Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 31


__ADS_3

sudah seminggu sejak kejadian menyakitkan itu, dara seakan mengunci diri dari orang luar. bahkan pesan dan telepon dari Dika tak ada satupun yang di jawab.


pulang bekerja ia habiskan waktu di dalam kamar, makan pun tak beraturan. ibunya sampai khawatir dengan kondisi dara. dia hanya diberitahu kalau anaknya putus dengan pacar nya. tidak tahu menahu penyebab putus hingga membuat putri satu-satunya berubah drastis. dara yang ceria seakan tertelan hujan salju, dingin dan membeku.


Pratiwi mengetuk pelan pintu kamar putrinya yang tertutup rapat. dia sempat terkejut melihat dara yang hanya membuka sedikit pintu kamar nya.


"ada apa ma?" tanya dara, ia merasa kepala nya berdenyut.


"ada Dika di depan nyari kamu." jawab Pratiwi, menunjuk ke arah depan rumah nya.


dara menoleh sebentar kearah yang ditunjuk mama nya. "bilang aja kalau dara nggak mau di ganggu ya ma" pinta dara.


"loh kenapa?" Pratiwi heran, ia juga merasa tidak enak jika harus berbohong pada Dika.


"dara lagi nggak mau ketemu siapapun Bu, dara mohon beri ruang buat dara sendirian dulu ya."pinta dara memelas, wajah pucat nya tidak bisa ia sembunyikan membuat khawatir mamanya.


Pratiwi mengangguk, ia akan memberi pengertian pada putrinya nanti setelah memberitahu Dika. pria itu sudah menunggu terlalu lama, Pratiwi tak tega.


"nak Dika, dara sedang tidak bisa di ganggu. dia minta pada Tante untuk diberi waktu sendiri. tolong harap di maklumi ya nak, kamu tahu sendiri dara baru putus dengan Rendi, biarkan dia memperbaiki hatinya dulu. mereka berdua bukan pacaran sebentar, hampir 2 tahun dan sudah memimpikan untuk menikah. tapi siapa tahu jika akan ada kejadian seperti ini." Pratiwi mencoba menjelaskan.


"iya Tante saya paham, biar dara istirahat dan sendiri dulu. kalau ada apa-apa kabari saya ya Tante." Dika pamit pada Pratiwi, mencium punggung tangan wanita paruh baya itu lalu berjalan menuju mobil nya.


tapi Dika tidak langsung pulang, dia berdiri di samping pintu mobil. mengeluarkan ponsel nya, mencoba menghubungi dara siapa tahu mau menjawab.


Pratiwi yang sudah masuk ke dalam rumah lantas membuka pelan pintu kamar putri nya, hatinya mencelos saat melihat dara yang tidur menyamping membelakangi pintu. tissue berserakan dimana-mana, disudut kamar ada beberapa barang yang terkumpul dalam kotak kardus. seperti nya itu barang pemberian Rendi.


"Ra..." panggil Pratiwi, menggoyangkan pelan tubuh putrinya. dia merasa ada yang tidak beres, badan dara panas dan tidak kunjung bangun.


keluar dari kamar dara dan langsung berlari keluar rumah, Pratiwi berteriak minta tolong. sebagai single parents ia tidak tahu mau meminta tolong pada siapa kalau bukan pada tetangga nya.

__ADS_1


Dika yang baru mau menjalankan mobil bergegas keluar saat Pratiwi berteriak. beberapa tetangga pun ikut menghampiri saat mendengar teriakan Pratiwi.


"nak Dika, dara pingsan. badan nya panas sekali." dengan Isak tangis, Pratiwi memberitahu.


Dika dan beberapa warga masuk ke dalam rumah. dengan sigap Dika menggendong dara menuju mobil nya. ibu-ibu tetangga menenangkan Pratiwi yang cemas dan menangis sambil menyiapkan beberapa barang yang dibutuhkan. beberapa bapak-bapak ada yang membantu membuka mobil.


melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, Dika melesat memecah ramai nya jalanan. beberapa kali mengklakson saat ada kendaraan yang berjalan di tengah.


dalam lima belas menit Dika sudah sampai rumah sakit. ia menggendong dara yang terkulai lemas, meletakkan diatas brangkar yang di siapkan perawat.


