
Dear Diary,
Hallo ini pengalaman pertamaku merasakan apa yang orang bilang "kesurupan". Sempat kaget dengan apa yang aku rasakan saat itu. Namun, yang bikin aku bingung adalah sosok ghaib apa yang masuk ke dalam tubuhku. Dan tantunya apa tujuan sosok itu masuk ke dalam tubuhku.
***
Pagi itu kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak berjalan seperti biasanya. Ketika aku di kelas memerhatikan Bu Rahmi yang sedang menjelaskan pelajaran. Aku dengar samar-samar suara tangisan disertai teriakan banyak orang. Ya, aku mendengar suara itu bukan bersumber dari satu orang melainkan beberapa orang. Sangat ramai dan riuh sekali. Dan itu sangat menganggu fokusku belajar.
Aku lihat teman-teman samping kiri dan kananku. Namun aku tidak melihat tanda bahwa mereka mendengar apa yang aku dengar. Berati ini bukanlah suara dari manusia biasa. Melainkan suara ghaib dari "mereka".
"Kiara ... Apa kamu mendengar suara tangisan dan teriakan di luar sana?" Iseng aku bertanya pada Kiara.
"Suara apaan? Aku tidak mendengar suara apa-apa." Jawab Kiara, teman sebangku denganku.
"Oh nggak denger ya?"
Kiara menggalangkan kepalanya.
"Palingan suara anak-anak kelas enam lagi olahraga kali." Kiara coba menebak.
"Iya mungkin saja ya. Hehe." Tutupku.
Oke, fix itu adalah suara ghaib dari "mereka". Lalu kenapa pagi-pagi kaya gini udah bikin ricuh saja sih. Menganggu aku yang sedang belajar saja. Aku pun mendengus kesal.
"Dasar setan nggak tahu waktu. Orang lagi belajar juga." Aku ngedumel sendiri.
"Apa? Setan?" Sahut Kiara.
"Eh en..nga..nu enggak kok." Ucapku gelagapan.
Kepalaku kembali fokus ke depan, ke arah papan tulis yang digunakan Bu Rahmi menjelaskan. Seketika itu juga suara itu seakan berjalan mendekat ke arahku. Semakin terdekat dekat, lebih dekat, dan sangat dekat. Hingga telingaku berdenging hebat seakan gendang telingaku hampir pecah. Aku berusaha menutup telingaku dengan kedua tanganku. Namun, itu tidak memberi dampak apa-apa padaku.
"Kalista kamu kenapa?" Tanya Bu Rahmi yang melihat keanehaku.
Bu Rahmi mendekat ke arah tempat dudukku. Aku sama sekali tidak mendengar pertanyaan Bu Rahmi. Karena telingaku hanya mendengar suara-suara itu. Dengan posisi yang sama aku menenggelamkan wajah ke mejaku.
__ADS_1
"Kalista apa kamu baik-baik saja?" Bu Rahmi memegang punggungku.
Ketika itu juga badanku menjadi berat seberat-beratnya. Pikiranku melayang entah kemana. Mataku menelusuri sebuah lorong putih yang terasa sangat sunyi. Dan ..... Ya aku kesurupan. Sesosok mahluk telah menguasai tubuhku.
Saat ini aku bukan menjadi Kalista. Badanku telah direnggut. Pandanganku kosong menatap Bu Rahmi yang berada di depanku. Kemudian aku berteriak sekencang-kencangnya. Tentunya bukan dengan suaraku, melainkan dengan suara orang dewasa.
"Arghhhhhhhhh ........" Teriakan itu mengangetkan semua penghuni kelas.
Tenagaku yang biasanya kecil, saat ini bertambah kuat. Aku gulingkan meja yang ada di depanku dengan terus berteriak. Semua teman-temanku takut, mereka menyingkir dan menjauh dariku. Sementara Bu Rahmi menjadi sangat panik. Dia berusaha memegangiku, namun kalah tenaga denganku.
"Tolong kesurupan. Tolong!" Teriak Bu Rahmi meminta bantuan.
Beberapa temanku berlari ke ruang guru untuk mencari pertolongan.
"Pak ... Bu ... Ada yang kesurupan." Ucap salah satu temanku.
Guru-guru yang berada di ruang guru berhamburan keluar dan menuju kelasku. Dengan sigap mereka membantu Bu Rahmi menahan tubuhku yang terus berteriak dan meronta. Beberapa guru lainnya mencari pertolongan siapapun yang bisa menyembuhkan kesurupan.
