
Dear Diary,
Pantas saja Bang Ganjar tidak melihat foto yang ada sosok bayangan hitam itu. Hampir saja aku lupa bahwa aku bisa melihatnya karena aku seorang indigo. Akhirnya aku mengakuinya.
☠️☠️☠️
Sore itu sepulang sekolah.
"Bang aku pengen bicara tentang kejadian tadi malam." Kataku ketika membuka kamar Bang Ganjar.
"Kenapa?" Sahutnya.
Tanpa disuruh aku langsung mendudukkan tubuhku ditepi ranjangnya. Aku membuka iPad yang ada ditanganku. Menuju galeri foto dan memilih salah satu foto.
"Lihat ini bang." Aku menyodorkan iPad-ku kepadanya.
"Apa?" Tanyanya sembari menyaut iPad.
Matanya langsung melihat foto yang telah aku tunjukkan. Wajahnya menunjukkan raut wajah kebingungan. Sesekali menggeser galeri foto itu.
Akhirnya dia angkat bicara, "Maksudnya apa? Foto apa?"
"Itu foto yang aku tangkep malam kemarin." Jawabku.
"Terus kenapa?" Tanya Bang Ganjar yang masih tidak mengerti maksudku.
"Lihat tuh bang. Ada sosok bayangan perempuan diatas pohon itu." Jawabkmu.
Pandangan mata Bang Ganjar kembali fokus pada iPad itu. Dia mencoba memperbesar foto tersebut. Berharap bisa melihat sosok yang diceritakan oleh adiknya itu. Setelah berkali-kali melihat secara detail foto itu, dia tak menemukan sosok yang dimaksud.
"Foto yang mana?" Tanya Bang Ganjar.
"Ya foto yang itu." Jawabku sembari menunjuk iPad yang dipegang Bang Ganjar dan foto yang masih terpampang disana.
__ADS_1
"Yang ini?" Tanyanya memastikan.
Aku menjawabnya dengan anggukan kepala. Bang Ganjar menatap bingung kearahaku. Dia menyodorkan iPad itu kepadaku.
"Gak ada apa-apa difoto ini." Katanya singkat.
"Bang ini ada sosok bayangan cewek diatas pohon." Ucapku agak kesal.
Segera aku buka kembali foto itu dan jari telunjukku menujuk tepat disosok itu. Aku coba memastikan Bang Ganjar melihat posisi bayangan itu.
"Kalista itu nggak ada apa-apa. Aku tidak melihat apapun." Ucap Bang Ganjar.
"Abang ini lho." Ucapku dengan kesal dan sekali lagi menujuk posisi sosok itu.
"Yakin abang nggak lihat ini?" Tanyaku.
"Gak ada apa-apa difoto itu selain pohon." Katanya ketus.
"Sosok apaan sih." Balas Bang Ganjar lagi.
Aku menarik napas dalam, mencoba menenangkan pikiranku. Setelah agak tenang aku mulai bercerita kepada Bang Ganjar. Tentang malam itu, waktu aku melihat sosok yang kemungkinan sama dengan sosok yang telah menganggu Bang Ganjar tadi malam.
"Kemungkinan itu sosok sama dengan yang semalam gangguin kamu bang." Kataku setelah bercerita.
"Malam itu yang gangguin abang juga sempat gangguin aku. Dan aku sempat melihat bentuknya. Ya ini, difoto ini ada dia." Jelasku lagi.
"Tapi difoto ini tidak ada apapun dik." Ucap Bang Ganjar.
"Tapi Kalista bisa lihat dia difoto ini abang." Ucapku.
Bang Ganjar mengangkat sebelah alisnya menandakan dirinya sedang bingung.
"Tapi ini foto tidak ada apa-apa Kalista." Balasnya yang kini mengunakan nada dengan sedikit penekanan.
__ADS_1
Gantian aku yang bingung seraya bergelut dalam pikiranku. Apakah hanya aku yang bisa melihat "dia" difoto ini. Sedangkan Bang Ganjar tidak bisa melihat keberadaan sosok itu meski hanya melalui foto.
"Ehm... Tapi sebenarnya ada sosok difoto ini bang." Ucapku lirih.
"Bang sebenarnya aku ind---." Aku tak melanjutkan ucapanku.
"Maksudnya?" Tanya Bang Ganjar.
Aku kembali bergulat dengan pikiranku. Haruskah aku mengakui sebagai indigo atau tidak. Namun, setelah lama berpikir aku memutuskan untuk menceritakan saja kepada Bang Ganjar.
"Aku indigo." Ucapku cepat.
Aku lihat wajahnya yang mungkin sulit untuk diartikan.
"Berarti kamu dapat melihat hantu?" Tanyanya kepadaku.
Sebagai jawabannya aku hanya menganggukkan kepalaku saja. Dan kembali aku menunjukkan foto yang ada di iPad-ku.
"Dan difoto ini ada sosok itu diatas pohon bang." Ucapku.
"Sosok apa dia?" Tanyanya kemudian.
"Bayangan perempuan hitam bang. Aku sempat melihat bayangan itu beberapa kali. Tidak hanya satu kali." Jawabku.
"Siapakah sosok itu dik?" Tanya Bang Ganjar kepadaku.
"Aku pun tidak tahu bang. Karena aku juga tidak jelas melihatnya." Jawabku.
Suaranya hening seketika. Kami sibuk dalam pikiran masing-masing. Aku memikirkan maksud dan tujuan sosok itu mengangguku dan Bang Ganjar. Sementara dipikiran Bang Ganjar masih sibuk mencerna penjelasan yang aku sampaikan. Mungkin saja dia juga masih memikirkan tentang aku yang seorang indigo ini.
☠️☠️☠️
Setelah tahu bahwa aku indigo. Lalu bagaimana kelanjutannya ya?
__ADS_1