Diary Anak Indigo

Diary Anak Indigo
Gangguan Malam Hari


__ADS_3

Dear Diary,


Gangguan yah ditujukan kepada mama dan papa ternyata belum berakhir. Setelah ketukan pintu, beragam gangguan dirasakan mama dan papa malam itu.


☠️☠️☠️


"Yah mati lampu deh." Ucap mama.


"Kayak ada yang matiin ma dari luar." Papa memprediksi.


Papa mengambil senter dari dalam laci meja ruang tamu. Dan beranjak menuju pintu untuk keluar dan melihat meteran listrik. Ya, dan benar saja meteran listri rumah kami memang sengaja dimatikan. Karena, listrik milik tetangga tetap hidup.


Papa dengan hati-hati keluar rumah meteran listrik itu dengan mama yang tetap mengekor. Kebetulan memang meteran listrik kami berada di teras rumah. Sesekali papa menyorotkan senternya ke area taman dan pagar rumah. Barangkali ada orang asing yang berbuat ulah.


- Ceklek -


Tombol ON pada meteran listrik telah ditekan bersamaan dengan itu lampu rumah langsung menyala. Papa dan mama agak lama menunggu di luar rumah. Sekalian berjaga-jaga kalau ada maling.


"Kresek .... Kresek .... Kresek ...." Suara itu terdengar dari balik semak-semak.


"Pa ...." Lirih mama sembari menggigit bibir bawahnya.


"SsStt ...." Isyarat papa supaya mama diam.


Satu persatu kaki papa melangkah ke arah samping taman. Sedangkan mama tetap berjaga di depan pintu masuk rumah. Kerena memang saat itu pintu dalam keadaan terbuka.


"Gak ada siapa-siapa." Gumam papa.


"Papa yakin?" Sahut mama.


"Papa ke belakang dulu ya ma. Lihat taman belakang." Ucap papa.


"Jangan pa! Mama takut sendirian."


"Sebentar saja kok."


Papa pun nekat berjalan ke taman belakang untuk mengecek keadaan disana. Dan memang di taman belakang tidak ada siapapun disana. Ketika papa merasa yakin, papa berjalan kembali ke depan rumah.


Mama merasa tidak tenang dan terus mondar-mandir. Belum lagi udara dingin berserta rintikan hujan membuat suasana semakin mencekam. Ingin rasanya mama mengambil pakaian hangat di dalam kamar. Namun, dia urungkan setelah mendengar sesuatu dari dalam rumah.


"Kresek ... Kresek ... Kresek ..."


Kini suara itu terdengar dari dalam rumah. Telinga mama yang mendengar jelas suara itu pun langsung berteriak ketakutan.


"Arghhhhhhhhh ....." Teriak mama.


Sontak papa yang sedang berada di taman belakang, langsung berlari ke arah mama.

__ADS_1


"Ada apa ma?" Tanya papa khawatir.


Papa melihat mama yang berjongkok sembari menutup matanya dengan telapak tangan. Karena takut setelah mendengar suara itu akan ada sosok dihadapannya.


"Suara yang tadi ada di dalam rumah pa." Ucap mama.


Papa masuk ke dalam rumah dengan cepat mencari sesuatu yang menimbulkan suara tersebut. Papa berlarian di sekeliling ruang tamu, toilet tamu, kamar utama, ruang makan, dan dapur. Tetapi tidak ada siapapun disana.


"Tidak ada siapapun." Papa mengelengkan kepala.


Papa dan mama berjalan kembali ke ruang tamu.


"Udahlah yuk masuk kamar saja." Ajak papa.


"Nanti kalau ada maling gimana pa?" Tanya mama.


"Hmmm ... Kita tunggu di sofa ruang tamu saja ma. Tapi kalau mama ingin tidur di kamar gak apa-apa." Kata papa.


"Ihh ... Nggak mau pa. Mama mau ikut papa saja." Mama bergidik jika harus tidur sendirian.


Keduanya tertidur pun tertidur di sofa ruang tamu. Sesekali mereka berganti posisi tidur karena memang tidak nyaman sekali tidur di sofa. Malam itu mereka lewati dengan sangat lama rasanya.


"Pa ... Pa ... Pa ..." Panggil mama sembari memukul pelan dada papa supaya terbangun.


"Ada apa ma?" Tanya papa dengan menyipitkan matanya.


