
Dear Diary,
Masih ingat dengan hantu bocil (bocah kecil) yang mengikutiku? Ya! betul sekali dia Mike. Beberapa hari belakangan ketika aku membutuhkan jawaban darinya. Mike justru menghilang dari hadapanku. Hari ini aku mencarinya di sekolah.
☠️☠️☠️
Langkah kaki mungilku berjalan menyusuri jalan setapak kompleks perumahan menuju sekolahku. Tadi pagi ketika papa menawarkan untuk mengantarku ke sekolah dengan cepat aku menolaknya. Rasanya senang saja jika berjalan kaki ke sekolah, bisa menikmati waktu sendiri sembari menengok pemandangan kompleks yang tidak terlalu padat ini.
Sedikit gambaran tentang kompleks perumahan yang aku tempati saat ini. Bukan perumahan elite, hanya saja perumahan sederhana. Dengan mayoritas bangunan klasik dengan halaman luas dipenuhi dengan tanaman. Tetap ada rumah mewah di kompleks ini, namun jumlahnya tidak lebih dari lima rumah. Kompleks ini memang perumahan diperuntukkan untuk pekerja pada salah satu perusahaan milik negara zaman dulu. Tidak heran jika ukuran dan bentuk rumah terlihat seragam. Kedua orang tuaku mendapatkan rumah ini dari orang tua papa. Ya istilah mudahnya adalah rumah warisan.
Tidak lama aku pun sampai di gerbang masuk sekolah. Para siswa-siswi sudah ramai berdatangan, bahkan banyak yang sudah bermain lari-larian di halaman. Aku pun berniat melangkah menuju ke kelasku yang terletak diujung halaman sekolah. Artinya aku harus menyebrang halaman ini supaya sampai di kelasku.
Namun, langkahku terhenti ketika melihat dua orang anak kecil perempuan berlarian di depanku. Merasa terganggu dengan dua anak kecil itu, aku sempat mengerutu. Setelah berpikir sejenak tampaknya wajah dua anak itu tidak asing bagiku. Setelah teringat siapa bocah itu, aku turut berlari mengejar mereka yang sedang bermain.
"Stop!" Kataku pada dua anak itu sembari mengedepankan tanganku. Seolah polisi yang menghentikan suatu kegiatan.
Mereka berdua melirikku sinis, tampaknya tidak suka denganku. Entah tidak suka denganku atau tidak suka aku menghentikan kegiatan mereka. Aku mendekat ke arah mereka dan berniat untuk mengajak berkenalan. Tangan kananku menjulur untuk mengajaknya bersalaman.
"Hallo Aku Kalista." Ucapku berkenalan dengan ramah. Tidak lupa aku tunjukkan senyum termanisku.
Dua gadis itu tampak cuek dan tidak menyambut juluran tanganku. Tetapi aku tetap menunggunya beberapa saat untuk mereka menjulurkan tangannya kepadaku. Mereka tetap melihatku dengan tatapan sinis dan sesekali saling berbisik. Karena terlalu lama tanganku diabaikan, aku turunkan tanganku dari hadapan mereka.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanyaku.
Meski mereka berbisik satu sama lain, samar-samar aku masih dapat mendengarkan pembicaraannya.
"Dia itu temennya Mike kan?" Bisik satu gadis itu ke temannya.
"Iya, ngapain dia sok kenal sama kita?" Balas gadis yang satunya.
"Aku juga gak mau berteman dengan dia."
"Ya sudah sama. Ayo kita pergi."
Mendengar ajakan pergi dari salah satu anak kecil itu. Aku segera mencegah mereka untuk pergi dari hadapanku.
"Eh kalian jangan pergi dulu." Cegahku.
__ADS_1
"Aku hanya ingin berteman dengan kalian." Sahutku.
Tatapan sinis mereka kepadaku semakin menjadi. Membuat aku sedikit ketakutan dengan mereka berdua.
"Kita gak mau berteman dengan kamu." Tolak gadis yang berambut keriting itu.
"Kenapa tidak mau berteman denganku?" Tanyaku lagi.
"Oh iya. Dimana Mike?" Lanjutku.
Kedua gadis yang tak mau berkenalan denganmu itu tanpa menjawab pertanyaanku langsung pergi. Mereka berlari dengan bergandengan tangan menuju ke arah belakang sekolah. Mungkin ke gudang yang dulu pertama kali aku melihat Mike.