Dika duduk di kursi depan UGD, berusaha menenangkan ibu dara yang masih panik.


dia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu kabar kondisi dara dari dokter.


***


Risha yang di haruskan bedrest selama 3 hari itu hanya tiduran di kasur dengan ditemani beberapa cemilan di samping nya. kasur nya sampai penuh makanan mulai dari yang ringan, berat sampai yang segar.


"sudah mas, nanti mas cape'." ujar Risha, ia merasa tidak enak.


"nggak kok dek, Adek tinggal diam saja dan menurut ya. selama 3 hari ini mas akan menjadi dokter untuk kalian berdua" dengan senyum terkembang, Reyhan mengusap lembut perut istrinya.


calon ayah itu mengambil cuti agar bisa full menjaga dan merawat istrinya. dia tidak mau terjadi apa-apa pada anak dan istrinya.


Risha terkekeh pelan, "kira-kira anak kita cewe apa cowo ya mas?" tanya Risha penasaran.


"pengen nya sih cewe biar cantik kayak kamu. tapi apapun yang dikasih aku akan tetap menyayangi nya. yang penting sehat dan tidak kurang suatu apapun." ucap Reyhan.


"aamiin."

__ADS_1


***


selang beberapa lama, dokter keluar dari UGD menghampiri Pratiwi dan Dika.


"pasien sudah stabil, akan di pindah ke ruangan lain." ucap dokter itu.


Dika dan Pratiwi bernafas lega. ia mendengarkan semua penjelasan dokter.


"dara seminggu ini memang jarang keluar kamar, makan pun sepertinya tidak teratur karena kalau dirumah dara jarang makan. kalau makan pun hanya sedikit. lebih banyak menyendiri dan menangis." tutur Pratiwi tiba-tiba.


Dika menatap dara yang masih terbaring lemah di atas brangkar, ia menghembuskan nafas berat. dara yang selama ini ia kenal seperti lenyap. dara yang kuat kini menunjukan sisi lemah nya juga. dara yang hobi makan kini seperti tak tertarik lagi pada makanan.


"nak Dika kalau mau pulang tidak apa-apa, biar ibu yang menemani dara. pasti kamu lelah setelah seharian bekerja dan harus disini." Pratiwi merasa tidak enak, ia hanya merepotkan Dika.


"tidak apa-apa Tante, nanti saya pulang kalau dara sudah siuman." jawab Dika lembut.


"terimakasih ya nak, Tante nggak tahu apa yang akan terjadi jika tidak ada kamu. Tante hanya punya dara, dia putri satu-satunya Tante. Tante nggak mau kehilangan dara." Pratiwi meluapkan kegundahan nya.


"Tante nggak perlu cemas, dara anak yang kuat dia pasti cepat sembuh dan kembali ceria lagi." Dika berusaha menenangkan.


"kalau boleh Tante tahu, apa penyebab dara putus dengan Rendi?" tanya Pratiwi penasaran. putrinya terlihat sangat depresi akibat putus dari pacarnya.


Dika yang ditanya seperti itu bingung mau menjawab apa. ia merasa sulit menjelaskan semua nya. apalagi ia khawatir Pratiwi akan kaget.


"nak Dika.." panggil Pratiwi saat Dika hanya diam saja tak kunjung menjawab pertanyaan nya.


"ibu yakin pasti penyebab nya bukan hal sepele. dara menjadi seperti ini pasti ada penyebab yang tidak sepele." Pratiwi yakin itu, dia sangat mengenal putrinya. dara adalah orang yang tidak terlalu peduli dengan hak sepele. jika sampai sakit seperti ini, pasti ada hal besar yang terjadi.


"Rendi menghamili wanita lain."

__ADS_1


degh..


__ADS_2