Ketika orang yang dipercaya dapat menyembuhkan kesurupan itu datang. Dia langsung mendekatiku dan membacakan kalimat yang entah apa isinya. Intinya dia berdoa supaya sosok ghaib yang mengisi tubuhku bisa keluar.
"Keluar kau! Jangan ganggu anak ini!" Perintah orang itu.
Bukannya keluar dari tubuhku. Sosok itu justru tertawa terbahak-bahak. Menertawakan kata-kata orang yang berusaha mengeluarkan sosok dari tubuhku.
"Hahahahahahahaa ....." Ketawanya melengking.
"Aku tidak mau!" Jawab sosok itu tegas dengan mata melotot.
Setelah melakukan beberapa kali tindakan mengeluarkan sosok dari tubuhku. Dan beberapa kali juga gagal. Memang ini sosok yang sangat menyebalkan. Orang itu akhirnya menyerah.
Semua guru-guruku pun kebingungan harus melakukan apa lagi. Mereka mencoba membacakan ayat-ayat yang dipercaya dapat mengusir setan. Beberapa guru mencoba menyemburkan dengan air.
"Aduh jorok sekali." Pikirku saat itu. Namun entah apa yang sedang dipikirkan si sosok dalam tubuhku.
"Kalista ... Kalista ... Kalista ... Sadar nak sadar." Bu Rahmi mencoba menyadarakanku.
__ADS_1
Tanpa diduga, tiba-tiba mataku melihat lorong mundur ke kehidupan nyata. Hak itu berjalan sangat cepat sekali. Dan tiba-tiba tubuhku seperti lebih ringan dan lebih ringan. Ya! Sosok itu sudah keluar dari tubuhku.
Kini aku sudah sadar, aku adalah Kalista yang tadi. Ternyata mudah sekali menyadarakanku dari kesurupan. Tinggal panggil saja namaku sebanyak tiga kali.
"Syukurlah." Ucap guru dan temanku bersamaan.
"Kamu sudah sadar nak?" Tanya Bu Rahmi memastikan.
Aku pun mengangguk lemas. Rasanya tidak kuat mulut ini menjawab pertanyaan Bu Rahmi. Tubuhku masih sangat lemas, akibat sosok tadi yang terlalu kuat memaksa masuk ke dalam tubuhku.
"Minum dulu ya." Suruh Bu guru sembari menyodorkan segelas air minum.
Aku pun menegak habis air minum itu. Tenagaku terkuras habis, mungkin dengan minum akan sedikit memulihkan tenagaku. Setelah minum, aku dibopong menuju UKS oleh salah seorang guru. Merebahkanku di ranjang UKS.
Belum sampai lima menit aku terbaring di ranjang UKS. Tiba-tiba hawa panas dan tubuhku kembali berat. Rasanya ruangan ini sesak oleh energi negatif.
"Bu ..." Ucapku lirih.
"Tolong bawa saya keluar dari sini."
"Berat dan panas."
Bu guru yang tidak memahami dengan jelas apa maksud kata-kataku menurut saja. Mereka membawaku keluar dari UKS yang memang terkenal horor di kalangan warga sekolah. Aku memang belum sempat melihat sosok apa yang ada di ruang UKS ini. Tapi ketika aku masuk, suasananya terasa sesak seakan banyak sosok dan energi negatif berada disini.
Akhirnya pihak sekolah mengantarkan aku pulang ke rumah. Dan menceritakan kejadian di sekolah kepada mamaku yang berada di rumah. Mama sempat khawatir denganku. Namun, aku berusaha meyakinkan mama bahwa aku sudah baik-baik saja.
"Pokoknya kalau aku nggak sadar. Tolong mama panggil nama aku tiga kali ya." Pesanku ke mama.
"Ah kamu mengada-ada mana bisa seperti itu. Pokonya jangan sampe kesurupan lagi ya." Ucap mama.
Malam harinya aku berniat menemui Mike untuk mencari tahu. Siapa sosok yang merasuki aku tadi pagi.
"Mike ..." Aku memanggil Mike.
Lama sekali aku menunggunya di balkon rumah. Tempat dimana setiap malam dia datang. Tetapi tidak dengan malam ini. Saat aku butuh jawaban dari dia.
__ADS_1
***
Ih si Mike nyebelin deh. Pas lagi dibutuhin malah nggak ada. Heuh! 👻👻👻