
Dear Diary,
Akhirnya Mike menjawab sebagian pertanyaanku selama dia tidak ke rumahku. Dan kali ini dia menjawab tentang perjalanan astral yang aku lakukan untuk menemukan Aira ketika diculik.
☠️☠️☠️
Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi beberapa detik yang lalu. Aku mengemasi semua barang-barangku. Sebelum beranjak pergi, aku mencoba mengecek semua barang yang ada di laci. Apakah semuanya sudah masuk ke dalam tasku apa belum. Dan ketika aku yakin semua sudah aku masukan ke dalam tas. Kakimu mulai melangkah dengan sedikit terburu-buru.
"Kalista!" Panggil Bu Rahim.
Padahal baru satu langkah aku keluar dari kelas. Langkahku terhenti kembali, ketika mendengar namaku dipanggil. Segera aku membalikkan tubuhku, menghadap ke arah Bu Rahmi yang masih duduk di kursinya.
"Kesini dulu Kalista." Perintahnya sembari melambaikan tangan supaya aku menghampirinya.
Kakiku melangkah dengan malas ke meja Bu Rahmi. Melihat aku tidak bersemangat, Bu Rahmi pun menanyakan keadaanku.
"Kalista, apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya.
"Iya bu. Kalista baik kok." Jawabku seadanya.
"Syukurlah kalah begitu." Kata Bu Rahmi.
Tangan Bu Rahmi membolak-balikkan beberapa lembar kertas yang ada di tangannya. Sesekali membaca beberapa halaman kertas itu dengan seksama. Sebelum akhirnya menyodorkan kertas-kertas itu kepadaku.
"Ini adalah ulangan harian yang kamu lewatkan saat kamu cuti sakit dulu itu. Berhubung sebentar lagi ada penerimaan laporan belajar siswa dan kamu belum punya nilai. Jadi tolong ini dikerjakan dulu ya Kalista." Jelas Bu Rahmi.
Mulutku menganga karena terkejut saat mendengar penjelasan dari Bu Rahmi. Aku lihat kertas-kertas yang saat ini sudah berada di tanganku. Dan jumlahnya tidak hanya sedikit, melainkan berlembar-lembar kertas.
"Ini dikerjakan sekarang bu?" Tanyaku.
"Iya sekarang dong. Soalnya minggu depan udah penerimaan hasil belajar lho." Ucap Bu Rahmi.
"Ehm.. T-tapi bu, saya sudah ada janji dengan teman. Dan saya harus segera menemuinya saat ini." Ucapku sedikit takut kalau saja Bu Rahmi akan memarahiku.
"Kamu pilih janjian dengan teman atau nilai kamu kosong Kalista?" Tanya Bu Rahmi.
Mendengar itu aku terdiam dan tidak berani berucap lagi. Hanya aku pandangan kertas-kertas itu dan berpikir apakah bisa selesai dengan cepat?
"Itu tidak banyak kok dan soalnya mudah. Sudah lebih baik kamu segara duduk dan kerjakan. Saya tunggu disini." Perintah Bu Rahmi yang tampaknya tidak dapat aku tolak lagi.
__ADS_1
Aku pun mengiyakannya dan berjalan ke tempat dudukku. Aku buka kertas-kertas soal itu dengan perasan kesal tentunya. Mana mungkin aku bisa fokus mengerjakan soal-soal ini.
"Sstt--" Suara Mike yang sedang mengintip dari balik pintu.
Aku hanya meliriknya saja, sembari memerintahkan Mike supaya diam. Karena aku tidak mau kena marah lagi oleh Bu Rahmi. Aku terus mengerjakan soal ulangan itu, meski jawabannya asal yang penting cepat selesai.
Ternyata Mike tidak diam ditempatnya, dia justru masuk dan duduk di sampingku. Dia membuka buku catatan yang ada di dalam tasku. Tanpa diduga, Mike memberikan jawaban atas soal yang aku kerjakan berdasarkan buku catatan milikku.
Istilahnya sih nyontek melalui jalur hantu dan tidak mungkin ketahuan. Benar saja, aku mampu menyelesaikan ujian susulan itu dengan waktu yang cepat. Aku pun tersenyum lebar ketika menjawab pertanyaan terakhir soal ulangan itu. Segera aku berdiri dan menyerahkan kertas-kertas itu ke Bu Rahmi.
"Bu, sudah selesai bu." Kataku sembari memberikan kertas ujianku.
Bu Rahmi tampak tidak percaya karena aku menyelesaikan soal-soal itu dengan cepat. Dia coba mengecek semua nomor soal dari yang pertama sampai terakhir. Setelah tahu bahwa semua soal telah aku jawab. Bu Rahmi mempersilahkan aku untuk pulang.
