
Pada pukul 23:00 teman-temannya Xavir berpamitan karena sudah larut malam. Akan tetapi Anira malah menginap di Mansion, dan bodohnya Xavir malah mengizinkan Anira menginap.
"Sengaja?Aku duluan."Tanpa menunggu jawaban Kiara langsung meninggalkan mereka berdua di ruang tengah.
"Maaf, aku tidak bermaksud membuat Kiara marah. Jika keberadaan ku membuat masalah, aku akan pergi." Anira mengambil tas di atas meja dan berjalan ke arah pintu keluar.
Anira berjalan dengan sangat pelan. Dia berpikir Xavir akan menahannya karena sudah malam. Namun pikiran itu hanya sekedar pikiran saja. Xavir tidak berniat menahan Anira, dengan cueknya dia berjalan ke arah kamar Kiara.
Anira menghentak-hentakan kakinya karena kesal dengan sikap Xavir yang terlihat tidak perduli sama sekali kepadanya. Bahkan di saat dia sengaja menjatuhkan diri Xavir malah terlihat sangat cuek.
"Awas kau Kiara!" Anira membersihkan sisa debu pada lengannya.
Dengan perasaan kesal Anira meninggalkan Mansion mewah tersebut. Hari ini dia sangat kesal karena rencana utamanya tidak terlaksana.
"Aku harus melaporkan Kiara kepada Kakek!" Anira mempunyai ide untuk menyerang Kiara."Tunggu saja pembalasanku!" Ucapnya tersenyum tipis.
***
Pagi harinya Kiara berdandan dan memakai pakaian yang cukup simpel tapi keren. Kiara terlihat seperti Idol K-Pop sekarang.
"Mau kemana?" Xavir yang baru saja keluar kamar berpapasan dengan Kiara yang akan pergi keluar.
"Cantik?" Bukannya menjawab pertanyaan Kiara malah bertanya balik kepada Xavir.
Xavir terdiam sesaat, dia terpesona dengan Kiara yang terlihat sangat cantik. Xavir semakin ragu menjalankan perintah dari sang bunda jika begini.
"Nggak cantik?" Kini Kiara menatap pria di depan dengan tatapan kecewa karena tidak mendapat jawaban.
"Nggak! cantik ko," Ucapnya seraya menatap Kiara sambil tersenyum tipis.
"Thank you." Ucapnya seraya berjalan ke arah luar.
Kiara akan pergi ke sebuah Mall yang direkomendasikan oleh salah satu selebgram Indonesia yang baru saja terkenal. Dia tertarik pergi ke Mall tersebut karena tergiur dengan diskon yang besar.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama Kiara sampai di Mall tersebut. Terlihat banyak pengunjung yang berbondong-bondong pergi ke Mall ini. Sepertinya mereka juga berburu diskon besar-besaran.
"Aku nggak boleh kalah telak!" Kiara berjalan dengan cepat agar tidak kehabisan diskon. Padahal Kiara bisa saja membeli barang buruannya dengan uang sang Kakek yang tiada habisnya. Namun dia malah bersaingan dengan orang-orang untuk berburu diskon.
"Alhamdulillah, masih ada." Kiara sangat bersyukur karena tidak telat. "Saya borong ini semua." Ucapnya seraya memberikan Black Card kepada penjual.
Penjual itu terdiam saat dia menerima Black Card dari Kiara. Penjual itu memandangi Kiara sangat lama hingga membuat Kiara suntuk.
Dengan malas Kiara bertanya,"Saya kan udah borong bajunya, otomatis saya dapat diskon yang besar kan?"
Penjual yang tadinya tersenyum langsung memasang wajah masam karena mendengar pertanyaan dari Kiara. "Orang kaya tapi ngejar diskon. Dasar!" Omelnya dengan suara kecil.
Kiara mengambil kembali Black Card yang diberikan kepada penjual, "Udah untung aku ngejar diskon lalu borong bajunya, dari pada nanya-nanya nggak jelas kemudian tidak membeli satupun barang. Orang kaya bukan berarti harus royal! kami tidak bisa seenaknya menggunakan uang. Uang Segede gunung juga akan habis kalau selalu dihambur-hamburkan."
Penjual itu terdiam, dia tidak berani membantah apa yang dikatakan oleh gadis cantik di depannya ini. Dia merutuki kebodohannya karena telah berkata begitu.
