
Siang ini Kiara mengajak Ferdo mengunjungi tempat-tempat bermain di Guangzhou untuk refreshing dari berbagai masalah yang mereka hadapi. Kiara ingin meninggalkan kesan baik sebelum dia meninggalkan Ferdo.
Kiara memakai kaos oversize berwarna hitam dan celana legging berwarna hitam. Kiara menggerai rambutnya dan menggunakan topi coksu beserta masker hitam.
"Perfect, aku ini emang sangat cantik." Pujinya pada diri sendri. "Tapi, lagi cantikan Anira sih." Lanjutnya dengan wajah lesu.
Anira emang sangat cantik dan manis menurut Kiara, bahkan jika Anira menggunakan gaun dia akan terlihat seperti Putri sungguhan. Kiara dulu emang sempat insecure dengan Anira.
"Tapi hatinya busuk dan nggak tahu malu!" Ucapnya sambil beberapa kali memberi sentuhan lembut di wajahnya.
"Nggak baik ngomongin orang, dosa tahu." Ferdo menasehati Kiara agar tidak membicarakan orang lain.
Kiara berbalik kemudian berkata, "Kalo ngomongin orang jahat itu bakal dapat pahala, bukan dosa."
"Iya deh, kamu memegang selalu benar. Udah siap belum? Ayo berangkat!" Ajak Ferdo sambil menggandeng tangan Kiara.
Kiara tersentak, dia memandangi Ferdo dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ferdo yang seakan mengerti dengan tatapan itu langsung tersenyum. "Maaf, seharusnya aku izin dulu sama kamu."
"Nggak papa ko."
Mereka berangkat ke Guangzhou menggunakan mobil yang baru saja dikirimkan oleh anak buah dari Abraham. Sepanjang perjalanan Ferdo hanya memperhatikan Kiara yang terlihat sibuk dengan ponselnya.
Kiara memecah keheningan dengan satu pertanyaan yang membuat suasana hati Ferdo langsung saja memburuk. "Xavir boleh ikut bareng kita nggak?"
Ferdo serasa menelan pil pahit. Hatinya sangat sakit karena pertanyaan yang menurutnya sangat tidak pantas. Mereka berdua seakan berselingkuh di depannya. Gila bukan?
Ferdo menarik nafasnya dalam-dalam untuk menghilangkan rasa sesak di dada. Dia berdehem beberapa kali untuk menetralkan emosi.
Dengan berat hati Ferdo berkata, "Boleh, asal kamu senang. Aku tak akan melarang apa yang kamu senangi."
Kiara menatap Ferdo dengan mata yang berbinar. "Makasih ya."
Kalau aku melarangnya, dia pasti akan tambah benci kepadaku. Aku harus bisa melawan rasa sakit ini agar tidak mengecewakannya. batin Ferdo.
Karena terlalu antusias Kiara lupa dirinya telah membuat hati seseorang terluka karenanya. Kiara yang tadinya ingin menghabiskan waktu bersama dengan Ferdo gagal karena Xavir yang meminta ikut bersama mereka.
Setelah turun dari mobil, Kiara langsung saja berlari-lari karena saking senangnya.
__ADS_1
Bruk!
Kiara tidak sengaja menabrak bapak-bapak yang berumur 30 tahun. Om-om itu memarahi Kiara karena baru saja menjatuhkan makanannya.
"Kau sengaja! makananku sampe tumpah begini." Ucapnya sambil membersihkan pakaiannya.
Kiara membungkuk, "Aku tidak sengaja Om."
Om-om itu memperhatikan Kiara dari ujung kaki sampe ujung kepala. Dia tersenyum nakal dan mengedipkan matanya. "Kalau kau mau kencan denganku, masalah ini akan aku lupakan."
Kiara yang tadinya merasa bersalah tiba-tiba ingin sekali memukul om-om ini dengan tangannya. Dia pikir Kiara adalah gadis murahan.
"Nih!" Ucap Ferdo melemparkan dua juta Yuan untuk mengganti kerugian yang dibuat oleh Kiara.
"K-kamu...," Ucapan pria itu dipotong oleh Ferdo.
"Istri saya emang selalu buat masalah, maafkan dia om." Ucapnya sambil melemparkan ATM beserta PINnya di kertas kecil.
Mereka meninggalkan pria tersebut tanpa berpamitan sedikitpun. Kiara mengajak Ferdo untuk singgah di Restoran Seafood yang ada di Guangzhou ini.
