Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 35. perpisahan menyakitkan


__ADS_3

"aku beri waktu kamu lima belas menit untuk bicara." ucap dara, dia menatap ke arah lain. tidak mau bertatapan dengan pria yang sudah membuat nya sakit hati.


"maaf, aku minta maaf sama kamu." ucap Rendi, hatinya seketika mencelos saat dara tidak mau menatap nya. gadis yang selama ini menghuni hati, senyum nya yang mengisi hari-hari Rendi kini sudah tidak bisa ia lihat lagi. dara seakan menjauh, membuat tembok besar agar Rendi tak bisa mendekati nya.


"Ra, aku benar-benar minta maaf. aku sama sekali tidak sengaja. aku tidak punya niat sedikitpun untuk menghianati kamu. saat itu aku tertekan Ra, aku tertekan dengan permintaan papa ku. kamu tahu sendiri bagaimana sifat papa ku. aku berniat menenangkan diri saking buntu nya pikiran ku. dan semua itu begitu saja terjadi. aku bahkan terkejut saat pagi nya sudah di kamar salah satu hotel bersama regina." jelas Rendi, dia berharap dengan penjelasan nya ini bisa membuat dara sedikit memaafkan nya.


"ya, mungkin aku bisa percaya dengan penjelasan mu. tapi semua sekarang sudah berbeda ren. semua tidak akan terasa sama seperti dulu. gelas kaca yang pecah tidak akan kembali seperti semula walaupun sebagus apa lem yang di gunakan untuk menyusun nya kembali. akan terlihat retakan dimana-mana. dan itu menggambarkan hubungan kita saat ini." jawab dara, dia bicara dengan berusaha menahan agar air mata nya tak turun. jauh di lubuk hati nya yang paling dalam, dara pun menyesali kejadian ini terjadi di hubungan nya.


"kita mulai dari awal lagi." tawar Rendi. "kita lupakan semua kejadian ini dan merangkai lagi. kita pasti bisa." imbuh nya.


dara menggeleng keras. "tapi sayang nya aku tidak bisa. aku tidak bisa berbuat egois seperti itu. bahagia di atas penderitaan orang lain. ada anak yang tidak berdosa akan menjalani kehidupan tanpa ayah jika kita memulai semua nya kembali. aku tidak tega, aku tidak sejahat itu. aku sampai sekarang pun berada di posisi anak itu ren. bagaimana bisa aku akan membiarkan orang lain merasakan apa yang aku rasakan sekarang. menjalani hidup tanpa seorang ayah." dara menerawang jauh, kehidupan yang ia lalui berdua dengan sang ibu sudah melalui banyak batu terjal di sepanjang jalan. tidak mungkin dara bisa sejahat itu membiarkan anak lain menjadi korban keegoisan orang dewasa.


"kita bisa merawat nya bersama Ra. aku juga tidak bisa membiarkan anak ku di rawat oleh regina yang berkerja sebagai psk." Rendi terlihat mulai frustasi. banyak pikiran dan beban yang ia tanggung sekarang.


"regina bagaimana? aku lihat dia sangat menyayangi putri nya. walau pekerjaan nya buruk, tapi dia tetap seorang ibu. pasti dia tidak rela putri nya di asuh oleh ibu sambung nya. lagian kalau aku merawat nya, dan saat aku punya anak sendiri nanti, aku tidak yakin akan bisa bersikap adil dan memandang mereka dengan pandangan kasih sayang yang sama. aku tidak bisa memungkiri itu, aku pasti akan selalu mengingat penghianatan mu setiap melihat wajah putri mu." terang dara, mengeluarkan segala uneg-uneg di hati saat Rendi menawari nya untuk merawat putri nya dan regina.

__ADS_1


"jadi pada intinya kamu tidak mau kembali padaku?" tanya Rendi.


dara menggeleng. "maaf, aku tidak bisa."


