Derita Anak Kandung

Derita Anak Kandung
Bab 44


__ADS_3

Kiara membalikan badan, dilihatnya pria berpakaian jubah hitam berdiri di belakangnya. Pria tersebut terdiam saat Kiara menatapnya sangat lama.


Kiara memundurkan langkah, kemudian berbalik."Maaf tuan, kau siapa? apa kita pernah bertemu sebelumnya?"


Pria itu tidak mengeluarkan satu kata pun. Dia langsung menarik tangan Kiara agar menjauh dari mereka. Kemudian dia menggendong tubuh Kiara.


Kiara memukul-mukul tubuh pria itu dengan tangannya, namun pria tersebut tidak melepaskan tubuh Kiara.


"Lepas! Kenapa kau melakukan hal ini kepadaku? kau siapa?" Ucap Kiara seraya mencubit punggung pria tersebut.


Pria itu meringis, kemudian dia melepaskan Kiara. "Tidak bisakah kau diam? aku tidak akan menyakitimu."


Kiara tidak suka dengan sikap pria tersebut yang dengan seenaknya menggendong Kiara tanpa persetujuan darinya.


Tiba-tiba tubuh kekar pria itu mendorongnya ke dinding Mall, dia mengunci pergerakan Kiara dengan tubuh kekarnya.


Kiara tidak bisa berkata-kata lagi. Kini tubuhnya tidak bisa bergerak. Kiara ingin sekali memberontak, tapi tubuhnya seakan kaku untuk bergerak.


"K-kau mau apa?"Hatinya berdegup saat bersama dengan pria tersebut. Entah karena takut atau ada perasaan lain.


Pria itu tersenyum dibalik topengnya. Matanya dari tadi tidak lepas dari bibir ranum Kiara yang terlihat menggoda tersebut.


Pria itu mendekatkan wajahnya hingga beberapa senti dengan wajah Kiara. Matanya juga tak pernah lepas bibir ranum tersebut."Aku adalah pria yang akan menjadi suami masa depanmu." Ucapnya dengan suara berat.


Oh no! kenapa tubuhku merespon tindakan pria ini sih? kenapa juga tubuhku ini tidak bisa diatur? Batin Kiara.


Pria tersebut terkekeh saat melihat wajah Kiara yang memerah. Dia sangat senang melihat ekspresi Kiara saat ini."Kenapa? kau menyukainya baby? Kenapa aku tidak bisa memilikimu?" Ucap pria itu seraya merapikan rambut Kiara yang menutupi wajahnya."Suatu saat kau akan tahu siapa aku."


Pria itu langsung mencium bibir Kiara dan berlari meninggalkan Kiara yang terdiam di tempat."Sampai ketemu lagi baby!" Ucapnya sambil melambaikan tangan ke arah Kiara.


Kiara memegangi bibirnya dengan tangan, kemudian tersenyum kecil. Kiara membayangkan ciuman dan suara pria tadi.


Beberapa saat Kiara menggelengkan kepalanya, "Kenapa aku mengingat pria itu? Dia sangat kurang ajar!"


Sementara itu Anira mengirimkan foto Kiara dan pria berjubah itu kepada Xavir. Dengan begini Anira punya luang untuk mendekati Xavir.

__ADS_1


"Dia akan menjadi milikku!"Ucapnya tersenyum senang.


Rizel juga membagikan foto itu di Instagram miliknya, dengan memakai caption dasar cewek gatal. Dengan cepat postingan itu mendapat banyak respon dari netizen.


Rizel saflok dengan komentar dari salah satu netizen yang mengancamnya. Dia selama ini tak pernah mendapat komentar seperti itu.


[Hapus atau kau akan mendapat ganjarannya!]


Rizel tidak memperdulikan komentar dari seseorang yang misterius tersebut. Dia hanya menganggap komentar itu dari orang yang tidak menyukainya.


"Kenapa?" Anira dari tadi memperhatikan raut wajah Rizel yang terlihat seperti sedang ketakutan.


Rizel memandangi Anira, "Aku hanya penasaran dengan akun misterius yang mengomentari postinganku." Ucapnya seraya memperlihatkan komentar orang itu pada postingannya."Dia mengancam ku."


Anira berusaha untuk menghibur Rizel agar tidak memperdulikan komentar negatif dari orang misterius tersebut.


Beberapa menit kemudian, Rizel sangat panik karena akun instagramnya tidak bisa dibuka sama sekali. Beberapa kali dia diminta memasukan akun email.


