Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 10, siang pertama.


__ADS_3

hari ke 7 setelah pernikahan, kini Reyhan dan Risha sudah bisa menempati rumah yang dari lama dibeli Reyhan. walaupun belum lunas, tapi Reyhan bersyukur ia bisa memenuhi keinginan istrinya yang menginginkan menempati rumah sendiri setelah menikah.


mengeluarkan belanjaan dari kantong nya, Risha menaruh berbagai sayur, buah, daging ke dalam kulkas.


"akhirnya selesai."


"kamu mandi duluan ya dek, mas selesaikan dulu nyuci mobil nya." ucap Reyhan yang muncul dari pintu belakang yang terhubung dengan dapur.


"iya mas"


masuk ke dalam kamar setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Reyhan tertegun saat melihat Risha tidur dengan rok yang tersingkap ke atas menampilkan paha putih mulus nya.


"godaan halal di depan mata" Reyhan terkekeh pelan. "Adek posisi tidurnya menantang sekali."


"sabar Rey, mandi dulu." mencium ketek dan melihat penampilan nya yang penuh keringat, Reyhan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


melihat istrinya yang masih tidur dengan posisi yang sama seperti 5 menit sebelum nya, ada seringai tipis di bibir Reyhan. pelan-pelan mendekati istrinya, Reyhan membungkuk menyibak rambut yang menutupi wajah sang istri. mencium pundak mulus istrinya, Reyhan merasa tertantang saat tak ada reaksi dari Risha.


"hmm" lenguhan bernada protes keluar dari bibir mungil wanita cantik diatas ranjang.


terkekeh pelan Dava semakin bersemangat untuk menjahili istrinya. ditiup-tiup leher sang istri yang semakin menggeliat lalu sedetik kemudian matanya yang terpejam kini terbuka lebar.


"Ada apa mas?" mengucek matanya mengusir kantuk yang masih bersarang, Risha menatap heran saat kini ia sudah berada dalam kungkungan sang suami.


"mas mau apa?" Risa bergidik saat tatapan sang suami menelusuri tubuhnya. buru-buru menurunkan rok nya yang tersingkap, Risha merona malu.


"sekarang boleh kan?" tanya Reyhan, suara nya sudah mulai parau.


"ta-tapi ini masih siang mas. masih jam 11 siang." Risa menoleh pada jam kecil di atas meja samping tempat tidur.


"memang nya ada peraturan kalau mau melakukan itu harus malam hari?"


"ti-tidak sih tapi kan namanya malam pertama pasti dilakukan saat malam. kalau siang jadi namanya apa dong?"


"siang pertama!" jawab Reyhan cepat.


debaran hati Risha kian keras, tiba-tiba saja ia gugup. ini pengalaman pertama baginya walaupun Sinta bilang hanya sakit di awal saja dan selanjutnya akan enak, tetap saja Risha takut.


"kenapa dek?" Reyhan melihat gelagat aneh dari Risha.

__ADS_1


"takut mas." ucap Risha malu-malu.


"ini juga pengalaman pertama bagi mas, tapi mas akan usahakan pelan-pelan agar Adek nggak ngerasa sakit banget ya." ucap Reyhan lembut, berusaha membuat Risha rileks walaupun ia sendiri juga tegang saat ini.


Risha mengangguk pelan, kata-kata Reyhan sanggup menenangkan hatinya. mempercayakan semua nya pada sang suami, Risha membalas saat Reyhan mulai mencium bibir nya di selingi Lum*atan menjelajah kedalam mulut nya.


bermodal membaca artikel di google dan naluri kejantanan nya, Reyhan memulai pemanasan. mencium setiap lekuk tubuh istrinya yang menggelinjang akibat perbuatan nya.


Reyhan tersenyum puas saat gundukan keajaiban dunia terpampang nyata di depan nya tanpa penutup sama sekali. bagian depan istrinya memang sangat mengagumkan, ini akan menjadi tempat favorit nya mulai detik ini.


15 menit melakukan pemanasan dan membuat istrinya mencapai puncak kenikmatan, Reyhan mengatur posisi.


"mas.." panggil Risha dengan suara Sendau nya. wanita itu sudah larut dalam rasa yang baru kali ini ia rasakan.


"hemm?" Reyhan menatap sang istri.


