
Menunggu waktu satu hingga dua hari menjadi sangat lama bagi Gaston, apalagi pikirannya terus mengarah bahwa benih nya masih tertinggal di rahim Dara.
"Bagaimana, apakah hari ini kamu sudah menstruasi? " tanya Gaston kepada Dara ketika pulang dari kantor dan lagi lagi Dara menggelengkan kepala. Jawaban itu rupanya benar benar membuat Gaston semakin gelisah.
"Apa kamu sebelumnya pernah telat lebih dari dua hari? " tanya Gaston.
"Pernah satu kali. " jawab Dara dan sedikit membuat Gaston sejenak merasakan lega.
Tetapi rasa lega itu seketika berubah menjadi rasa panik ketika dia dengar jawaban Dara yang kedua.
"Berarti telat itu hal wajar. Kamu tahu kenapa waktu itu kamu bisa telat? " tanya Gaston kemudian.
"Karena ternyata aku sedang hamil Garda."
Glek!
Kedua bola mata Gaston membulat sempurna, tenggorokannya terasa tercekat dan tubuhnya mematung.
"Ha-mil? " tanya Gaston dengan wajah yang tegang, dan lebih tegang lagi ketika Dara memperjelas jawabannya.
"Besok pagi kita lakukan test. " Ucap Gaston sebelum akhirnya menghilang di balik selimut lalu dia mencoba memejamkan mata lebih awal dan berharap semua yang dia dengar adalah mimpi.
Malam telah berlalu dan pagi itu Gaston masih enggan membuka mata. Akan tetapi, panggilan nyaring dari Garda akhirnya membangunkan Gaston dari tidurnya.
"Cup.. cup... sayang! " satu kata yang singkat itu cukup di ucapkan tiga kali oleh Gaston dan pasti mampu meredakan tangis Garda di dalam dekapannya.
__ADS_1
Usai meletakkan Garda kembali ke kasurnya, Gaston menemui Dara untuk menanyakan hasil test yang dia lakukan. Dan betapa terkejutnya dia ketika yang dia lihat adalah dua garis yang salah satu garis itu masih nampak samar. Dan itu berarti benar adanya jika Dara kembali hamil.
"Oh my God! " Gaston menjatuhkan dirinya di sofa dengan tangan yang masih memegang hasil test kehamilan Dara. Demi meyakinkan semuanya, Gaston kembali membawa Dara ke Rumah Sakit untuk melakukan test laboratorium dan hasilnya tetap sama. Dara di nyatakan positif hamil.
Berita itu tentu saja membuat Nyonya Mariam merasa senang.
"Hebat kamu Gaston, selamat ya! "
Pria itu hanya tertunduk lesu mendengar ucapan selamat dari Mamanya. Pernikahan yang dadakan serta mendadak menjadi seorang ayah sudah cukup menyudutkan Gaston, dan kini di tambah lagi kenyataan bahwa dia akan punya anak lagi.
Kedekatan Gaston dengan Garda semakin erat karena Dara kembali mengalami morning sickness, hingga membuat Dara lebih sering menghabiskan waktunya berbaring di atas kasur. Sementara Garda lebih sering berada dalam asuhan Gaston dari sore hingga pagi hari, sementara di siang hari ketika Gaston bekerja, Garda di titipkan kepada Omanya.
Nyonya Mariam sudah mencoba mencarikan pengasuh untuk Garda, tetapi Garda selalu rewel dan Gaston juga tidak merasa cocok dengan para pengasuh putranya itu. Sama halnya ketika dulu dia sangat susah mencari seorang pembantu karena tidak ada yang betah dengan sifat dan kelakuannya.
Seiring berjalannya waktu, usia Garda semakin bertambah, begitu juga dengan usia kehamilan Dara. Dan setelah sempat di USG pda kehamilan di usia empat bulan, Dokter mengatakan jika Dara mengandung bayi kembar.
Gaston tidak bisa lari dari kenyataan karena setelah lima bulan berlalu, ternyata Dara memang benar benar melahirkan bayi kembar lewat operasi cesar. Dan yang lebih mengejutkan lagi bagi Gaston adalah ketiga bayinya itu berjenis kelamin laki laki semua.
"Selamat Gaston, kamu sudah memiliki tiga orang putra. Mama berharap tidak satupun dari putramu ini yang meniru sifat dan kelakuan kamu. "
Degh!
Gaston mendadak tercengang dengan ucapan Mamanya. Dia mulai memikirkan sesuatu lalu menanyakan hal itu kepada istrinya.
"Memangnya seperti apa sifat dan kelakuanku? " lirih Gaston tepat di telinga Dara yang masih berbaring pasca menjalani operasinya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan itu, kedua kelopak mata Dara melebar sembari mengernyitkan dahi. Dia tidak habis pikir atas pertanyaan yang di ucapkan oleh suaminya karena rupanya dia tidak sadar seperti apa sifat dan kelakuannya. Namun tak lama kemudian Dara pun memberi jawaban yang lebih mencengangkan suaminya.
"Salah satu dari putra kita pasti akan ada yang meniru sifat dan kelakuan kamu, dan kamu akan tahu itu seperti apa jika nanti kamu sudah menghadapinya." jawab Dara sembari mengangkat kedua alisnya.
"Apa? " Gaston seperti mempunyai sebuah misteri tentang dirinya sendiri. Dan misteri itu akan dia temukan jika sudah menghadapi seorang putra yang akan mewarisi sifat dan kelakuannya.
*
*
*
*
Hay sobat semuaππ
Makasih ya, udah mengikuti novel ini hingga episode terakhir dan Terima kasih atas semua dukungannya. Kelanjutan dari novel ini akan terbit di awal bulan April dengan judul,
"Dinikahi Majikan Arogan 2"
Jangan lupa follow akun sosmed ku
fb Mamaa Rizal
ig @t_l_handayani
__ADS_1
See youππππ