Dinikahi Majikan Arogan

Dinikahi Majikan Arogan
Meeting


__ADS_3

Pagi itu semua mata tertuju kepada sepasang suami istri yang tengah berjalan memasuki pintu utama.


"Eh, lihat tuh. Wajah pak Gaston tertekan banget waktu di gandeng istrinya." lirih seorang pegawai Gaston.


"Iya, apa karena risih kali ya? Soalnya kan tuh wanita adalah mantan pembantunya." sahut teman mereka.


"Huusst, jangan bicara aneh aneh. Bisa di pecat kita nanti!" salah seorang pegawai yang lain ikut menimpali. Mereka akhirnya kembali bekerja ke tempatnya masing masing dan berhenti membicarakan atasannya.


"Aw.. aw.. aw ..." tukas Dory sambil menutup mulutnya ketika melihat Gaston dan Dara masuk ke ruang kerjanya.


Hingga tiba ke dalam ruangan, Gaston masih tetap memasang wajah lesu. Dia melepas tangan Dara dari lengannya dengan kasar. Setelah terlepas, dia segera berjalan menuju kursi kebesarannya. Sementara Dara masih tetap saja membuntutinya.


"Astaga, kenapa kamu ikut ke sini?" tanya Gaston dengan kesal.


"Emang aku harus duduk di mana?" tanya Dara dengan polos.


"Di sana ada kursi, kamu bisa duduk di sana dan diam di sana sampai pulang. Jangan mendekat padaku saat bekerja, karena aku nggak bisa mikir!" tukas Gaston dengan nada yang dingin.

__ADS_1


Dara mengerucutkan bibir kemudian perlahan berlalu dari hadapan suaminya. Dengan malas malasan dia duduk di kursi yang di tunjuk oleh pria itu. Sementara Gaston mulai sok sibuk dengan laptopnya, padahal jika tidak ada Dara, mungkin dia masih petakilan dengan Dory. Namun, hari itu sepertinya Dory pun juga tidak berani masuk ke ruangan Gaston.


"Cckkkk. Sial*an!" Umpat Gaston ketika dia membuka ponsel. Dia baca satu pesan masuk dari sahabat somplak nya, "Semoga harimu bahagia sob, aku tidak akan masuk ke ruang kerja mu dan selamat menikmati kemesraan."


Di akhir kalimat Dory memasang emoji tertawa dan hal itu membuat Gaston merasa kesal.


"Njiir, aku doain abis ini kamu bakalan nikah sama janda anak lima!"


Dory tertawa lepas membaca balasan dari Gaston dan hingga waktu sudah menunjukkan pukul 09.30 mereka belum juga memulai aktifitas, sementara Dara sudah mulai merasa bosan menjadi patung hidup di kursi ruang kerja suaminya. Gaston yang melihat perubahan mood di wajah Dara, tentu saja ingin memanfaatkannya.


"Kalau kamu lelah, kamu pulang saja. Biar di antar sama supir." tukas Gaston.


Dua minggu sudah Gaston merasa di teror dengan kelakukan nyeleneh istrinya. Hari itu dia mencoba mencari cara agar bisa lepas dari pantauan Dara.


"Aku ada meeting penting dengan klien, kamu tetap di sini. Jangan kemana mana!" titah Gaston kepada Dara.


"Aku ikut!" Dara masih tetap ingin membuntuti suaminya.

__ADS_1


"Baiklah, kamu boleh ikut. Asal,...." ucapan Gaston terputus.


"Asal apa?" wajah Dara berseri seri mendengar suaminya mengizinkan dia untuk tetap ikut walau Gaston sedang meeting.


"Asal kamu bisa bahasa Jepang dan Spanyol. Karena klien ku kali ini berasal dari dua negara itu. Jadi, kamu nggak akan malu maluin aku kalau mereka bertanya kepadamu. Gimana?" Tanya Gaston dengan menaikkan kedua alisnya.


Tentu saja Dara tidak bisa memenuhi syarat yang di minta oleh Gaston, hingga akhirnya dia terpaksa harus berdiam diri lebih lama di kursi yang berada di ruang kerja suaminya. Sementara pria itu berjalan melenggang keluar dengan perasaan leganya.


Braakh.


Satu kepuasan terpancar dari balik pintu ketika Gaston sudah benar benar bisa keluar ruangannya tanpa Dara. Senyum lebar terukir di bibir pria itu, dia segera memasuki satu ruangan yang tidak di ketahui oleh Dara.


Ceklek.


Gaston membuka pintu salah satu ruangan dan masuk ke dalamnya dengan segera.


"Widih, bisa lepas juga dari jerat nyonya besar!"

__ADS_1


satu suara ledekan menyambut kedatangan Gaston di ruangan itu yang ternyata adalah ruang kerja Dory. Karena sebenarnya, Gaston hanya berpura pura ada meeting dengan klien Jepang dan Spanyol agar Dara tidak mengikutinya.


"Iya dong. Siapa dulu? Nggak ada ceritanya aku takut sama istri!" sahut Gaston dengan sombongnya. Padahal, jika Dory tahu bagaimana caranya Gaston pergi dari ruangannya? Pasti pria itu akan habis meledeknya.


__ADS_2