Derita Anak Kandung

Derita Anak Kandung
Makan Berdua


__ADS_3

Orang-orang yang berada di tempat itu terpesona dengan pria tampan yang baru saja tiba di tempat tersebut. Ferdo sangat tampan sehingga membuat siapa saja tidak bisa pangling darinya, bahkan perempuan yang tadi mendorong Kiara ikut terdiam.


Wanita tersebut maju beberapa langka dan mengulurkan tangannya sebagai tanda pengenalan. Namun Ferdo tidak membalas uluran tangan itu, dia menghampiri Kiara dan membantu gadis itu untuk berdiri.


"Kamu tidak apa-apa?" Ucapnya seraya membersihkan debu-debu yang menempel di pakaian Kiara.


Kiara terdiam saat menerima perlakuan lembut dari pria di depannya. Dia sangat menyesal karena dulu pernah bersikap kasar kepada pria yang sangat baik sepertinya.


Sedangkan orang-orang dan wanita itu menatap Kiara dengan tatapan iri. Mereka terlihat tidak suka dengan perlakuan lembut Ferdo.


"Naik!" Ferdo berjongkok tepat di depan Kiara.


Kiara terlihat malu-malu saat dirinya naik ke punggung Ferdo. Namun dalam hati dia sangat senang karena diratukan oleh pria yang pernah ia sia-siakan.


Dalam hati Ferdo sangat senang karena dia sudah menemukan wanita yang sedari tadi membuatnya khawatir.


Ferdo menggendong Kiara sampai ke mobil, dia menurunkan Kiara sambil mendaratkan ciuman singkat.


"Jangan kabur-kaburan lagi."


Kiara hanya menganggukkan kepala, setelah itu dia memasuki mobil yang berada di depannya. Ferdo pun langsung memasuki mobil ketika melihat Kiara masuk.


"Maaf, kalau aku hanya bisa merepotkan mu. Aku janji tidak akan berulah lagi." Ucapnya seraya menatap Ferdo dengan tatapan sedih.


Ferdo menangkup wajah Kiara dengan kedua tangannya. Kemudian dia mendaratkan ciuman yang cukup lama di kening wanita itu.


"Aku sangat senang kalau kamu merepotkan ku." Ucapnya yang kemudian menyalakan mesin mobil.


Sepanjang perjalanan hanya hening, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Kiara sedari tadi menatap Ferdo, entah apa yang ada dalam pikiran wanita itu.


"Kamu pengen makan? Kita akan ke restoran yang kamu sukai." Ucapnya yang seakan paham dengan tatapan itu.


"Aku hanya rindu dengan masakanmu." Ucap Kiara yang terlihat malu-malu.


Ferdo tersenyum saat Kiara mengatakan rindu dengan masakannya. Dia tidak menyangka wanita di depannya menyukai masakannya.


"Kenapa?" Kiara terkejut dengan raut wajah Ferdo yang berubah drastis.


"Kamu hanya kangen masakanku? kamu nggak kangen sama aku?" Ucap Ferdo seraya memanyunkan bibirnya.


Kiara tersenyum saat mendengar pertanyaan dari lelaki tampan di sampingnya. Bagaimana tidak? Lelaki tersebut bertanya mengapa dia hanya merindukan masakannya.


"Aku nggak akan kangen sama pria jelek sepertimu." Ucap Kiara yang membuat Ferdo menghentikan mobil.


" Kamu bilang apa tadi?" Ferdo bertanya sekali lagi.

__ADS_1


"Kamu jelek!" Kiara menampilkan wajah tengilnya.


Ferdo menggelitik perut Kiara dengan kedua tangannya. Wanita tersebut tertawa sampai mengeluarkan sedikit air mata.


"Sudah!" Ucap Kiara.


Ferdo menatap wanita itu sekali lagi, " Masih mau bilang aku jelek? Hmm."


Kiara hanya menggelengkan kepala agar pria tersebut berhenti menggelitiknya.


Ferdo berhenti menggelitik dan melanjutkan perjalanan menuju rumah mereka. Yah, saat ini mereka tengah berada di Cina.


Mereka berdua turun dari mobil ketika sudah sampai di depan rumah/ apartemen kecil mereka.


Kiara terlihat antusias saat dirinya melihat Apartemen tersebut, dia memasuki apartemen itu sambil berlari.


"Semoga kau selalu seperti ini." Ucap Ferdo yang kemudian mengikuti Kiara dari belakang.


Saat memasuki Apartemen, Ferdo melihat Kiara yang sudah tertidur pulas di sofa yang ada di ruang tengah.


