
Dear Diary,
Pagi hari waktunya bermalas-malasan eh malah dapat gangguan. Meskipun gangguannya dirasakan oleh orang lain sih. Tapi tetep saja yang namanya gangguan ya menganggu! 🤐
☠️☠️☠️
Tampaknya hujan mengguyur Jakarta semalaman penuh. Hingga saat adzan subuh berkumandang hujan masih cukup lebat. Hujan malam hari biasanya membuat manusia lebih nyenyak tidur. Namun tidak untuk Mbak Yayuk yang terbiasa bangun waktu subuh dan segera mengerjakan pekerjaannya. Karena dia memang tipe orang yang pekerja keras.
Mbak Yayuk adalah asisten rumah tangga kesayangan keluarga kami sejak kami kecil. Dia bekerja di keluarga kami sejak masih gadis, hingga sekarang sudah mempunyai satu anak yang tinggal bersama neneknya di kampungnya. Usia Mbak Yayuk saat ini sekitar 28 tahun.
Adzan subuh sebagai alarm alami untuk Mbak Yayuk segera bangun dari tidurnya. Setiap adzan subuh berkumandang, otomatis Mbak Yayuk akan terbangun. Karena hal itu sudah menjadi kebiasaan setiap hari-harinya.
"Hoamzz ...." Mbak Yayuk menguap sembari mengikat rambut panjangnya.
Dia berdiri dan beranjak ke toilet untuk membersihkan diri. Kemudian dia menuju ke dapur untuk mulai memasak. Menyiapkan sarapan untuk keluarga kami. Pertama-tama Mbak Yayuk menyalakan lampu dapur. Fokusnya tertuju pada arah kulkas yang terbuka.
"Lho kok nggak ditutup." Gumamnya lirih.
"Palingan ada yang baru saja minum." Mbak Yayuk mencoba berpikir positif.
Mbak Yayuk pun mulai mengeluarkan bahan-bahan dari dalam kulkas yang akan dimasak. Rencananya pagi ini dia akan membuatkan nasi goreng telur dadar kesukaan sebagian besar keluargaku. Setelah mengeluarkan telur dan sayuran pelengkap. Kakinya melangkah ke toilet untuk buang air kecil terlebih dahulu.
Setelah dari toilet Mbak Yayuk kembali ke dapur. Dilihatnya kulkas dalam kondisi terbuka seperti tadi. Dan lebih membuatnya terkejut semua bahan yang akan dia masak kembali masuk ke dalam kulkas.
"Aduh siapa yang masukin ke dalam lagi ya?" Gumamnya.
"Apa ibu yang masukin ya?" Mbak Yayuk semakin bingung.
"Atau jangan-jangan ....." Tebaknya.
Mbak Yayuk bergidik karena membayangkan yang aneh-aneh. Namun, dia pun mencoba mengalihkan ketakutannya. Dia mulai meracik bumbu dan memotong sayuran pelengkap nasi goreng. Ketika sedang fokus akan menumis bumbu.
- Ceklek ....... Ceklek ..... Ceklek ..... Ceklek ... Ceklek .....-
__ADS_1
Suara sakelar sedang dimainkan terdengar ditelinganya. Bayangan lampu ruang makan yang seolah gelap, terang, gelap, terang dilihatnya. Meskipun Mbak Yayuk tidak membalikkan badannya. Namun, ujung matanya dapat melirik keadaan ruang makan itu. Dan memang jelas dia rasakan bahwa lampu ruang makan sedang dimainkan.
"Ehm--" Mbak Yayuk berdehem untuk menunggu jawaban dari orang yang memainkan lampu tersebut. Mungkin Mbak Yayuk kira aku atau Bang Ganjar yang sedang menggodanya.
Permainan sakelar lampu terbilang lumayan lama, hingga membuat Mbak Yayuk merasa terganggu. Mbak Yayuk telah mengumpulkan keberanian dan niatnya untuk menengok ruang makan. Dimatikannya kompor yang tadi sempat dia nyalakan.
"Siapa ya?" Tanyanya sebelum melangkah.
"Pak? .... Buk? .... Neng? .... Abang ....?" Mbak Yayuk mencoba memastikan kalau itu bukan diantara keluarga kami.
"Siapa?" Teriaknya sekali lagi.
"Kok nggak ada yang jawab ya." Batinnya.
Baiklah karena tidak ada satu suara pun yang menyahut. Kaki Mbak Yayuk mulai melangkah secara perlahan menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan, matanya mengintari sekeliling mencari sosok orang yang bermain sakelar lampu.
