
Pagi ini Kiara bangun, dia tidak sengaja mencium bau yang lezat dari arah dapur. Kiara pergi ke dapur sambil celingak-celinguk agar tidak ketahuan Ferdo yang sedang memasak.
"Kepiting Saos!" Matanya berbinar saat melihat kepiting saos kesukaannya terhidang di atas meja.
Ferdo tersenyum melihat ekspresi Kiara yang terlihat imut saat memandangi Kepiting Saos yang telah dibuatnya, "Kau suka? aku membuatnya untukmu."
Senyum di wajah Kiara tiba-tiba menghilang, dia ingin sekali memakan kepiting itu, tapi dia gengsi jika harus memakan masakan yang dibuat oleh Ferdo.
"Aku tidak suka kepiting! aku alergi kepiting!" Kiara membalikan badan.
Prur...
Prur...
Perutnya baru saja berbunyi, tangannya memegangi perut yang sudah keroncongan tersebut. Kiara hanya bisa menelan ludah karena tidak berhasil memakan Kepiting.
"Lapar? Ayo makan bersama!" Ferdo menyiapkan makanan agar siap disajikan.
Kiara berbalik, dia menatap malas ke arah Ferdo. "Jangan mengira dengan berbuat baik akan meluluhkan hatiku! aku tak akan jatuh cinta dengan pria sepertimu!"
Sombong sekali dia! dia pikir aku akan mencintainya hanya karena membuat makanan yang enak. Tunggu, makanan enak? tidak! dia pasti akan geer karena aku memujinya. Ucap Kiara dalam hati.
Kiara pergi ke ke ruang tengah, dia sesekali mengintip Ferdo yang tengah menikmati Kepiting saos tersebut. Kiara hanya bisa menelan saliva saat melihat kepiting yang mengunggah selera.
"Jangan habiskan semuanya, sisahkan sedikit untuk ku." Kiara mengamati Kepiting itu dengan tatapan minat.
Sedangkan Ferdo hanya bisa tersenyum tipis saat mengetahui Kiara yang memberi tatapan minat pada Kepiting yang dimasaknya. Ferdo tak sengaja melihat pantulan Kiara dari cermin.
"Kalau suka makan kenapa nggak makan sih? Emang aneh!" Ucapnya sambil memakan kembali Kepiting.
Ferdo memakan kepiting sambil mengisap jari-jarinya yang ada sisa-sisa kepiting, hal itu membuat Kiara berkeringat dingin.
"Sengaja banget sih!" Ucap Kiara karena tak tahan dengan sikap Ferdo.
Ferdo memegangi perutnya, dia meringis seperti sedang kesakitan. Kiara yang tadinya hampir menyerah akhirnya mendapati celah. Ferdo pergi ke WC dan meninggalkan satu piring Kepiting Saos.
Kiara segera menghampiri meja sambil berlari, dia sangat ingin menghabiskan kepiting itu mumpung tidak ada Ferdo.
"Rezeki anak Soleh!" Teriak Kiara yang terlihat sangat senang.
Ferdo yang masih dalam WC berteriak, "Siapa diluar!"
__ADS_1
Kiara memukul kepalanya, "Bego! kenapa juga gue teriak sih? Ah bodoh!"
Kiara menyantap Kepiting Saos dengan sangat cepat agar tidak ketahuan Ferdo kalo dia memakannya. Saat detik terakhir, Kiara menjilati Saos yang masih menempel di sela-sela jarinya.
"Nikmat!". Ucapnya sambil memenghapus sisa-sisa Saos.
Sedangkan Ferdo hanya memperhatikan Kiara yang masih berada di meja makan, dia juga dari tadi terkekeh karena sikap Kiara yang sama seperti pencuri makanan.
"Akhirnya selesai juga!" Teriak Ferdo.
Kiara seketika bingung harus melakukan apa, dia sangat panik sekarang. Kiara sangat malu apabila ketahuan memakan masakan Ferdo.
Meong!
Meong!
Saat mendengar suara kucing Kiara seperti mendapat ide gemilang, dia menangkap kucing itu agar Ferdo tidak mencurigainya.
"Makasih udah nolongin aku ya cing." Kiara Meninggalkan Kucing tersebut tepat diatas meja.
Kiara kembali bersembunyi di tempat yang tadi, dia ingin memastikan bahwa Ferdo tidak mencurigainya.