Ferdo mengangkat tubuh mungil itu ke kamar yang dulu ditempatinya. Saat akan meninggalkan ruangan, tangannya ditahan oleh Kiara.


"Jangan pergi, aku ingin tidur bersamamu." Ucap Kiara seraya membuka matanya.


Ferdo terdiam, kemudian dia membaringkan tubuhnya di dekat Kiara. Sedangkan Kiara kembali menutup mata sambil memeluk tubuh kekar Ferdo.


Ferdo hanya mengecup dahi Kiara sebagai jawaban. Mereka berdua tidur siang di kamar tersebut.


***


Sementara itu, Seorang Pria dengan topeng hitamnya tengah duduk di sofa sambil menikmati kopi di tangannya.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti ini? kau tidak kasian kepadanya?" Tanya wanita yang tidak terlihat muda lagi.


"Aku akan menemuinya saat waktu yang tepat. Aku tidak mau terburu-buru." Ucap pria tersebut.


Perempuan disampingnya hanya bisa menghela nafas, dia tidak tahu apa jalan pikiran pria yang berada di depannya ini.


"Mau kemana?" Tanya pria bertopeng.


"Mau ke Toilet!" Jawab wanita itu dengan kesal.


Pria bertopeng itu berdiri mendekati wanita tersebut, " Pengen ditemenin? "


Wanita tersebut menonjok wajah pria itu dengan tangan kanannya. Kemudian pergi meninggalkan pria bertopeng di ruangan sendiri.

__ADS_1


Sedangkan pria itu hanya tersenyum, dia sangat senang membuat wanita tersebut marah. Itu akan menjadi kebiasaan barunya sekarang.


***


Paginya Ferdo bangun duluan, dia pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk wanitanya. Dia tidak lupa membuat makanan kesukaan Kiara yaitu Kepiting Saos.


"Semoga kau menyukainya." Ucapnya seraya menghias dan meletakan semua masakan di piring.


Pria tersebut memasuki ruangan untuk membangunkan Kiara. Namun dia tidak mendapati wanita tersebut di dalam kamar.


"Kiara! Kamu dimana!" Ferdo berteriak-teriak mencari Keberadaan Kiara.


"Aku disini!" Jawab Kiara yang entah ada dimana.


Ferdo berjalan mengikuti arah suara tersebut. Ternyata Kiara sudah duduk rapi di meja makan. Ferdo bingung kenapa Kiara berada di ruangan ini.


"Sejak kapan kamu disini?" Tanya Ferdo sambil marik kursi.


Kiara tidak memperdulikan pertanyaan yang keluar dari mulut Ferdo. Dia langsung mengambil nasi dan Kepiting saos kesukaannya.


"Enak?" Pertanyaan singkat Ferdo membuat Kiara menganggukkan kepala.


Kiara terlihat sangat menikmati makanan yang dibuat oleh suaminya tersebut. Kiara sudah lama tidak makan makanan yang senak sejak dirinya berada di rumah sakit.


"Kenapa berhenti?" Tanya Ferdo karena melihat Kiara yang berhenti makan.


"Apakah dokter tidak akan marah?" Pasalnya dirinya dilarang memakan makanan tersebut.


Ferdo tersenyum, "Dia tidak akan tahu akan hal ini."


Kiara lega karena mendengar jawaban dari Ferdo. Dia kembali memakan makanan kesukaannya tersebut.


Setelah makan, Kiara mengajak Ferdo untuk berjalan-jalan mengelilingi taman yang dulu selalu mereka kunjungi.


Setelah mengelilingi taman mereka berdua duduk di salah satu kursi taman. Mereka duduk di kursi taman sambil meminum air.


"Makasih."


Kiara yang meminum air tersebut langsung saja melihat ke belakang. Dia seperti mendengar suara kakeknya.


" Kakek! Kakek ada disini?" Kiara bangkit dari tempat duduk sambil berjalan-jalan mencari kakeknya.


Sedangkan Ferdo mengikuti Kiara dari belakang, dia tidak menghentikan Kiara sama sekali.


"Apakah kau benar-benar mendengarnya?" Tanya Ferdo kepada Kiara yang terlihat serius memperhatikan orang-orang.

__ADS_1


"Aku tadi mendengar suaranya." Ucapnya tanpa menoleh ke arah Ferdo.


Ferdo tidak mendengar apa yang di dengar oleh Kiara karena dirinya yang memakai earphone sambil memutar musik.


__ADS_2