"pelan pelan." ucapnya, dan mendapat kecupan di dahi dari suaminya.


mulai memasukan senjata nya ke dalam inti tubuh sang istri yang sudah siap dan basah, Reyhan merasakan sesuatu menghalangi jalan masuk nya. menekan sedikit demi sedikit, pria itu menatap sang istri yang sedang menggigit bibir menahan rasa yang entah perih atau sakit atau juga bisa dua-duanya.


merasa tak tega, pikiran dan hati Reyhan berdebat di dalam sana. antara meneruskan atau mengakhiri. tapi ternyata rasa ingin nya lebih mendominasi. menekan kuat kejantanan nya dengan sekali sentak masuk menerobos gawang sang istri.


"Argh!" pekik Risha, matanya terpejam erat merasakan sakit beserta perih di inti tubuhnya.


mengusap keringat di dahi sang istri, Reyhan memberi jeda sebentar. lagi-lagi ia melakukan itu karena bermodal membaca artikel di internet. harus memberi jeda sebentar agar sang wanita menyesuaikan.


melihat Risha yang sudah rileks, Reyhan mulai menggerakkan tubuh nya.


hingga matahari berada tepat di atas kepala, kedua insan yang tengah mereguk nikmatnya surga dunia itu baru menyelesaikan nya.


***


"mas mau Adek masakin apa?" tanya Risha setelah membereskan alat sholat nya.


"nggak usah masak dek." jawab Reyhan, melepas peci dan melepas sarung yang melekat ditubuhnya.


"kenapa? kita belum makan siang lho mas."


"Adek nggak usah masak, biar mas aja yang masak. lagi pula Adek masih sakit kan jadi pasti nggak nyaman kalau banyak gerak."

__ADS_1


Risha menunduk malu.


"memang nya mas bisa masak?" tanya Risha, mendudukan bokong nya dikursi makan yang terhubung langsung dengan dapur.


"bisa dong, dulu saat kuliah di Yogyakarta kan mas ngekos. jadi apa-apa mas kerjakan sendiri lagipula bisa hemat juga." jawab Reyhan, mulai mengeluarkan bahan masakan dari dalam kulkas.


"wah hebat" Risha mengacungkan jempol nya yang langsung di gigit pelan oleh Reyhan.


"biasa aja dek, banyak teman-teman mas yang sama juga kayak mas."


"tapi mas hebat, Adek aja kalah sama mas. walaupun perempuan, tapi Adek nggak pinter masak mas. paling cuma bisa bikin tempe goreng, sayur bayam sama sambal. yang lainya Adek belum bisa. maaf ya mas." ucap Risha menunduk sedih.


"hei, nggak apa-apa kan bisa belajar. mas nggak nuntut Adek untuk pintar masak kok."


Reyhan mengusap lembut pipi Risha.


"iya Adek pasti akan belajar biar mas suka sama masakan Adek. Adek harus bisa masak enak biar mas nggak di ambil pelakor." ucap Risha bersemangat.


"memang nya cuma gara-gara Adek nggak bisa masak, mas langsung berpaling pada wanita lain gitu? mas bukan tipe seperti itu dek." Reyhan menatap hangat istrinya. "cuma Adek yang mas cintai nggak ada wanita lain. sekalipun Adek nggak bisa masak, mas masih sanggup buat memperkerjakan ART. tugas Adek cuma patuh sama mas, sama..." Reyhan menjeda sebentar mendekatkan bibirnya di telinga sang istri.


"teman mas di atas ranjang"


"aww! kenapa dicubit dek." pekik Reyhan merasakan nyeri di pinggangnya akibat cubitan Risha.


"salah siapa siang-siang gini udah mesum." Risha memberengut.


"mesum sama istri sendiri nggak apa-apa lah ya.."


melihat Reyhan yang meringis, Risha bangkit dari duduk nya dan mengusap tempat yang ia cubit tadi.


"sakit ya mas, maafin Adek ya.. refleks tadi."


"nggak tuh, mas cuma akting biar di usap-usap Adek." Reyhan tergelak melihat wajah cemberut istrinya.


"sudah-sudah mas nggak acting lagi. sekarang mas mau masak. hemm masak apa kita hari ini ya.."


melihat-lihat sayur di dalam kulkas, Reyhan tertegun saat satu box isinya bayam semua.


melirik Risha yang duduk manis, Reyhan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"hehe, maaf ya mas. kan Adek udah bilang bisanya masak sayur bayam. jadi kulkas nya Adek isi bayam semua."


Doeng!


__ADS_2