Dinikahi Majikan Arogan

Dinikahi Majikan Arogan
Bohong


__ADS_3

Dara mulai mengambil ponselnya dan mencari kontak mama mertuanya untuk dia hubungi. Namun, belum sempat dia memulai panggilan, tiba tiba ada satu pesan masuk yang membuatnya tersenyum bahagia.


"Aku ada kejutan untuk kamu, jadi tetap tunggu aku di ruanganku dan jangan kemana mana. Lima belas menit lagi aku kembali!"


Tentu saja Dara tersenyum lebar usai membaca pesan tersebut, dia segera berdiri dan melupakan rencananya untuk mengubungi mama mertuanya. Bahkan rasa sakit yang baru saja dia keluhkan mendadak menghilang karena dia memang hanya pura pura saja.


"Mau kemana nyonya?" Tanya Sinta.


"Kembali ke ruangan suamiku. Aku akan menunggunya di sana!" Jawab Dara sambil menenggelamkan tubuhnya di balik pintu.


Brakh, pintu tertutup dengan keras dan wanita itu sudah menghilang di baliknya.


"Sepertinya dia sedikit kurang waras!" gumam Dory yang terdengar di telinga Sinta.


"Hust, jangan bicara macam macam. Bisa di pecat nanti!" tegur Sinta.


"Apa? Di pecat? Siapa yang berani mecat aku? Hahahahaha ..." Dory malah menertawakan teguran Sinta.

__ADS_1


"Terserah kamu!" sahut Sinta sambil berjalan menuju pintu dan segera keluar dari ruangan Dory.


Merasa keadaan sudah aman, Gaston keluar dari persembunyiannya. Dory tak habis habisnya menertawakan sahabatnya ketika keluar dari bawah meja.


"Apa?" tanya Gaston dengan kesal ketika Dory melihatnya, karena pandangan Dory terkesan meledek.


"Santai sob, jangan sewot gitu. Sumpah, tingkah kamu tuh kocak abis. Tuh udah di tungguin di ruangan. Emang kamu bilangin apa bini kamu sampai dia kegirangan dan langsung balik ke tempatnya?" tanya Dory sambil memegangi perut karena kelelahan tertawa.


"Kamu tuh si*alan ya. Ngapain tadi nyuruh nyuruh nelpon mama? Kalau dia beneran datang dan lihat aku bersembunyi di bawah meja, mau di taruh dimana mukaku?" tanya Gaston dengan mata melotot.


"Iya, tapi aku lagi nunggu pesanan." jawab Gaston sambil mengecek ponselnya.


Dory tidak ingin banyak bertanya lagi karena dia tahu suasana hati sahabatnya sedang tidak baik baik saja. Lima menit kemudian terdengar pintu ruangan Dory di ketuk, lalu terbuka. Terlihat seorang security tengah datang sambil membawa dua es krim coklat dan seikat bunga.


"Ini Tuan," ucap security tersebut sambil menyodorkan pesanan Gaston.


"Iya, makasih. Kamu bisa kembali." jawab Gaston sambil menerima pesanannya dan memberikan selembar uang kepada security itu. Mulut Dory tak berhenti menganga melihat apa yang sudah di pesan oleh sahabatnya, dapat dia pastikan bahwa Gaston akan memberikan es krim coklat dan seikat bunga itu kepada Dara.

__ADS_1


"Romantis juga si calon bapak ini!" ledek Dory kepada Gaston yang masih memasang wajah masam.


"Jangan mulai, atau kamu akan benar benar di pecat!" sahut Gaston dengan nada dinginnya.


"Duh, aku di ancam. Tapi jitu juga jurus kamu, pantesan dia kegirangan dan langsung sembuh dari sakitnya. Ternyata kamu bujuk pakai es krim dan bunga?" tukas Dory.


"Sakit? Dia bilang dia tadi sakit ya?" Gaston mendadak teringat bahwa Dara tadi mengeluh sakit sehingga ingin menghubungi mamanya. Tapi, setelah dia memberi tahunya akan di beri kejutan, seketika Dara langsung sembuh.


"Kurang a*jar ! Dia coba coba mengerjai ku !" umpat Gaston karena merasa di bohongi oleh Dara.


"Bohong? Jadi dia tadi bohong?" tanya Dory yang juga tidak sadar bahwa mereka tertipu dengan akting Dara.


"Bisa jadi. Dia hanya ingin memancingku keluar." jawab Gaston.


"Gila, kita bisa ya tertipu sama dia? Tapi ngomong ngomong, cerdas juga istri kamu," Dory memuji kecerdasan Dara.


"Jangan ngeledek. Udah, aku mau ke ruanganku dan membalas kelakuannya!" ucap Gaston sembari melangkah meninggalkan ruangan Dory.

__ADS_1


__ADS_2