"Kamu yang makan kepiting aku? Kenapa dimakan semua? Dasar rakus!" Ferdo terlihat memarahi kucing.
Ferdo terkekeh saat melihat wajah cemberut Kiara, kemudian dia berkata, "Kalo suka makan bilang, kamu nggak perlu mencuri kayak gini."
Kiara muak dengan kata-kata Ferdo yang seakan menyindir dirinya, dia langsung masuk ke kamar dan berbaring di kasur.
Ferdo juga pergi ke kamar untuk melihat Kiara, dia sangat ingin melihat ekspresi dari gadis itu. Walau Kiara masih menolaknya, dia tidak akan menyerah begitu saja.
Clek!
Ferdo membuka pintu dan melihat Kiara yang sedang memainkan ponsel sambil membelakanginya. Ferdo berjalan ke arah Kiara.
"Maaf ya, kepitingnya udah dimakan sama ncing." Ucap Ferdo dengan memperlihatkan wajah sedih.
Kiara memutar bola matanya malas, "Kalaupun ada aku nggak bakal makan."
Ferdo beralih menatap mata Kiara yang indah itu, "Kau mau makan apa? biar aku masakin."
Kiara mengambil selimut dan menutupi wajahnya, "Aku tidak lapar! aku mau tidur."
__ADS_1
Ferdo keluar dari kamar dengan ekspresi yang terlihat sangat kecewa, dia juga mengeluarkan air mata untuk menunjang dramanya.
"Bego! maunya gue bego-begoin." Ucap Kiara sambil tersenyum senang.
Ferdo kembali pergi ke kamarnya, dia membaringkan tubuhnya di kasur. Ferdo membayangkan wajah Kiara yang terlihat sangat imut tadi.
"Gimana mau lepasin coba, kamu aja seimut itu." Ucapnya sambil tertawa.
Sedangkan Kiara sangat senang karena dia tidak ketahuan memakan kepiting itu sampe kandas. Dia tidak perlu merasa gengsi kepada Ferdo yang notabene adalah suaminya.
Kiara meluncur di dunia Maya, dia melihat berbagai Vidio mukbang dari YouTuber. Kiara menelan ludah karena melihat Kepiting Saos sebagai menu mukbang dari YouTuber tersebut.
"Pengen makan lagi." Kiara menelan ludah dengan kasar karena tidak tahan melihat Vidio YouTuber tersebut.
Kiara memencet apk pemesanan makanan online, dia memesan Kepiting sebanyak 10 porsi untuk dimakan sendiri.
"Kenapa aku jadi rakus begini? mungkin karena udah lama nggak makan kepiting kali ya?" Kiara bingung dengan dirinya yang belum puas untuk menikmati Kepiting.
Ting tong!
Ting tong!
Baru saja Kiara mau membuka pintu, Ferdo sudah lebih dulu menyapa kurir dan membayar makanan yang dipesannya.
"Nanti aku bayar." Ucap Kiara sambil merampas makanan itu dengan sengaja.
Ferdo kembali menatap Kiara dingin, "Nggak usah! aku ini kan suamimu."
Kiara menatap Ferdo malas, "Suami? sejak kapan? Aku belum mengakuinya."
Ferdo menatap Kiara dengan tatapan sendu, matanya berkaca-kaca. Ferdo bertanya-tanya, apakah seperti ini rasanya sakit hati?
Ferdo mengambil makanan itu, dia menaruhnya di atas meja." Tatap aku! apakah hatimu tidak tersentuh sedikitpun karena aku? apa aku seburuk itu?
Kiara menatap Ferdo dengan amarah, dia sangat membenci pria yang secara tidak langsung memisahkan dirinya dengan sang kekasih.
"Apa kau tidak sadar telah menyakitiku? apa kau kira aku senang karena berada di dekatmu?" Kiara memancarkan emosinya yang sudah berapi-api.
"Apa karena laki-laki biadab itu? dia laki-laki tidak baik Kiara!" Hatinya Ferdo sangat sakit karena Kiara yang terang-terangan menunjukan sikap ketidaksukaannya.
"Kalo emang iya kenapa? aku tak bisa mencintaimu! ingat itu." Ucap Kiara sambil melangkahkan kaki meninggalkan Ferdo di ruang utama.
__ADS_1
Ferdo sangat-sangat kesal, dia kecewa dengan Kiara yang tak pernah menghargainya sedikitpun. Hatinya sangat hancur, dia tidak pernah membayangkan rasa sakit ini sebelumnya.