Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 23. perasaan aneh


__ADS_3

Sinta masih terpaku di tempatnya berdiri, melihat interaksi antara ibu dan anak di depan nya. hatinya masih bergemuruh hebat, jemari nya menggenggam erat tissue yang tadi digunakan untuk mengelap tumpahan es krim.


sampai akhirnya ia tersadar saat ibu nya memanggil.


"Sinta ada apa?" tanya sang ibu khawatir melihat ekspresi wajah anak nya.


belum menjawab, Sinta bertambah gelagapan saat wanita itu berdiri dan menoleh padanya. wanita itu sama kaget nya hingga saling berpandangan dengan arti masing-masing.


***


disisi lain pasutri yang sedang berbahagia sedang bermain pijit memijit. seperti nya hanya satu orang yang di untungkan disini karena dari tadi Risha lah yang selalu di pijit Reyhan.


"enak nggak dek pijitan mas?" tanya Reyhan, jemarinya menari dengan lincah di kaki istri nya.


"wuenak banget mas. mas pinter deh mijet nya. kenapa mas nggak jadi tukang pijit aja?" canda Risa tertawa geli.


"emang kamu rela mas raba-raba wanita lain?" tanya Reyhan sengaja menggoda istrinya.


"ya engga lah enak saja!" sungut Risha, memasukan keripik ke mulut nya sampe penuh.


Reyhan terkekeh pria itu menggeleng kepala pelan. melihat istrinya yang asik menonton tv dengan berbagai cemilan di pangkuan. bahkan di meja pun penuh cemilan. ada cemilan asin,gurih bahkan manis dan asam.


Reyhan senang Risha mau banyak makan sekarang, karena biasanya istri nya itu paling pemilih soal makanan.


"kenapa dek?" tanya Reyhan melihat wajah Risha yang pucat dan menutup mulut nya. dengan gerakan tiba-tiba Risha berlari ke kamar mandi.


cemilan di pangkuan nya tumpah berserakan dimana-mana. Reyhan yang panik langsung menyusul istrinya.


memijit tengkuk istrinya perlahan-lahan, Reyhan menghembuskan nafas berat. baru saja senang melihat istrinya makan sekarang sudah dikeluarkan semua.


"sudah?" tanya Reyhan lembut, menyodorkan handuk kecil pada Risha.


"sudah, Adek lemes mas." keluhnya.


Reyhan dengan sigap menggendong istri nya kedalam kamar. merebahkan tubuh lemas itu di atas kasur dengan hati-hati tidak mau bayi nya kenapa-kenapa.


"Adek disini dulu ya, mas bikinin wedang jahe." ucap Reyhan.


beberapa menit Reyhan sudah kembali ke kamar dengan segelas wedang jahe untuk istrinya. disuapi nya pelan-pelan dengan sepenuh hati.

__ADS_1


setelah memastikan istrinya tidur, calon ayah itu kembali ke ruang tv. membereskan kekacauan yang tak sengaja di buat istri nya.


bawaan hamil memang berbeda di setiap ibu hamil. ada yang mual muntah dan ada yang tidak. bawaan seperti itu tak bisa menjadi patokan jenis kelamin anak. jenis kelamin bayi hanya bisa di pastikan lewat USG. bahkan jika dokter kurang teliti bisa memungkinkan pas lahir jenis kelamin menjadi berbeda dari perkiraan sebelum nya.


**


matahari kian naik, angin pagi hari berhembus dengan segar nya. menemani setiap manusia dengan kegiatan masing-masing. Dika dan Dara memutuskan untuk beristirahat sejenak, duduk di kursi taman perumahan sekitar rumah Dika.


"pertunangan ku dua bulan lagi Ra, datang ya."


ucapan Dika yang tiba-tiba membuat dara terkejut dan tersedak saat minum air putih.


uhuk uhuk uhuk


"pelan-pelan Ra" tangan kekar nya mengusap punggung dara dengan lembut.


"secepat itu? eh maksud ku selamat ya ka, pasti aku akan datang."