Kiara duduk bersama dengan Ferdo dan memesan beberapa makanan laut. Ferdo tidak makan sama sekali, dia hanya memperhatikan Kiara yang sedang makan.
Suara itu membuat Kiara menoleh ke arah depan, begitupun dengan Ferdo yang membalikan badan melihat siapa pemilik suara tersebut.
"Lama nunggunya ya? maaf, aku tadi lagi banyak urusan." Ucap Xavir sambil melirik jam tangannya.
Kiara menghentikan makannya, "Nggak lama ko, aku juga baru nyampe dengan Ferdo 10 menit yang lalu.
Ferdo berusaha tidak memperdulikan kedatangan Xavir, "Kenapa nggak dilanjutin? bukannya kamu lapar?"
Kiara tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia malu karena telah berbohong kepada Xavir. "Aku nggak boleh makan banyak do."
Setelah itu Kiara,.Ferdo dan Xavir pergi ke wahana roller coaster untuk menguji nyalinya terhadap sesuatu yang berbau ekstrim.
Saat menaiki roller coaster, Kiara duduk disamping Ferdo, sedangkan Xavir berada di belakang mereka. Ferdo mengira dirinya yang akan tersisihkan, ternyata justru Xavir lah yang tersisihkan di sini.
"Aaaa... AKU TAKUT BANGET!" Teriak Kiara saat mereka sudah menaiki Roller coaster.
Ferdo memperhatikan wajah Kiara yang semakin lama semakin cantik di matanya. Dia bahkan tak rela jika apa yang ditakutkan akan menjadi kenyataan. Ferdo hanya bisa berharap agar benihnya tubuh di rahim Kiara.
__ADS_1
"AKU SANGAT MENCINTAIMU KIARA! AKU TAK AKAN MELEPASKAN MU!" Teriak Ferdo di tengah keributan.
"Kau bilang apa tadi?" Tanya Kiara sambil berteriak
Xavir menggertak giginya karena melihat Kiara dan Ferdo yang terlihat seperti sepasang kekasih, dia mengira kedatangannya bisa membuat Ferdo marah. Namun yang terjadi malah sebaliknya.
***
Xavir bertanya pergi ke toilet, Kemudian Ferdo mengusul Xavir dengan alasan ingin membuang air besar.
Sampai di toilet Ferdo mengetuk-ngetuk pintu toilet dengan sangat kencang. Dia tidak memikirkan tatapan orang-orang kepadanya.
"Jauhi Kiara, dia adalah milikku." Ucapnya dingin sambil menarik kerak bajunya Xavir ke atas.
Xavir tersenyum miring seraya menatap remeh kepada Ferdo, "Sampai kapanpun dia tidak akan menjadi milikmu seutuhnya! atau kau mau kita berbagi?"
Dengan emosi yang berapi-api Ferdo memukuli Xavir sampai babak belur. Ferdo ingin sekali membunuh pria tidak tahu malu itu dengan tangannya sendiri.
"Stop! apa yang kau lakukan?" Suara Kiara yang nyaring itu menghentikan pergerakan Ferdo.
Ferdo melihat Kiara sambil menggelengkan kepala untuk memberikan isyarat bahwa ini tidak seperti yang dilihatnya.
"Kau mau membunuhnya? Hah! Tidak bisakah kau bersikap dewasa sedikit?" Kiara memapah Xavir yang terlihat lemah tersebut.
"Kau adalah pria paling jahat yang pernah kutemui." Ucap Kiara dengan kata yang nyaris dingin.
Ferdo terdiam ditempat tanpa bergerak menghentikan atau mengikuti Kiara. Dia sangat Frustasi karena tidak bertingkah lebih hati-hati.
Kedua tangannya menjambak rambutnya dengan sangat keras, dia beberapa kali membenturkan kepalanya ke dinding. Padahal sedikit lagi dia mendapatkan hati Kiara, namun hal itu hancur karena tindakannya.
Orang-orang melihat pertengkaran itu tanpa melerai sedikitpun mereka tidak ingin ikut campur dengan urusan orang lain.
Kiara membawa Xavir ke taman. Dia mengambil kotak P3K yang selalu di bawanya. Kiara mengobati memar dan hidung Xavir yang terluka karena hantaman yang kuat.
"Sakit?" Kiara mengobati Xavir dengan selembut mungkin.
Xavir hanya tersenyum tipis, "Aku tidak apa jika harus terluka karena mu."
"Bawa aku pergi bersamamu, aku ingin hidup bahagia bersama orang yang kucintai." Ucap Kiara seraya menatap jauh ke depan.
__ADS_1