Di Nikahi Teman Lama

Di Nikahi Teman Lama
bab 26.


__ADS_3

"dara, kamu seharusnya tidak terlalu dekat dengan nya. tidak ada persahabatan antara laki-laki dan wanita bang. pasti salah satunya memendam perasaan yang berbeda. apa ibu benar?" tanya Bu Rani, ia selama ini sudah sering memperhatikan kedekatan putra nya dengan dara.


Dika terdiam, ia tidak tahu mau menjawab apa.


"kami hanya sahabatan saja Bu, tidak lebih." Dika mencoba beralasan.


"kamu bisa membohongi semua orang disana, tapi tidak dengan ibu bang. melihat dari sorot mata mu saja ibu sudah bisa tahu apa yang ada di pikiran mu." Bu Rani menegaskan, tidak mau ada bantahan.


"dengarkan ibu, memang kami orang tua lah yang menjodohkan kalian. tapi ingat, semua keputusan tetap ada pada diri kalian. kalau kalian menolak, kami pun tidak akan memaksa. akan tetapi, kalian sendiri yang menyetujui. kamu sendiri yang menyetujui pertunangan mu dengan Widya. jangan membuat alasan saat itu hilaf atau apa, ibu tidak mau mendengarkan alasan semacam itu." tambah Bu Rani, membuat putranya semakin terdiam.


"Bu.."


"kalau mencintai dara seharus nya bilang, utarakan padanya. lihat respon nya, apa dia akan menolak atau menerima. tapi kamu tidak ada usaha bergerak sama sekali. memilih memendam semua perasaan mu sendirian. lalu tiba-tiba menyetujui pertunangan mu dengan Widya."


"kamu laki-laki, kamu yang bertanggung jawab besar. bukan hanya dirimu sendiri tapi juga Widya. persiapan kalian sudah 60% jangan main-main dan tepati ucapan mu!" peringatan terakhir Bu Rani layangkan pada putra nya sebelum wanita itu masuk ke dalam kamar.


**


rasanya weekend baru saja kemarin tapi kini sudah hari Senin saja. hari yang bagi kebanyakan orang adalah hari termalas, tak tanggung-tanggung Senin pagi ini ditemani guyuran hujan yang tak kunjung reda. memilih bergelung di bawah selimut sambil memeluk istrinya, Reyhan enggan turun dari ranjang.


sang istri pun merasakan hal yang sama, memilih menikmati hangat nya pelukan suami. tapi ternyata bayi nya tak merasakan begitu, buru-buru turun dari kasur Risha berjalan cepat ke arah kamar mandi memuntahkan semua makanan yang ia makan semalam karena pagi ini dia belum makan apapun.


berjalan pelan di pegangi suami, Risha memilih ambruk saja dikasur. badan nya lemas dan ia tidak bertenaga sama sekali.


"Adek hari ini nggak usah masuk dulu ya, dirumah saja nanti minta di temani kak Rahma." usul Reyhan tak tega melihat sang istri yang pucat.


Risha mengangguk, rasanya tubuhnya seakan tak bertulang, kepala nya terasa berat dan ingin tidur saja.

__ADS_1


setelah menyiapkan sarapan dan juga susu hamil untuk istrinya, Reyhan segera mandi dan siap-siap untuk pergi ke kantor.


kembali menatap kediaman nya yang baru beberapa bulan ia tempati dengan sang istri, Reyhan tampak ragu dan tak tega membiarkan istrinya sendirian. akan tetapi Reyhan punya kewajiban besar, ada rapat penting hari ini dan tidak bisa di gantikan.


melakukan mobil nya perlahan, Reyhan lega saat melihat motor kakak ipar nya berhenti di depan rumah nya lewat kaca spion. dia bisa berangkat kerja dengan tenang sekarang.


di kantor pun Reyhan tak bisa fokus, bagaimana bisa fokus jika sejak tadi hp nya berbunyi terus. panggilan dari istri nya setiap setengah jam sekali memenuhi ruangan.


"mas Rey nanti pulang cepat ya."


"mas cepat pulang aku kangen."


"anak mu nih sudah kangen."


berbagai pesan manja yang dikirimkan istrinya membuat Reyhan mengelus dada. semenjak hamil istrinya memang menjadi lebih manja dan sensitif. salah bicara sedikit saja Reyhan bisa kena amukan dan berujung tidur di kamar lain.


"mas Rey aku jatuh!"


pesan singkat istrinya membuat Reyhan seketika panik, untung saja rapat sudah selesai. Reyhan bergegas pulang, pikiran nya kalut membayangkan keadaan anak dan istrinya. menyalip beberapa kendaraan, Reyhan harus menerima umpatan saat yang disalip merasa terkejut.


yang dipikirkannya saat ini hanya istri dan anak nya, dia sudah menanti dan menunggu calon buah hati nya itu. dia tidak mau ada hal buruk terjadi. dia tidak akan siap dan tidak akan sanggup.


"sabarlah sebentar sayang, aku segera datang"


Reyhan bergumam sendiri di dalam mobil, calon ayah itu masih panik dan tidak bisa menguasai diri.


***

__ADS_1


rendy yang baru saja mendapat pesan langsung melajukan mobil nya menuju pusat perbelanjaan. membeli beberapa pesanan dari sang pengirim pesan.


tanpa Rendy sadari sedari tadi ada orang yang mengikuti nya diam-diam. memakai topi,masker dan kacamata agar aksinya tidak ketahuan oleh sang pacar.


ya, dara sedang mengikuti Rendy saat ini. entah kenapa perasaan nya selalu tidak enak, feeling nya masih kuat mengatakan kalau Rendi menyembunyikan hal besar padanya.


dara bertekad kali ini dia harus bisa mengungkap siapa itu RGN dan ada hubungan apa dengan Rendi.


berulang kali memergoki pesan yang terlihat sama, tidak mungkin jika itu hanya sebatas sodara atau teman. sodara atau teman mana yang mau merepotkan terus.


dara mengikuti Rendi yang sudah melajukan mobil nya. menyadari jika jalanan ini juga sama saat pengintaian dulu membuat dara semakin yakin kalau ia tidak salah menduga.


"sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku ren?"


dara masih saja bergumam sendiri saat motor nya sudah melewati batas kota. dia bernafas lega saat semua sudah ia persiapkan dengan matang. dari membawa cadangan bensin, mengisi full tangki motor nya, batrei hp yang penuh dan membawa power Bank. setotalitas itu karena dara tidak ingin gagal lagi.


dara ikut berbelok saat mobil Rendi masuk belok kanan dipertigaan, melewati rumah yang padat lalu masuk ke dalam gang sebuah perumahan.dara menghentikan motor nya agak jauh dari Rendi yang terlihat sudah berhenti, membuka pintu belakang mobil dan mengambil barang-barang yang ia beli tadi.


berjalan pelan pelan, dara terlihat ragu-ragu dan takut jika kenyataan tak sesuai harapan nya. dia pandangi laki-laki yang sudah bersama nya beberapa tahun ini. dia ingat senyum kekasih nya saat turun dari mobil dan membawa barang-barang yang semua kebutuhan bayi dan ibu menyusui.


hati dara tercekat saat melihat seorang wanita keluar dari rumah dengan menggendong bayi. dara menutup mulutnya dengan kedua tangan saat wanita itu memanggil Rendi dengan sebutan mas.


"lihat ayah sudah datang Sera." ucap wanita itu dengan raut wajah bahagia saat Rendi datang.


sedangkan dara, ia dengan kaki gemetar semakin mendekati kedua orang itu.


"apa hubungan kalian?"

__ADS_1


__ADS_2