"Siapa sih iseng banget?" Gerutu Mbak Yayuk.
Ketika Mbak Yayuk sampai di ruang makan, posisi sakelar sedang off, sehingga Mbak Yayuk harus menyalakan sakelar itu. Supaya dapat melihat kondisi sekitar ruang makan dengan jelas. Dengan hati-hati Mbak Yayuk melangkah menuju sakelar lampu yang terletak diujung ruang makan.
Setelah yakin bahwa hanya dia sendiri yang berada di ruang makan. Mbak Yayuk pun berniat untuk kembali ke dapur.
"Masih pagi juga. Nggak tahu orang lagi kerja apa ya." Mbak Yayuk berjalan sembari menggerutu.
Dengan terus menggerutu, Mbak Yayuk kembali melangkah memasuki dapur. Matanya terbelalak ketika melihat kondisi dapur saat itu. Dia pun segera berlari mematikan kompor ketika kepulan asap dari wajan itu tampak memenuhi dapur.
"Astaga gosong." Teriak Mbak Yayuk.
"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk ..." Mbak Yayuk terbatuk-batuk.
Segera dia buka jendela dapur, supaya kepulan asap dapat keluar. Dibukanya semua jendela dan korden yang ada di dapur tersebut. Memang pemandangan di luar jendela masih terlihat gelap. Meski agak merinding melihat pemandangan itu, namun Mbak Yayuk tetap memberanikan diri. Dia pun mengalihkan perasaan takutnya dengan melakukan pekerjaan lain.
"Perasan tadi sudah aku matiin kok." Ucap Mbak Yayuk.
__ADS_1
"Aneh banget sih pagi ini." Tambahnya.
Mbak Yayuk membawa wajan yang gosong itu ke wastafel piring dan segera mencucinya. Pekerjaannya pagi ini terasa sia-sia dan harus memulainya dari awal. Dikeluarkannya bumbu-bumbu dari tempatnya dan mulai meracik dari awal.
Angin pagi yang terbilang kencang itu menerpa dan menyibak korden dapur. Sehingga korden-korden itu pun bergoyang kesana kemari. Ditambah dingin yang merasuk ke tulang membuat Mbak Yayuk mengigil. Belum lagi perasaan ada seseorang orang memperhatikan gerak-geriknya dari luar jendela membuat Mbak Yayuk semakin tidak nyaman.
"Kok kaya ada orang dibalik jendela ya?" Batin Mbak Yayuk.
"Apa aku tutup saja jendelanya?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Tetapi asapnya belum sepenuhnya keluar, nanti pengap lagi."
Angin pun terasa semakin kencang menerpa korden jendela itu.
"Sudahlah aku tutup saja." Akhirnya Mbak Yayuk menentukan pilihannya.
Merasa ada yang janggal Mbak Yayuk pun berniat untuk menutup jendela dapur. Sebelum menutup jendela itu, Mbak Yayuk sempat melihat sekeliling jendela itu. Memang tidak ada siapapun disana, namun entahlah. Mungkin hanya perasaan Mbak Yayuk saja.
Setelah satu urusan menutup jendela beres. Mbak Yayuk kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda berkali-kali. Dan kali ini dia harus segera menyelesaikan masakannya. Takutnya keburu siang dan semua anggota keluarga sudah siap untuk sarapa. Ditengah kegiatannya yang sedang asyik memasak itu.
- Ceklek ..... Ceklek .... Ceklek ....-
Permainan sakelar lampu ternyata belum usai. Dengan perasan marah Mbak Yayuk segera berlari ke ruang makan. Ketika sampai di ruang makan yang dalam keadaan gelap. S
Tanpa ragu segera dinyalakannya tombol on pada sakelar lampu.
"Whooooooaaaaaaaaaaa" sosok mahluk hitam, tinggi, dan besar memekik tepat di wajah Mbak Yayuk.
Dan--
Bruk-- (Suara tubuh Mbak Yayuk yang ambruk)
Mbak Yayuk pun pingsan saat itu juga. Mama dan papa yang mendengar sesuatu ambruk dari kamarnya itu segera keluar. Mereka melihat sekitar untuk mencari sumber suara tersebut. Dan ditemukannya Mbak Yayuk yang tergeletak di lantai ruang makan.
__ADS_1
☠️☠️☠️
Serem >•< gimana kelanjutan Mbak Yayuk ya? 👻👻👻