Derita Anak Kandung

Derita Anak Kandung
Bab 29 Pernikahan


__ADS_3

Kiara Pergi ke danau yang merupakan tempat favoritnya, Kiara dari tadi memandangi danau tanpa mengeluarkan kata kata. Perlahan Air matanya mulai menetes di pipi, tangisnya mulai terdengar. Kiara sangat kecewa dengan semua orang, dia merasa dunia tak menginginkannya lagi.


"Ternyata dibalik Effort dan pancaran cinta yang kau berikan terdapat pisau yang sangat tajam. Disaat aku dalam lumpur kesedihan kau datang dengan membawa segenap harapan. Lalu mengapa kau menghancurkan harapan itu?" Kiara mengambil batu dan dilempar ke danau untuk melampiaskan kekecewaannya.


"Aku akan menerima perjodohan ini! Aku akan menemuinya sebelum berpisah." Ucap Kiara sembari bergegas untuk menemui pria yang dicintainya.


Saat sampai di Mansion milik Xavir, Kiara melihat banyak orang-orang berkumpul sambil membawa berkas. Kiara menghampiri salah satu dari mereka dan bertanya alasan mereka berkumpul.


"Kami mau melamar menjadi asisten Tuan Xavir." Begitulah jawaban dari mereka.


Kiara pun mempunyai ide untuk memasuki Mansion keluarga Ravendra tanpa diketahui oleh Riri ataupun bodyguardnya. Kiara segera pergi membeli topeng elastis untuk menunjang penyamarannya. Kiara juga mengurus surat-surat palsu untuk melamar pekerjaan di sana.


"Selesai!" Ucap Kiara.


Kiara kini sudah berhadapan dengan orang yang mengurus pemilihan asisten untuk Xavir, dia memberikan surat-surat yang dibawanya kepada pria di depan.


Setelah melewati berbagai seleksi, akhirnya Kiara lolos dan berhasil menjadi asisten Xavir. Dia segera dibawah ke kamar untuk berganti pakaian. Setelah berganti pakaian, Kiara menuju kamar Xavir yang berada di lantai atas.


Tok!


Tok!


Tok!


Pada ketukan yang ketiga Xavir membuka pintu, matanya memperhatikan mata Kiara yang terlihat tidak asing dimatanya. Setelah kamar ditutup, Xavir bertanya kepada Kiara.


"Kau seperti seseorang yang kucintai." Ucap Xavir yang terus memperhatikan mata Kiara.


Kalau saja kakek tak memberikan rekaman CCTV itu, aku pasti mempercayaimu. Mata sendu itu ternyata mampu menyimpan pisau di dalamnya. Sebenarnya Kau ini mencintaiku atau tidak? Aku dilema karena mu. Batin Kiara.


"Tuan apa yang bisa saya bantu?" Tanya Kiara sembari merapikan tempat tidur.


"Beliin aku makanan di depan!" Perintah Xavir sambil meletakan uang di atas meja.


Kiara segera mengambil uang itu dan turun ke bawah untuk membelikan makanan yang di suruh beli oleh Xavir. Kiara tidak perlu mencari cara keluar dari Mansion yang mewah tersebut.


Kiara pulang dengan menggunakan taksi yang dipesan melalui Apk gojek. Kiara berusaha melepaskan rasa rindunya kepada pria yang dicintainya.

__ADS_1


Kediaman Arkana kini dipenuhi oleh mobil berwarna hitam milik dari organisasi Mafia yang telah lama tidak muncul di permukaan. Kiara memperhatikan mobil-mobil itu dengan seksama.


"Semua ini bukan mobilnya kakek," Ucap Kiara.


Kiara memasuki mansion tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Dia tidak perduli dengan mobil asing yang ada di kediaman ini.


Kiara tercengang saat memasuki mansion yang telah di dekorasi dengan sedemikian rupa sehingga terlihat sangat mewah dan klasik. Kiara mendapati Ferdo yang sudah memakai pakaian pengantin berwarna hitam.


"Mari ikut kami non!" Ucap salah satu dari maid yang ada di mansion.


Kiara memang mau menerima perjodohan ini, tapi dia tidak menyangka akan segera menikah dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya. Namun, Kiara tetap menerima tanpa penolakan sedikitpun.


"Mari ikut kami non!" Maid tersebut kembali mengajak Kiara.


Kiara di bawah ke kamar oleh maid dan di rias dengan konsep Rawles. Kiara terlihat anggun dan cantik karena gaun putih dan make up Rawles yang menghiasi wajahnya.