"Maaf mba, saya tidak bermaksud seperti itu." Ucapnya seraya menyatukan kedua tangan.
Kiara tidak memperdulikan permintaan maaf dari penjual tersebut. Dia meninggalkan penjual tersebut tanpa membeli satu pun barang darinya.
"Nggak ada yang bagus lagi." Dengan kesal Kiara membalikan badannya.
Kiara tidak melanjutkan langkahnya karena melihat seseorang yang membuatnya malas berada di depan sambil ketawa-ketawa dengan temannya.
Rizel menarik tangan Anira ke arah pakaian import yang diberikan diskon besar-besaran. "Ini bagus banget Ra! kau harus coba."
"Aku tidak biasa pakai pakaian murah begitu, aku sudah terbiasa dengan pakaian mahal." Dengan sombongnya Anira menolak ajakan Rizel.
"Uek...uek..." Kiara seakan ingin muntah mendengar penuturan Anira yang terdengar sombong.
"Wah! parah nih orang." Pasalnya Kiara selalu berburu baju diskon. Dia tidak pernah membeli baju yang mahal sekalipun itu baju yang dia suka.
Anira menunjukan sesuatu di balik ponselnya, terlihat raut wajah bahagia di wajah cantiknya. Kiara sangat penasaran dengan apa yang mereka berdua lihat. Dengan rasa penasaran yang menggebu-gebu Kiara berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Aku udah jadian sama Xavir." Pamer Anira seraya memperlihatkan potret dirinya yang duduk berdekatan dengan Xavir.
Rizel menepuk pipi Anira dengan kedua tangannya."Beneran? selamat ya," Rizel senang mendapat kabar bahagia dari sahabatnya."jangan lupa pajak jadiannya."
"Ayo! aku akan traktir kamu di Mall ini." Ucap Anira seraya memberikan Black Card kepada Rizel.
Kiara yang melihat hal itu sibuk mencari ide bagaimana caranya dia menjatuhkan Anira. Dia sangat muak dengan sikap Anira yang semakin lama semakin menjadi-jadi.
"Ide yang bagus! aku ini emang pintar." Pujinya kepada dirinya sendiri.
Saat Anira dan Rizel sedang memilih-milih pakaian, Kiara mendekati mereka dan melakukan Video call dengan Xavir.
"Kenapa kamu jahat? kalau udah punya pacar bilang, jangan disembunyikan seperti ini." Kiara berakting seolah-olah seperti seseorang wanita yang tengah tersakiti.
Xavir menatap heran, dia tidak tahu apa yang membuat Kiara berbicara seperti itu."Maksud kamu apa? aku benar-benar nggak punya pacar."
"Anira siapa nya kamu?" Kiara sengaja memperbesar speaker dan suaranya agar Anira dan Rizel mendengar pembicaraannya dengan Xavir.
"Siapa bilang? aku nggak pernah pacaran sama dia. Lagian aku juga nggak ada perasaan sama sekali kepadanya." Elak Xavir yang memang tidak mempunyai hubungan dengan Anira.
Rizel yang mendengar penuturan Xavir bertanya kepada Anira. Dipikiran Rizel Anira adalah gadis malang yang memiliki kisah cinta yang tidak baik.
"Kamu yang sabar." Rizel mencoba menghibur Anira agar tidak bersedih.
Kiara melewati mereka berdua seraya memberikan tatapan yang seolah-olah merendahkan mereka berdua, terutama Anira.
"Buruan bangun dari mimpi tuan putri." Ucap Kiara sambil berlari-lari kecil meninggalkan mereka berdua yang sedang emosi.
Anira dan Rizel sangat marah karena sikap Kiara yang menurut mereka tidak ada sopan santunnya.
"Dasar perempuan nggak tahu diri! sebagai anak angkat seharusnya bersikap rendah hati dan sopan kepada Anira." Rizel tidak tahu kalau sahabatnya lah yang merupakan anak pungut dari keluarga Arkana.
"Nggak tahu diri? emang kamu tahu dari mana aku ini adalah anak pungut itu? dari Anira?" Kiara tertarik meladeni Rizel yang merendahkannya
__ADS_1
"Lihat! Dia tidak mengakuinya." Rizel menarik tangan Kiara dengan kuat dan mendorong Kiara hingga Kiara terjatuh.
"Jangan pernah menyentuh wanitaku!" Suara dingin itu membuat Rizel ketakutan, dan meninggalkan mereka berdua.