"Ya sudah Kalista. Kamu boleh pulang sekarang." Katanya.
Dengan terburu-buru aku segera keluar dari kelas. Mataku melihat sekeliling mencari keberadaan Mike yang tadi sempat berlari ketika tahu ujianku telah selesai. Aku lihat anak bocah kecil laki-laki itu duduk di kursi taman itu. Setengah berlari aku menghampirinya.
"Mike ...." Panggilku ngos-ngosan.
"Santai saja Kalista, tidak usah terburu-buru. Sini duduk dulu." Mike mempersilahkan.
Aku letakkan tasku dan aku duduk di kursi kayu panjang itu. Kursi yang berada di tengah-tengah taman dan tentunya jauh dari aktivitas manusia. Supaya aku tidak terlihat aneh berbicara sendiri. Meskipun akan terlihat aneh sih gadis kecil sendirian duduk di kursi panjang tengah taman.
"Cerita apa?" Goda Mike pura-pura bingung.
"Cerita semua pertanyaan aku tadi pagilah." Jawabku kesal.
Mike cekikikan melihat wajahku yang mulai kesal.
"Nggak usah tertawa Mike, aku gak suka." Protesku.
"Kenapa kamu tidak pernah lagi ke rumahku?" Tanyaku tanpa basa-basi.
Seketika Mike yang tadinya cekikikan, tiba-tiba terdiam seribu bahasa.
"Kenapa jadi diam Mike?" Aku menatap Mike.
"Emh ...."
__ADS_1
"Sebenarnya aku takut untuk datang ke rumah kamu Kalista." Jawabnya pelan.
"Hah? Kenapa Mike? Kenapa kamu takut? Bukannya kamu udah terbiasa di rumahku? Dan bahkan dulu setiap malam balkon jadi tempat tongkrongan kamu. Kenapa?" Tanyaku nyerocos.
Suasana menjadi hening, Mike tidak menjawab pertanyaan yang telah aku berikan. Sedangkan aku terus menatapnya sebagai tanda meminta jawaban dari apa yang telah dikatakan tadi.
"Ehmmm .... Aku tidak kuat masuk ke rumah kamu Kalista." Mike mulai buka suara lagi.
"Ada energi yang sangat besar disana Kalista. Aku tidak berani untuk melawannya karena terlalu besar dan negatif. Makanya aku sama sekali tidak datang ke rumah kamu. Aku tidak mau bertemu dengannya. Aku takut."
Sejenak aku berpikir dengan perkataan yang keluar dari mulut Mike. Dan menggabungkan dengan kejadian-kejadian yang akhir-akhir ini terjadi di rumahku. Apakah ada hubungan dengan semuanya.
"Lalu kenapa baru akhir-akhir ini kamu tidak ke rumahku. Apakah dia baru di rumahku?" Tanyaku.
Mike menganggukan kepalanya.
"Benar dia baru ke rumahmu, sebelum-sebelumnya belum ada mahluk itu disana." Ucap Mike.
"Mike .... Lalu apakah ada hubungannya semua kejadian aneh di rumah berhubungan dengan mahluk itu?" Tanyaku.
"Memang ada kejadian apa selama aku tidak ke rumah kamu?" Mike balik bertanya.
"Pertama, hilangnya Aira waktu itu Mike. Dan aku bingung saat itu. Aku bisa menyelamatkan Aira dengan cara tidur dan seperti mimpi. Tapi itu tampak nyata sekali Mike. Aku menyelamatkan Aira dari sosok hitam, tinggi, dan besar. Seram sekali Mike." Aku coba menjelaskan kepada Mike.
Mike tampak meresapi apa yang telah aku jelaskan padanya.
"Itu namanya kamu mengalami astral projection Kalista." Ucap Mike.
"Astral projection?" Aku mengulang kata-katanya.
"Apa itu astral projection?" Tanyaku.
Mike menghela napas sebelum menjelaskan mengenai astral projection kepadaku.
"Jadi astral projection atau perjalanan astral itu terjadi ketika kamu keluar dari tubuh fisik kamu. Jiwa kamu pergi ke suatu tempat sedangkan fisik kamu tertinggal dan seperti layaknya orang tidur. Jadi waktu itu kamu menyelamatkan Aira di dunia lain." Mike menjelaskan.
"Oh begitu ya Mike. Lalu siapa yang menculik Aira waktu itu?"
"Aku juga tidak tahu Kalista. Sepertinya itulah sosok yang akhir-akhir ini di rumah kamu."
__ADS_1
☠️☠️☠️
Lanjut gak? 👻👻👻