"Wah! Nona sangat cantik." Ucap Mua yang mendandani Kiara.


Kiara menghampiri Ferdo dengan berjalan grasak-grusuk. Mereka semua melihat Kiara sambil tertawa. Sedangkan Ferdo hanya tersenyum tipis.


Mereka berdua kini duduk berdampingan, Ferdo menjabat tangan Arwan Arkana yang akan menjadi wali Kiara.


Arwan Arkana menjabat tangan Ferdo, " Saya Arwan Arkana akan menikahkan engkau dengan cucu saya yang bernama Kiara Dzakia Arkana dengan uang 1 Miliar dan seperangkat alat solat di bayar tunai."


"Saya terima nikahnya Kiara Dzakia Arkana dengan uang 1 Miliar dan seperangkat alat solat di bayar tunai." Ucap Ferdo mantap tanpa sedikit kesalahan.


"Bagaimana para saksi?"


"Sah!"


"Sah!"


Kiara kini telah resmi menjadi istri dari Ferdo Ferdinan. Ferdo mengecup dahi Kiara dengan sangat lembut, sementara Kiara juga mencium tangan Ferdo.


"Tidak menyangka cucuku itu telah dewasa." Arwan terharu dengan cucunya.


"Jaga baik-baik istrimu! Jangan buat dia bersedih setelah ini." Ucap Arwan sambil memeluk Ferdo.

__ADS_1


Setelah selesai Ijab Kabul, mereka memakan makanan yang telah disiapkan oleh Arwan. Walau tidak disertai dengan resepsi yang mewah, pernikahan ini cukup terlihat mewah.


Kiara dan Ferdo diberitahu bahwa mereka akan pindah dari Indonesia ke Cina yang merupakan tempat kelahiran Ferdo. Mereka pergi ke Cina karena untuk menghindari berbagai musuh yang mencoba mencelakai Kiara. Disana Kiara akan di jaga oleh Mafia Kaizen yang merupakan mafia tertua di dunia.


Kiara dan Ferdo saat ini berada di kamar milik Kiara, mereka berdua sama sekali belum berbicara dari tadi. Kiara memberanikan diri untuk memberikan surat yang entah sejak kapan dibuatnya.


"Untuk apa surat perjanjian seperti ini? aku tidak mau menandatangani surat ini." Ferdo sangat tidak setuju dengan isi yang di berikan oleh Kiara.


"Ayolah! jangan seperti ini."Kiara masih terus membujuk Ferdo agar menyetujui perjanjian yang ada dalam surat.


"Aku ingin point yang ke lima dan ke enam dihapus, atau aku tidak akan menandatangani surat ini." Ucap Ferdo dengan dingin.


Kiara segera mengambil pena dan menghapus hal-hal yang tidak di sukai oleh Ferdo."Nih!"


Ferdo dan Kiara menandatangani dua surat perjanjian. Kiara sengaja membuat dua surat agar salah satu dari mereka tidak mengingkari janji.


Setelah selesai, Kiara membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk. Kiara segera tertidur tanpa mengganti pakaian pengantin.


*******


Pagi harinya Kiara terbangun lebih dulu dibanding dengan Ferdo, matanya memperhatikan pakaian yang tengah dipakainya.


"Kok aku pakai piyama? perasaan semalam aku nggak sempet ganti deh." Ucap Kiara sambil mengingat kejadian semalam.


Kiara membangunkan Ferdo yang saat ini masih tertidur pulas. "Bangun! Bangun woy!"


Ferdo mengucek matanya yang, "Masih pagi, kenapa bangunin aku sih?"


Kiara menatap mata Ferdo dengan tatapan tanya, "Siapa yang gantiin baju aku? tadi malam kan pakai baju pengantin, bukan piyama."


"Bukannya kamu sendiri yang mengganti pakaian? semalam aku hanya memberikan piyama ini dan pergi meninggalkan kau di kamar, saat kembali kau sudah memakai piyama." Jawab Ferdo dengan santai.


"Iya kah?" Ucap Kiara sambil mengingat kejadian semalam.


Perasaan Aku tidak berganti pakaian deh! aku semalam langsung tidur kayaknya. Apa aku melupakan kejadian yang semalam? Kenapa aku jadi pikun begini ? Batin Kiara.


Jangan lupa di like, komen , dan dukung ya teman-teman. Trima kasih telah membaca ceritaku yang sedikit membosankan dan gaje. Ikuti terus Kisah Kiara di part selanjutnya!!

__ADS_1


__ADS_2