"Yah sombong banget sih." Aku menggerutu.
Aku merasa aneh dengan sikapnya, berbanding terbalik dengan sikap Mike. Ternyata hantu sikapnya bermacam-macam ya. Sama seperti manusia memiliki berbagai sifat dan karakter.
"Apa nanti sepulang sekolah aku mencari Mike di gudang sekolah saja ya?" Tanyaku pada diri sendiri.
"Iya saja deh. Siapa tahu Mike ada disana." Jawabku dalam hati.
Setelah bercakap-cakap dengan diriku sendiri dan menghasilkan sebuah kesimpulan untuk mencari Mike siang nanti. Aku pun dengan semangat melangkahkan kaki menuju kelas. Saking semangatnya aku sedikit berlari dan mengangkat tinggi-tinggi kakiku.
"Iya dong." Jawabku sembari meletakkan tas di kursi.
Hari masih terlalu pagi, rasanya kantuk masih aku rasakan. Karena semalaman tidurku tidak nyenyak, ditambah lagi kejadian tadi pagi. Yang membuatku bangun lebih awal dari biasanya.
"Hoamsss---" Sesekali aku menguap.
Aku tenggelamkan kepalaku di meja tempat aku duduk. Rasanya ingin sekali aku tidur sebentar saja. Mataku sudah terasa sangat berat dan ketika hendak aku pejamkan mataku.
"Heh!" Tiba-tiba suara itu mengangetkan aku.
Segera aku angkat kembali kepalaku untuk tegap dan memandang siapa yang datang. Sedikit tidak percaya dengan apa yang aku lihat sekarang. Aku kucek mataku untuk meyakinkan bahwa ini bukan di alam mimpi.
"Hallo Kalista." Sapanya kepadaku.
"Mike!!!" Ucapku kaget namun kegirangan.
__ADS_1
"Kamu kemana saja Mike?"
"Kenapa kamu tidak pernah di teras rumaku?"
"Kamu jahat sekali Mike tidak pernah nengokin aku."
"Banyak sekali yang ingin aku tanyakan padaku Mike."
Tanpa memberi jeda untuk Mike menjawab pertanyaanku. Aku pun terus nyerocos mengeluarkan pertanyaanku selama ini tentang menghilangnya Mike. Ketika aku sadar Mike kebingungan akan menjawab pertanyaanku yang mana dulu. Aku pun diam memberi jeda supaya Mike menjawab dahulu.
"Uups ... Maafkan aku terlalu cerewet." Ucapku sembari menutup mulut dengan telapak tanganku.
"Kebiasaan deh." Ledek Mike.
"Gimana Mike kamu akan menjawab pertanyaanku yang mana dulu?" Tanyaku tidak sadar.
"Tenanglah Kalista. Kita bicarakan nanti waktu pulang sekolah ya. Sepertinya bel masuk kelas akan berbunyi. Jika kita membicarakan ini saat kamu belajar pasti membuatmu terlihat aneh di mata teman-temanmu." Mike memberi ide.
"Yah."
Aku menampakkan wajah cemberut dengan usulan Mike barusan. Pasalnya aku ingin sekali segera mendengar cerita itu. Karen banyak sekali pertanyaan-pertanyaan terpendam selama Mike tidak ke rumahku.
"Ayo sekarang saja Mike. Masih ada waktu sebentar buat ngobrol kok. Nanti kalau tidak selesai kita lanjutkan sepulang sekolah." Usulku.
"Tidak Kalista tidak." Tolak Mike.
- Tet .... Tet .... Tet ...-
(Suara bel masuk kelas pun berbunyi)
Senyum kemenangan terpampang jelas diwajah Mike saat itu. Ketika suara bel tanda pelajaran akan dimulai telah berbunyi. Satu persatu teman-temanku mulai masuk ke kelas.
"Tuh kan apa kata aku?" Ucap Mike.
"Udah ya aku pergi dulu." Pamitnya.
Mike pun segera keluar kelas dan menghilang dari pandanganku. Sementara aku dengan agak kesal mengeluarkan buku dan peralatan belajarku. Bu Rahmi memasuki kelas dan pelajaran pun segera dimulai.
__ADS_1
☠️☠️☠️
Mike bikin kesel ya. Hahah lanjut aja biar nggak kesel sama Mike. 👻👻👻