi dipakainya.


Kiara terbangun dari tidurnya, dilihatnya dia kini tergantung di atas platform dengan menggunakan tali yang mengikat tangannya. Kiara berusaha untuk tenang.


"Siapa yang mengikatku? Tolong! Kakek!" Kiara takut jika dia akan terjatuh ke bawah.


Kiara saat ini akan dijadikan sebuah taruhan dalam pertarungan dua Mafia terbesar itu. Dia sengaja di gantung di Platform agar jika Corla yang menang akan sulit bagi mereka untuk menyelamatkan Kiara. Sedangkan Jika One Fides yang menang, mereka akan segera menembak Kiara sampai meninggal.


Sangat kejam bukan? Itulah hasil pemikiran dari seorang Agren. Pria itu sangat menginginkan Arwan Arkana hancur. Dia bahkan tak memikirkan nyawanya yang akan hilang karena menantang Pemimpin dari Corla.


Beberapa jam pun berlalu, mereka yang dari tadi berjaga di lokasi terlihat begitu fokus ke arah depan. Mereka tahu jika lawan mereka bukan orang biasa, melainkan Mafia yang selalu menang dalam pertarungan.


*****


Arwan Arkana, Hard, dan para inti dari Corla sedang berkumpul di suatu tempat yang sangat sepi. Mereka membicarakan tentang cara memulai pertarungan dengan One Fides.


"Para mata-mata bilang mereka telah berjaga di beberapa titik. Rencana mereka tersusun dengan baik. Aku ingin kalian kalian berdua membuat kekacauan di dua lokasi, sedangkan Kau Hard ikut denganku menuju lokasi utama." Ucap Arwan dengan serius.


Mereka berdua hanya menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa mereka paham dengan tugas yang diberikan oleh Arwan kepada mereka. Mereka segera meninggalkan tempat itu dengan membawa banyak anak buah.


"Tuan! aku rasa ini merupakan salah satu rencananya. Agren adalah seseorang yang licik, rencana yang disusunnya tidak mungkin terbongkar. Aku yakin dia punya rencana lain!" Ucap Hard setelah mengamati hal-hal yang terjadi.


"Sudahlah! Kita tak boleh telat Hard! Kiara dalam Bahaya!" Arwan Arkana yang tersulut rasa cemas tak bisa berpikir jernih.


Hard hanya memandang punggung tuanya yang saat ini telah menjauh darinya, Hard hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat ini puluhan mobil milik anak buah Corla telah memenuhi jalanan yang terlihat luas tersebut. Para pengendara yang melihat mobil mereka segera menepikan kendaraannya, mereka tahu mobil itu milik mafia yang terkenal kuat.


Anak buah Corla saat ini berada di lokasi yang menjadi tugas mereka. Para anak buah Corla saat ini segera menembak setiap orang yang mereka lihat di lokasi tersebut.


Dor!


Dor!


Dor!


Suara tembakan dari One Fides dan Corla memenuhi lokasi, mereka saling menyerang satu sama lain dengan sangat gesit. mereka saat ini memiliki kekuatan yang sebanding, sehingga tidak mudah menyelesaikan pertarungan.

__ADS_1


"Sial! Kita di tipu!" Umpat dari salah satu Pemimpin inti dari Corla.


__ADS_2