Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 30. bedrest


__ADS_3

di dalam mobil perjalanan pulang kerumah nya, Sinta menoleh ke belakang melihat putra nya yang sudah tertidur pulas dikursi. menikmati suasana malam kota S, kemerlip lampu menghiasi sepanjang jalan. berulang kali dia yakinkan hati keindahan kota ini membuatnya jatuh cinta.


dari ia lahir disini sampai di umur sekarang, bertemu Soni hingga jatuh cinta padanya pun di kota kelahirannya ini. Sinta melirik Soni yang sedang fokus menyetir, rasanya masih gugup saat bersama sang mantan suami.


"son." panggil Sinta.


"hemm?" Soni masih fokus menyetir.


"aku mau bicara." Sinta menatap Soni.


Soni segera meminggirkan mobil nya, dia merasa ada hal yang serius yang akan disampaikan Sinta.


"mau ngomong apa sin?" tanya Soni, setelah melepas sabuk pengamannya dan memiringkan tubuh menghadap Sinta.


ditatap oleh Soni seperti ini membuat Sinta salah tingkah, dadanya berdetak hebat.


"Aku mau mendengar penjelasan mu saat kejadian itu terjadi." tutur Sinta. dia merasa sudah siap sekarang dan akan mendengarkan semua penjelasan Soni.


Soni menghela nafas berat sebelum memulai penjelasan nya. " seperti yang kamu ketahui, sebulan terakhir aku sangat sibuk hingga bingung membagi waktu untuk mu dan Ciko. aku yang saat itu ingin segera cepat pulang karena pekerjaan ku sudah selesai malah dapat telepon dari irawan. aku diminta datang mengambil barang Irawan yang ketinggalan di hotel itu. aku diberi kunci untuk akses masuk ke kamar itu. aku langsung mengiyakan karena tidak mau membuang waktu, rencana nya hari itu aku mau mengajak kalian makan malam diluar. aku bahkan sudah memesan tempat nya." Soni menatap Sinta yang juga tengah menatap nya, pandangan nya beralih keluar menatap ramai nya jalanan saat malam hari.


"waktu aku masuk kesana, aku terkejut saat tiba-tiba ada wanita yang keluar dari kamar mandi dan langsung mengunci pintu kamar. wanita itu membuka semua pakaian nya, dan mendekat ke arahku tapi aku bisa menghindar sampai akhirnya kamu dan Rosalia datang memergoki ku." tutur Soni jujur.


"dia melodi." ujar Sinta membuat Soni terkejut.


"kamu mengenal nya?" tanya Soni penasaran.


"dia beberapa kali datang menemui, pertemuan terakhir kami seminggu yang lalu. dia menjelaskan semua kejadian itu padaku." jawab Sinta.


Soni terkejut, dia tidak menyangka wanita itu mau repot-repot menjelaskan pada Sinta. dia kira, wanita itu memang suka merusak rumah tangga orang.


"lalu apa pendapatmu?" Soni menatap Sinta dalam, menunggu jawaban sang mantan istri yang berubah ekspresi.


Sinta mengalihkan pandangannya keluar jendela saat tatapan Soni sanggup membuat jantungnya berdetak lebih cepat.


"Apa dulu keputusan yang aku ambil salah?" Sinta balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Andai.."


perkataan Sinta terpotong saat Soni memegang pipi nya, membuat wanita satu anak itu menoleh padanya.


"sin, kalau aku jadi kamu mungkin dulu aku juga akan melakukan hal yang sama. wanita mana yang tidak mengamuk jika memergoki suaminya berduaan dengan wanita lain di hotel?." Soni tersenyum hangat.


"kekecewaan, sakit hati dan rasa cemburu mu semua itu wajar karena kamu istriku. mungkin saat itu kita sedang apes saja. Tuhan menguji kita dan ternyata kita menyerah dan memilih berpisah. yakinlah tuhan pasti juga menyiapkan yang terbaik untuk kita. seperti sekarang ini, tuhan menunjukan kebenaran nya, membantuku menemukan keberadaan mu, meluluhkan hati mu yang sekeras batu." tutur Soni.