"oke, kapan-kapan aku kenalkan Widya padamu. dia baik kok Ra." ungkap Dika, meminum air di dalam botol.


sepulang nya dari rumah Dika, dara merebahkan tubuhnya diatas kasur. entah kenapa ada perasaan yang aneh di hatinya. seakan takut kehilangan, takut akan perubahan dalam persahabatan nya.


dara menggulingkan tubuhnya kesana kemari, pikiran nya buyar dengan sendirinya. mood nya tiba-tiba berubah. ia ingin tidur saja tapi matanya tak sejalan dan tetap terbuka.


apa yang salah dengan dirinya? apa yang salah dengan hati nya? sang pemilik pun tak bisa mengartikan itu semua.


pesan dari sang kekasih pun terabaikan begitu saja, padahal kemarin dia yang paling santer jika menyangkut Rendy.


"Dara.. dara.." panggil Bu Tiwi mentoel pantat anak nya.


"ya ibu dara denger!"


"denger apanya daritadi ibu manggil ngga ada sahutan bahkan wujud nya." sungut Bu Tiwi kesal.


"ada apa Bu?" tanya dara, bangkit duduk di tepi tempat tidur.


"ada Rendy di depan tuh." ucap Bu Tiwi, menunjuk jendela kamar dara yang terhubung pada taman kecil depan rumah nya.


"hah Rendy? ngapain?" yang di cari malah balik bertanya dengan bingung nya.

__ADS_1


Bu Tiwi hanya mengecilkan bahu. tidak tahu kan kamu yang dicari bukan ibu. begitu kira-kira isi hatinya.


melompat dari tempat tidur, dara berlari ke depan rumah. Rendy sudah duduk di kursi teras.


"Rendy, ada apa? kita ngga ada janji mau keluar kan?" dara mencoba mengingat siapa tahu dia lupa punya janji dengan kekasih nya karena dari kemarin yang dipikirkan nya hanya bagaimana membuat Dika tidak marah padanya.


"ngga ada Ra, aku emang sengaja mampir kesini. kangen kamu." ucap Rendy dengan senyum hangat nya sehangat matahari yang kian naik.


"mampir? emang sepagi ini kamu habis darimana?" bukan nya respon senang yang ia tunjukan tapi dara malah bertanya curiga.


Rendy yang di tanya seperti itu gelagapan tapi langsung bisa mengendalikan dirinya, tapi sayang nya dara menangkap gelagat itu.


"habis darimana?" tanya dara kembali kali ini terdengar seperti mengintimidasi.


"dari rumah sodara sayang." jawab Rendy.


"dari rumah sodara sepagi ini, kamu kesana jam berapa dan ada urusan apa?" dara bertanya lagi karena masih penasaran, rasa curiga yang sempat hilang kemarin kini mencuat kembali.


"setahuku sodaramu kan rumah nya diluar kota. butuh waktu 2 hingga 3 jam untuk kesana kan?"


Rendy menangkap gelagat aneh dari dara, pacar nya ini seakan menyimpan curiga padanya.


"kamu curiga lagi sama aku?" tanya Rendy lembut, tidak mau membuat dara tambah curiga padanya.


"tinggal jawab pertanyaan ku apa susah nya?" sungut dara kesal, suasana hati nya belum membaik sejak mendengar pertunangan Dika tadi.


"aku beneran dari rumah sodara sayang, dia meminta ku untuk menjemput nya kesini. dia dapat pekerjaan disini. kamu ingat sepupu ku yang namanya Andi kan? yang pas kita ketemu saat nyari kado ulang tahun mama itu." jelas Rendy.


"iya aku inget." jawab dara singkat.


"kamu kenapa? lagi dapet ya? pagi-pagi gini sudah sensian banget. ngga baik tahu Ra. kan kamu sendiri yang bilang usahakan kalau pagi itu mood bagus agar hari ini berjalan dengan baik juga." rendy mencoba mengingatkan dara dengan kata-kata yang sering ia ucapkan untuknya.


dara tersenyum, benar juga. Rendy tidak salah, dia berniat menemui nya untuk melepas rindu tapi malah curiga yang ia dapat.


"aku buatin minum dulu ya?" tawar dara, berjalan memasuki rumah saat Rendy mengangguk.


baru berjalan memasuki rumah nya, dara menghentikan langkah saat suara dering ponsel berbunyi. Dengan langkah pekan, dara menguping di belakang jendela tempat Rendy duduk.


"ya re ada apa?".

__ADS_1


"lewat pesan saja ya, aku sedang dirumah dara."


__ADS_2