"Kenapa lagi?" Anira bertanya lagi kepada Rizel yang terlihat panik.


Beberapa saat akunya bisa dibuka. Namun pengikutnya sudah tidak ada sama sekali. Rizel adalah selebgram yang terkenal. Pengikutnya sudah mencapai sekitar 20 juta.


Anira membuka laptop dan langsung mencari penyebab akun sahabatnya menjadi seperti itu."Ada seseorang yang telah menyadap akun instagrammu. Tapi jangan khawatir, aku akan berusaha mencari pelakunya. "Entah sejak kapan Anira tau hal-hal yang berhubungan dengan Hacker.


Anira masih fokus dengan laptopnya, dia terlihat kesulitan menangani akun sahabatnya tersebut. "Kenapa sangat sulit begini? pasti orang itu bukan orang sembarangan."


"Gimana?" Tanya Rizel


Anira menoleh, "Belum bisa," Anira kembali memfokuskan diri pada laptop "Aku nggak bisa mengetahui pelakunya, Zel. Dia pasti bukan orang sembarangan."


Sedangkan disisi lain pria berwajah tampan sedang tertawa melihat kehancuran dari seseorang yang telah mengusik wanitanya. Pria itu tersenyum sambil melihat layar komputer.


"Seekor tikus seperti kalian tidak akan bisa lepas dari Harimau putih. Tunggu kehancuran yang selanjutnya!" Ucapnya seraya mematikan Komputer.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya tuan?" Seorang pengawal bertanya kepada pria tersebut.

__ADS_1


Pria itu menoleh dengan seringai di bibirnya, "Kita lihat apa yang akan dilakukan oleh kedua tikus kecil itu."


Seakan mengerti dengan perkataan tuannya, pengawal tersebut segera meninggalkan tuannya. Dia merasa tidak enak berada di satu ruangan dengan tuannya.


"Jangan terlalu sungkan, aku senang jika kau menganggapku seperti saudaramu sendiri." Seakan-akan tahu apa yang dipikirkan oleh pengawalnya, pria tersebut langsung berbicara.


Kiara sangat kesal dengan pria berjubah hitam yang baru saja bertemu dengannya. Saking kesalnya Kiara menendang beberapa botol minuman yang berada di jalan.


Buk!


"SIAPA YANG MELEMPAR BOTOL INI?" Pria botak yang duduk di kursi taman mengendarakan pandangannya ke arah depan tepat botol tersebut berasal.


"Kau!" Pria tersebut menunjuk Kiara dengan jari telunjuknya.


Kiara melihat sekitar, dia tidak mendapati satupun orang kecuali dia dengan pria botak tersebut." A-aku?" Kiara menunjuk dirinya sendiri.


"Iya!" Pria tersebut sangat kesal karena Kiara tidak merasa bersalah sedikitpun.


Kiara menghampiri pria tersebut, dia berusaha untuk tetap tenang di situasi begini. "Aku tidak melemparnya! botol itu sendiri yang terbang ke arahmu." Elak Kiara yang terlihat sangat tidak masuk akal.


Bruk!


Pria tersebut meretakkan kursi taman dengan tangannya yang terlihat besar tersebut. Tidak lupa dia memperlihatkan ototnya yang terlihat mengerikan.


Hal itu ternyata tidak membuat Kiara semakin takut. Justru sebaliknya, Kiara malah tambah geram karena pria botak tersebut yang seolah-olah meremehkannya.


Kiara langsung saja menyerang pria botak tersebut dengan jurus andalannya. Dia mematahkan leher pria itu dalam waktu 1 menit.


"Ampun! A-aku tidak akan mengganggumu." Seketika nyali pria itu menciut karena pergerakan Kiara yang secara tiba-tiba.


Kiara tersenyum, kemudian dia langsung melepaskan tangannya dari pria tersebut. Kiara tidak lupa menyentil kepala pria tersebut yang sangat menyilaukan mata.


"Kau memakai apa di kepalamu? kenapa dia begitu silau?" Kiara malah menanyakan sesuatu yang tidak berfaedah.


"Serum wajah." Jawabnya seraya mengambil langkah untuk menjauhi wanita berbahaya tersebut.

__ADS_1


Kiara terkekeh mendengar penuturan dari pria botak tersebut. Dia sedari tadi memang memperhatikan kepala pria tersebut.


"JANGAN MEMPERLIHATKAN WAJAHMU LAGI." Teriak Kiara saat pria tersebut yang mulai menjauh dari pandangannya.


__ADS_2