"Kayaknya ada langkah kaki di dapur." Kata mama.


"Krekkk ...." Suara pintu kulkas terbuka.


"Krucuk ... Krucuk ... Krucuk ...." Suara air putih yang tertuang di gelas.


"Tuh kan pa." Kata mama lagi.


"Palingan Mbak Yayuk ma." Tebak papa.


"Mbak Yayuk." Teriak papa memanggil seseorang yang ada di dapur.


"Iya." Suaranya jangan pelan dan singkat.


Meski pelan suara tersebut masih terdengar ditelinga. Mama pun bernapas lega karena ada suara yang diduga Mbak Yayuk menyahut.


"Tapi kok lama banget ya pa di dapurnya." Kata mama lagi.


Karena memang setelah suara itu tidak ada lagi suara langkah kaki keluar dari dapur. Setelah kurang lebih lima belas menit tidak ada suara apapun. Papa segera berdiri dan berjalan menuju dapur diikuti mama dibelakangnya. Mereka berusaha sepekan mungkin melangkahkan kakinya. Supaya siapapun yang di dapur itu tidak kabur terlebih dahulu.


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat sekelebat bayangan yang tergambar di dinding tempat papa dan mama bersembunyi. Papa dan mama tetap diam di tempat menunggu orang yang ada di dalam tersebut keluar. Dalam hitungan ke tiga. Mama dan papa kompak akan menengok ke dalam dapur.

__ADS_1


"Satu ... Dua ... Tiga ..." Mereka berhitung bersama.


"Lho kok nggak ada siapa-siapa." Mama mulai ketakutan deng mencengkeram lengan papa.


"Mbak Yayuk ..." Panggil papa.


Kali ini tidak ada suara yang menjawab panggilan tersebut. Keduanya pun bingung, pasalnya tadi benar-benar ada suara dari dalam dapur ini.


"Arghhhhhhhhh ......" Teriak mama ketika hendak berbalik badan keluar dapur.


Dilihatnya bayangan seorang perempuan berjalan. Bayangan itu hanya melewat saja dari arah ruang makan ke ruang cucian. Meskipun bayangan tersebut sama sekali tidak menoleh ke arah mama. Tapi mama yakin itu adalah Mbak Yayuk.


"Astaga ngagetin banget." Mama mengelus dadanya.


"Apa apa ma?" Tanya papa.


"Mbak Yayuk lewat pa." Jawab mama.


"Jadi beneran Mbak Yayuk?" Papa memastikan.


Mama pun hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan papa. Karena saat ini dia masih mengatur jantungnya setelah terkejut tadi.


"Tapi kenapa langkah kakinya nggak terdengar?" Tanya papa.


Mama tampak memikirkan pertanyaan papa terakhir itu. Benar juga langkah kaki yang awalnya tadi terdengar jelas. Kenapa tiba-tiba tidak terdengar.


"Sudahlah ma, kalau jelas Mbak Yayuk. Ayo kita kembali ke ruang tamu." Ajak papa.


Karena tidak mau terlalu memikirkan tentang Mbak Yayuk dan langkah kaki. Papa pun mengajak mama kembali ke ruang tamu. Namun, tidak dengan mama. Mama masih mematung di posisinya awal.


"Ma .... Ayo ..." Ajak papa sekali lagi.


"Tapi pa. Apa nggak sebaiknya kita tanya ke Mbak Yayuk sekarang saja?" Usul mama.


"Besok saja mama. Kalau sekarang ganggu." Kata papa.


"Tapi mama penasaran, takutnya emang bukan Mbak Yayuk."


Papa menghela napas berat, karena keambiguan istrinya itu.


"Mama tadi kan yang lihat. Katanya Mbak Yayuk kan. Kalau udah bentukannya Mbak Yayuk kenapa mama jadi ragu?"


"Hmm ..." Mama hanya berdehem.


"Ya gimana ya pa. Habisnya kok aneh saja ya pa malam ini." Lanjutnya.


"Sudahlah ma. Itu hanya perasaan mama saja. Ayo ...." Kali ini papa menarik lengan mama agar mengikutinya.

__ADS_1


☠️☠️☠️


Coba besok pagi tanya ke Mbak Yayuk ya. Tunggu bab selanjutnya 👻👻👻


__ADS_2