Dinikahi Majikan Arogan

Dinikahi Majikan Arogan
Dokter Spesialis Bedah


__ADS_3

Berbeda dengan yang di bayangkan oleh Gaston sebelumnya, ketika sampai di rumah dia justru tidak menemukan batang hidung istrinya. Pria itu celingukan kesana kemari mencari keberadaan Dara tapi tak kunjung ketemu. Bahkan ketika dirinya sudah masuk ke dalam kamar, Dara juga tidak ada di sana.


"Kemana tuh anak? Tumben menghilang?" ucap Gaston dalam hati.


Sambil melepas jas dan dasi, mata Gaston masih menelusuri tiap sudut kamar untuk mencari kehadiran Dara.


"Bodo amat lah, jika dia tidak muncul itu adalah rejekiku!" gumam Gaston dengan lirih.


Namun, tidak lama setelah dia bersuara, ternyata muncul dua tangan yang melingkar di pinggangnya dan semakin mengerat.


"Astaga," lirih Gaston sambil memejamkan mata.


Dugaannya memang salah, tapi justru lebih parah karena sejak saat itu Dara semakin bersikap manja kepada suaminya.


"Lepasin, aku nggak bisa nafas!" bantah Gaston.


"Nggak mau!" Dara malah menempelkan wajahnya di punggung Gaston.


"Astaga, kenapa jadi begini?" gumam Gaston sambil mengusap kasar wajahnya.


Dara tidak melepas pelukannya hingga sekitar sepuluh menit kemudian, Gaston menghembuskan nafas kasar sambil menggelengkan kepala. Raut wajahnya terlihat begitu frustasi, tapi karena yang dia hadapi sekarang adalah bumil yang manja, maka dia tidak akan mudah berkelit.


"Udah, lepasin dulu. Aku kebelet nih mau ke kamar mandi, atau kamu mau aku ngompol di sini?" tukas Gaston dengan nada kesalnya.


"Ya udah aku lepas, tapi janji ya, jangan jauh jauh dari aku.." sahut Dara dengan mulai meregangkan pelukannya.

__ADS_1


Ketika merasa tubuhnya sudah terlepas dari sang istri, Gaston segera melangkahkan kaki masuk ke kamar mandi. Di dalam sana dia bernapas lega karena bisa melepaskan diri. Tentu saja dia hanya beralasan bilang kebelet, dan sepertinya dia juga akan bertahan agak lama di dalam kamar mandi.


Tok..tok..tok...


Pintu kamar mandi terdengar di ketuk dari luar, dan sudah Gaston duga itu adalah Dara pelakunya.


"Ckkk, sial*an !! Ngapain juga nungguin di depan pintu?!" umpat Gaston dengan lirih.


"Sayang, kamu ngapain aja di dalam? Lama banget nggak keluar keluar?"


"Astaga, dia berani memanggilku sayang?" Kedua bola mata Gaston membulat lebar ketika mendengar Dara memanggilnya sayang. Pri itu segera memberi jawaban agar istrinya tidak terus terusan memanggilnya.


"Tunggu!" hanya itu satu kata yang di ucapkan Gaston dari dalam kamar mandi.


"Iya, aku tungguin di depan pintu. Tapi kamu ngapain aja di situ? Kok lama banget?" Dara masih saja melontarkan pertanyaan yang membuat kepala Gaston pusing.


"Oke, aku tunggu!" satu jawaban dari Dara semakin membuat Gaston malas untuk keluar.


"OMG, kenapa dia jadi seperti itu? Apa orang hamil pasti seperti itu? Bodoh banget para pria yang nikah dan banyak anak, pasti mereka semua nyesel?" pemikiran konyol Gaston mulai muncul, dan hal itu di sebabkan karena dia terlalu sering bergaul dengan sahabat somplak nya Dory.


Satu menit menunggu dan Gaston tak kunjung membuka pintu, Dara kembali berteriak.


"Sayang? Masih lama ya? Katanya mau cepat keluar?"


Seketika Gaston memejamkan mata sambil menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar. Dia menyiapkan segala tenaga untuk keluar kamar mandi dan bertemu lagi dengan istri yang kini berubah menjadi super manja nan agresif.

__ADS_1


Ceklek,


Perlahan gagang pintu di putar dan pintu mulai bisa di buka. Melihat pergerakan yang begitu lambat, Dara tidak sabar dan segera mendorong pintu itu hingga akhirnya mengenai jidat suaminya.


Braaakh,


"Awwww,"


"Astaga, aku minta maaf. Maafin aku sayang, sini aku obatin." Dara menarik paksa lengan Gaston dan mengajaknya keluar kamar mandi lalu di suruh duduk di sofa.


"Diam, tunggu di sini biar aku obati!" tukas Dara dengan wajah serius.


Gaston tidak menghiraukan ucapan Dara karena jidatnya masih terasa nyeri. Namun di saat seperti itu, Gaston berencana akan memanfaatkan keadaan.


Bibirnya menyeringai tipis dan kepalanya mulai bereksplorasi untuk mengerjai istrinya.


"Awww, aduh... Kepalaku sakit sekali. Aku tidak tahan, seperti nya aku gagar otak.. Jangan jangan aku akan mengalami amnesia dan lupa pada semua orang di sekitarku?"


Dara menghentikan langkahnya ketika sudah mendekat dengan Gaston sambil membawa alat kompres.


"Apa? Kamu gagar otak? Oh tidak ! Ini tidak boleh terjadi, aku harus segera telpon mama agar membawamu ke Dokter Spesialis Bedah biar segera di operasi!"


Glek,


Gaston susah payah menelan saliva mendengar jawaban dari istrinya, tidak bisa di bayangkan kepalanya akan di belah dan otaknya akan di operasi. Padahal dia hanya berpura pura saja agar bisa pura pura amnesia dan tidak mengenal istrinya lagi. Tapi dia malah terjebak dalam permainannya sendiri.

__ADS_1


"Ah tidak tidak. Tidak perlu! Aku sudah membaik, aku sudah sehat dan tidak gagar otak!"


__ADS_2