Rendi menghembuskan nafasnya dengan berat, tak terasa air mata nya mengalir turun tanpa permisi. dia sangat menyesali semua nya. andai dia tidak datang ke klub, andai dia tidak menerima tawaran regina untuk minum alkohol. semua andai berterbangan di kepala nya. Andai waktu bisa di putar kembali, dia akan merubah semua nya tanpa terkecuali.


sekarang tidak ada lagi kesempatan yang Rendi miliki, dara sudah memilih keputusan. tetap dengan pendirian nya untuk tidak kembali padanya. entah kenapa saat ini Rendi tidak bisa memaksa dara lagi, tenaga nya sudah terkuras habis. banyak masalah yang ia hadapi tapi kehilangan dara adalah hal yang paling tidak ia inginkan selama hidup.


dara mengusap pipi nya, merutuki air mata yang keluar dengan lancangnya membasahi pipi.


"ren, hubungan kita saja yang berakhir. tapi hidup ini akan terus berjalan. ayo bangkit, aku pun belum sepenuhnya bisa berdamai tapi aku akan terus mencoba. mungkin ini takdir terbaik yang Tuhan berikan untuk kita." dara mengulurkan tangan nya pada Rendi yang terduduk frustasi.


dara menawarkan diri, memeluk Rendi untuk yang terakhir kali nya. dia bisa merasakan tubuh bergetar pria yang ada di dalam pelukan nya. Rendi membalas pelukan dara, ia mengeratkan pelukan nya. memeluk dara untuk yang terakhir kali nya. setelah ini, Rendi akan mencoba saran dara. mulai berdamai dan menerima dengan takdir yang sudah digariskan Tuhan.


ingin terus memaksa tapi Rendi sudah tidak sanggup. dia juga sadar ini semua terjadi karena kesalahan nya sendiri. dia akan mulai menyelesaikan masalah nya satu persatu. dia sudah tidak peduli lagi dengan amukan ayah nya saat tahu masalah ini.

__ADS_1


kedua orang itu saling mengeluarkan beban yang terjadi di hubungan mereka. perpisahan sudah menjadi jalan yang terbaik. kali ini tidak ada penolakan, kedua nya sudah saling sepakat untuk berpisah. memilih menyimpang kenangan mereka di salah satu sisi hati.


"setelah ini, aku berdoa agar kamu bisa menemukan bahagia mu sendiri. seperti yang selalu kamu bilang sama aku. kebahagiaan tak perlu kita cari dari orang lain. ciptakan kebahagiaan sendiri, agar saat orang itu hilang kita tidak akan hancur. selamat tinggal Rendi." ucap dara di sela isakan nya.


Rendi semakin mengeratkan tangan nya mendengar ucapan dara. kedua orang itu saling berpelukan untuk terakhir kali. setelah ini kedua nya akan melangkah dengan arah berbeda, tidak ada gandengan tangan seperti biasa nya. tidak ada saling menyemangati saat punya Masalah. semua sekarang akan di lalui sendiri, seterjal apa masalah itu mereka berdua tak bisa saling bergandengan lagi.


beberapa orang yang juga berada di taman itu melihat ke arah mereka dengan tatapan sendu. kurang lebih mereka mendengar sedikit perbincangan Rendi dan Reigha.


kadang takdir memang semenyakitkan ini, tapi Tuhan pasti juga telah menyiapkan yang terbaik di depan sana.


dara berjalan ke pinggir jalan, mencari taxi yang siapa tahu masih ada jam segini. perbincangan lima belas menit berubah menjadi satu jam. dara kemalaman dan celingak-celinguk mencari taxi.


dari arah kiri, berhenti mobil silver yang sangat ia kenali. mobil itu berhenti tepat di depan dara.


jendela terbuka perlahan. muncul Dika dengan senyum sehangat rembulan malam ini.

__ADS_1


"ayo masuk." ucap nya, membuka kan pintu untuk dara dari dalam mobil.


dara langsung masuk ke dalam mobil tanpa banyak bertanya. perasaan nya masih mellow dan tidak nyaman..


__ADS_2