
Gaston masih saja memikirkan tentang ucapan sahabatnya Dory. Namun tak lama kemudian dia teringat tentang perbincangan mengenai pengaman.
"Bagaimana kalau dia benar benar akan hamil?" tanya Gaston dalam hati.
"Tidak, tidak. Ini tidak boleh terjadi. Aku belum siap jika harus menjadi seorang bapak." Gaston menjawab sendiri pertanyaannya.
"Aku harus melakukan sesuatu." pria itu masih saja bergumam sendiri lalu meraih ponsel yang ada di sakunya.
Dia searching google mengenai jenis makanan atau minuman apa yang bisa membuat calon janin bisa gagal tumbuh? Setelah dia telusuri, akhirnya dia mendapat jawaban dan segera menyuruh salah satu OB untuk membelinya. Hari itu Gaston pulang lebih awal karena dia ingin Dara segera mengkonsumsi makanan dan minuman yang sudah dia dapat.
Pria itu mencari Dara di setiap sudut rumah, lalu dia berhasil menemukan istrinya sedang bercengkerama dengan mak Inah di kebun kecil belakang rumah. Bukan dengan panggilan manis yang Gaston ucapkan untuk memanggil Dara, melainkan dengan berpura pura batuk.
"Tuan sudah pulang?" sapa mak Inah saat terkejut melihat sang majikan datang di siang hari.
Begitupun Dara, dia lekas berjalan mendekat ke arah sang suami lalu membantunya membawa tas serta dua kantong plastik besar berwarna putih.
"Ini apa?" tanya Dara.
__ADS_1
"Ini untuk kamu." jawab Gaston sambil menyodorkan dua kantong plastik berukuran besar tersebut. Dara mengerutkan dahi setelah melihat isinya.
"Ini untukku? Sebanyak ini untuk apa? Aku juga tidak menyukai minuman seperti ini." ucap Dara setelah melihat isi kantong plastik besar itu adalah sepuluh botol minuman yang mengandung kafein tinggi. Dan di dalam kantong plastik satunya lagi berisi buah nanas segar sebanyak lima buah.
"Minumlah dan minta mak Inah mengupas buah nanas ini!" titah Gaston.
Mak Inah yang mendengar perintah tersebut segera meraih buah nanas yang harus dia kupas.
"Mak, simpan juga minuman minuman ini di kulkas. Sekalian tolong buatkan telur rebus setengah matang. Ingat, setengah matang!" titah Gaston selanjutnya sembari mengambil satu botol minuman dari dalam kantong plastik yang dia bawa. Sementara yang lain, dia minta mak Inah untuk menyimpannya di lemari es.
"Ayo di minum." suara Gaston mengagetkan Dara yang tengah melamun.
"Emm.. iii.. iiya." jawab Dara dengan gugup.
Wanita itu membuka tutup botolnya lalu dengan pelan dia mencicipi bagaimana rasa dari minuman instan itu.
"Iiiih, rasanya seperti kopi pahit. Aku tidak mau!" tukas Dara sambil mencoba memuntahkan minuman yang baru saja dia teguk.
__ADS_1
"Sudah, jangan banyak alasan. Cepat kamu minum!" tegas Gaston selanjutnya.
Dara tidak berani menolak karena Gaston sudah mulai memasang wajah garang. Dengan begitu berat untuk menelan, Dara berusaha meneguk minuman itu tanpa berpikir macam macam.
Setelah beberapa kali tegukan akhirnya minuman berkafein tinggi itu telah habis dan sudah masuk ke tubuh Dara. Gaston tersenyum puas ketika melihat Dara telah menghabiskan minuman itu.
"Habis ini kamu makan nanas dan telurnya." ucap Gaston memberi petuah kepada sang istri.
Dara pergi ke dapur untuk melihat apakah Mak Inah sudah selesai mengupas nanas atau belum, jika belum maka dia ingin membantunya.
"Semua udah beres nyonya, tinggal belah aja buahnya." jawab Mak Inah.
"Mak, kira kira kenapa ya dia nyuruh aku buat makan dam minum minuman kayak gini?" tanya Dara kepada Mak Inah.
"Enggak tahu nyonya, tapi... anda... anda, tidak sedang hamil kan? karena makanan dan minuman ini bisa membuat calon janin tidak bisa tumbuh." jawab Mak Inah.
"Apa? Jadi manfaat makanan itu untuk hal semacam itu?" Gumam Dara sambil mengerutkan dahi berkali kali karena memikirkan hal tersebut.
__ADS_1