Dinikahi Majikan Arogan

Dinikahi Majikan Arogan
Menelpon


__ADS_3

Tidak Gaston kira ternyata keberadaannya di ruangan sahabatnya sudah hampir satu jam.


"Eh, kamu nggak kembali ke ruangan kamu? Istri kamu nungguin tuh..." ledek Dory.


"Kamu ngusir aku?" tanya Gaston.


"Bukan, tapi aku nggak mau terlibat masalah aja!" sahut Dory.


Belum sempat Gaston menjawab pertanyaan Dory, terdengar pintu di ketuk.


Tok... tok... tok...


"Siapa?" tanya Dory.


"Sinta Pak," sahut seorang gadis dari balik pintu dan ternyata itu adalah Sinta, sekretaris Gaston. Mata Gaston seketika mendelik mendengar Sinta mendatangi datang?


"Sinta? Ngapain dia ke sini?Jangan jangan......." Gaston berusaha menerka dalam hati.


Pria itu lekas berdiri dan bersembunyi di bawah meja kebesaran Dory. Hal itu tentu saja membuat Dory sangat terkejut.


"Eh, apa apaan ini? Ngapain kamu di situ?" tanya Dory dengan mata membulat sempurna.


"Udah diem. Jangan katakan kalau aku ada di sini, oke!" satu titah dari sahabat sekaligus atasannya itu membuat Dory mengerutkan dahi. Tapi demi menyelamatkan diri agar terhindar dari masalah, Dory memilih untuk menuruti kemauan Gaston.


"Boleh saya masuk pak?" Terdengar Sinta kembali bersuara dari balik pintu, tapi belum sempat Dory memberi jawaban, sudah keburu pintu ruangan kerja Dory terbuka.

__ADS_1


Ceklek,


"Ini ruangan Tuan Dory?" tanya Dara tanpa basa basi.


"Ii_ii_ya," jawab Dory sedikit gelagapan.


"Apa suamiku ada di sini? Emmm, maksudku Tuan Gaston." tukas Dara selanjutnya.


"Tu_tuan Gaston? Dia tidak _ tidak _ tidak ada di sini. Yah, dia tidak ada disini."


"Ckk, kenapa aku jadi gugup gini menghadapi mantan pembantu Gaston?" gerutu Dory dalam hati.


"Benarkah? Tapi dia juga tidak sedang meeting? Dia kan sahabat kamu, kamu pasti tahu dia kemana?" Dara terus saja bertanya kepada Dory hingga membuat pria itu makin grogi.


"Aku benar benar tidak tahu!" tegas Dory sekali lagi.


"Baiklah, aku akan pergi dan mencari suamiku di tempat lain!" tutur Dara sambil membalikkan badan menuju ke arah pintu.


"Iya, silahkan. Mungkin kamu bisa mencarinya di ruang staff atau mungkin di bagian kebersihan. Siapa tahu dia sedang melakukan briefing di sana atau bagi bagi bonus gaji pada para OB." sahut Dory mencoba memberi pandangan agar Dara segera keluar dari ruangannya.


"Oke." jawab Dara dengan santai.


Dory bernapas lega mendengar jawaban itu, ternyata Dara mudah sekali di kibuli. Dory yang awalnya merasa keder berhadapan dengan nyonya Gaston, kini tersenyum angkuh karena merasa bisa mengatasi masalah tersebut. Gaston yang mendengar percakapan antara istri dan sahabatnya dari bawah meja juga merasa lega karena Dara akan keluar dari ruangan itu. Namun sayang, kelegaan mereka hanya sesaat. Sebab ketika tepat berada di depan pintu, terdengar satu teriakan.


"Awwww, astaga... perutku sakit sekali! Tolong, perutku sakit, aku tidak tahan lagi !" teriak Dara sambil meringis dan memegangi perutnya.

__ADS_1


Sinta dan Dory terkejut mendengar teriakan itu, mereka berinisiatif untuk memberi pertolongan.


"Anda kenapa nyonya? Mari saya bantu ke klinik." tukas Sinta dengan panik.


Melihat keadaan itu, Dory bangkit dari kursi kebesarannya dan berjalan tergesa menghampiri Dara. Dia pun menanyakan hal yang sama seperti yang di tanyakan Sinta.


"Tidak, tidak perlu. Bantu aku duduk sebentar, aku ingin minum." tukas Dara tetap dengan raut wajah yang sama.


Sinta membantu Dara duduk, sementara Dory mengambilkan minum untuk bumil muda itu.


"Ini.." tukas Dory sambil menyodorkan satu gelas air minum.


Bukan hanya Dory dan Sinta yang panik, Gaston pun ternyata juga ikut panik di dalam persembunyiannya. Dia bukan khawatir jika Dara kenapa kenapa, tapi yang dia khawatirkan adalah jika Dara berlama lama di ruangan Dory, nanti dia akan ketahuan. Dasar Gaston memang suami yang kurang waras.


Tapi ternyata, sebenarnya Dara memang hanya berpura pura sakit untuk memancing Gaston keluar dari persembunyiannya. Dan ketika dia rasa trik pertamanya tidak berhasil, Dara menggunakan trik kedua.


"Gimana nyonya, apa kita ke klinik sekarang?" tanya Sinta.


"Tidak, tidak perlu. Saya akan menelpon mama mertuaku saja biar aku ke Rumah Sakit bersama beliau. Lagian kan suamiku sedang tidak jelas pergi kemana? nanti kalau ada apa apa pasti mama mertuaku akan marah jika tidak memberi kabar."


Glek, seketika bola mata Gaston melebar sempurna. Dia susah payah menelan saliva mendengar ucapan istrinya.


"Baiklah kalau begitu nyonya, sepertinya memang anda harus menelpon mama mertua anda untuk sekalian mencari dimana keberadaan Tuan Gaston sekarang!" Bukannya membantu sahabatnya, Dory justru semakin memanaskan keadaan.


"Iya, kamu betul. Saya telpon mama sekarang...." jawab Dara membenarkan saran Dory.

__ADS_1


"Ckkkk, Sia*lan. Breng*sek. Bangs*at. Awas kamu Dory....!" Umpat Gaston berkali kali di dalam persembunyiannya.


__ADS_2