"tapi aku penasaran, apakah aku masih ada di hatimu?"


degh


pertanyaan simple tapi sanggup meluluh lantakkan hati Sinta, dia terdiam, pandangan mereka saling mengunci. menerka apa yang ada hati mereka masing-masing.


lampu jalanan yang temaran menghangatkan kedua orang yang saling menatap dalam. di dalam mobil dipinggir jalan dengan putra mereka yang masih tertidur pulas dikursi belakang.


...----------------...


pagi hari saat bangun tidur, Risha merasa ingin buang kecil. rutinitas yang kebanyakan orang lain juga lakukan saat bangun tidur.


"mas! mas Rey!" panggilan yang seperti teriakan itu langsung membangunkan snag suami.


Reyhan melompat dari tempat tidur menghampiri istrinya. pria dengan wajah bantal dan rambut berantakan itu meluncur secepat kilat.


"ada apa dek?" tanya Reyhan ikutan panik karena kaget.


"lihat ini mas." Risha menunjukan ****** ***** nya dengan tangan gemetar. wajah panik nya tidak dapat disembunyikan.


Reyhan terkejut melihat bercak darah pada ****** ***** istrinya, tapi calon ayah itu segera menguasai diri kembali. kalau dia ikut panik akan menambah kecemasan pada istrinya.


"Adek tenang ya, sekarang ganti baju kita ke dokter kandungan." pinta Reyhan lembut memeluk istrinya.


"kalau bayinya kenapa-kenapa Gimana mas? aku takut " keluh Risha sudah mau menangis.


"tenang sayang jangan berfikiran buruk dulu, kita belum tahu keadaan nya bagaimana kan. berfikir positif dulu ya. sekarang ayo ganti baju." jawab Reyhan menenangkan istrinya.

__ADS_1


tapi Risha hanya diam saja seperti tidak punya tenaga. dengan telaten dia menuntun istrinya keluar dari kamar mandi. secepat kilat mengambil baju istrinya, bahkan dia juga membantu istrinya mengganti baju.


"Adek duduk dulu, mas ganti baju dulu. oke?" Reyhan pun secepat kilat juga berganti baju.


Reyhan terus menenangkan istrinya yang duduk di sebelahnya, antrian hari ini cukup panjang. mereka harus menunggu giliran dan antri dengan ibu hamil lain nya.


Reyhan merangkul pundak istrinya, mengusapnya dengan lembut. wajah panik istrinya memang tak bisa di sembunyikan sama sekali. sarapan yang dibeli Reyhan saat di perjalanan tadi pun tidak disentuh sama sekali. sejak berangkat Risha memegangi perut ratanya terus. seakan tak mau kehilangan.


tak terasa waktu berlalu kini giliran Risha yang di panggil. memasuki ruangan dokter dengan mengucapkan bismillah, berharap bayinya baik-baik saja.


"keluhannya apa Bu?" tanya dokter laki-laki itu.


"keluar flek darah dok." jawab Reyhan, istrinya enggan membuka suara.


"berapa lama?" tanya dokter itu lagi menatap Risha dan Reyhan bergantian.


"baru tadi pagi dok." jawab Risha.


"baiklah kita cek dulu ya, silahkan berbaring." dokter itu mempersilahkan.


sambil mengusap-usap alat ke perut Risha dokter itu berucap.


" janin nya bagus, detak jantung normal."


penjelasan dokter membuat Reyhan dan Risha mengucap syukur.


"untuk keluhan flek darah nya, akan saya beri penguat kandungan. untuk sementara waktu ibu harus bedrest ya. kurang lebih selama 3 hari, kalau ada keluhan lagi sebelum 3 hari atau darah keluar lebih banyak bisa langsung datang kesini lagi." ucap dokter itu.


"diminum sekali sehari, tetap tenang dan makan makanan yang bergizi ya."


"terimakasih dok." ucap Reyhan dan Risha sebelum keluar dari ruangan.


di dalam mobil keduanya bernafas lega.


"sekarang sudah tahu keadaan nya kan, Adek sarapan dulu ya kasihan anak kita pasti dia juga laper." ucap Reyhan.

__ADS_1


Risha mengangguk, menerima bubur ayam yang di siapkan Reyhan. Reyhan tersenyum melihat istrinya yang sudah mau makan dan ceria kembali.


__ADS_2