Dinikahi Majikan Arogan

Dinikahi Majikan Arogan
Bingung


__ADS_3

Dengan sedikit gugup Gaston membuka pintu ketika tiba di rumah. Dengan perlahan dia melangkahkan kakinya masuk dan berharap tidak bertemu dengan istri dan mama nya. Langkah demi langkah dia telusuri hingga dia tiba di kamarnya. Tidak dia dapati sosok istri dan mamanya, dan hal itu membuat Gaston bertanya, "Kemana perginya mereka? Atau jangan jangan? "


Gaston menghentikan prasangka nya ketika dia dengar pintu kamarnya telah terbuka.


Ceklek, Gaston menoleh ke arah pintu dan dia dapati Dara masuk dan menutup kembali benda segi empat dari kayu tersebut. Istrinya tampak tenang dan tidak bersikap manja seperti sebelumnya. Dia membantu Gaston melepas jas dan merapikan sepatu serta tasnya. Gaston hanya memperhatikan tanpa bertanya.


Usai membantu sang suami, Dara menawarkan makan kepada Gaston.


"Apa mau makan sekarang? " tanya Dara dengan lembut.


Gaston menggeleng dengan gaya khas angkuhnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah keluar dari sana dia lihat Dara sudah tidak ada di kamar dan rupanya dia sedang di dapur untuk menyiapkan makan malam.


Menu makan malam sudah tersaji di meja makan dan sampai saat itu Dara tidak terlalu banyak bivara. Gaston sempat berpikir mungkin istrinya tengah ngambek makanya tidak banyak bicara.


Malam itu di rumah Gaston kedatangan tamu saat makan malam, dan setelah di buka ternyata adalah nyonya Mariam. Gaston hampir saja tersedak saat melihat kehadiran mamanya,


"Mama? " sapa Gaston dengan gugup.

__ADS_1


"Iya, mama nggak mengganggu kan? " tanya Nyonya Mariam.


"Oh, eng_enggak kok ma.. " jawab Gaston terbata bata.


"Mama udah makan belum? Biar Dara ambilkan ya ma," Dara menawarkan makan kepada mama mertuanya.


" Belum, mama belum makan. " jawab Nyonya Mariam.


Mereka akhirnya makan malam bersama. Gaston menyiapkan diri jika mamanya akan marah marah padanya, tapi sampai mereka usai makan, Nyonya Mariam tidak bicara soal itu. Yang di bicarakan dan di tanyakan saat itu adalah tentang kehamilan Dara. Gaston bernafas lega karena sampai mamanya pulang dia tidak mendapat wejangan atau semprot dari wanita yang gemar marah marah itu.


Gaston tak mau ambil pusing memikirkan hal tersebut dan malam itu dia bisa tidur nyenyak karena tidak ada yang menegurnya. Hingga hari telah berganti pagi, Gaston bangun dan tidak dia dapati istrinya di kamar. Saat itu Gaston kira Dara sedang bersiap siap dan berdandan untuk mengikuti dia kerja seperti biasa. Namun ternyata dugaan Gaston salah, Dara rupanya sedang menyirami bunga di taman belakang rumah.


"Ah bodoh amat, kan enak kalau udah nggak di buntutin lagi, " Gaston menjawab sendiri pertanyaannya.


Pagi itu usai sarapan Dara membawakan tas Gaston hingga ke mobil, dan sampai di sana memang benar Dara sudah tidak lagi mengikuti suaminya kerja. Gaston menyimpan rasa penasarannya karena pria itu tentu saja gengsi jika bertanya duluan.


Setelah tiba di kantor dan menduduki kursi kebesarannya, seperti biasa sahabatnya Dory menghampiri Gaston.

__ADS_1


"Widih, berangkat sendirian aja sob? Nyonya besar kemana? Atau jangan jangan kamu tadi sengaja ninggalin dia di jalanan? ha.. ha... ha... " ledek Dory.


"Ngawur kalau ngomong! Aku nggak sekejam itu kali! " jawab Gaston sambil memasang wajah kesal.


"Astaga, aku salah ngomong ya. Maaf deh, terus kalau udah nggak ada yang ngikutin, kenapa tuh muka masih kusut kayak cucian nggak di setrika?" tanya Dory.


"Iya nih, aku lagi bingung." jawab Gaston singkat.


"Bingung? Bingung kenapa? Please, ku mohon kamu jangan mudah putus asa dan ngambil jalan pintas. Apalagi sampai nekat mau bunuh diri."


Seketika satu buku tebal melayang ke jidat Dory,


Buuugh,


"Sakit tau!" ucap Dory sambil mengelus elus jidatnya.


"Abisnya kalau ngomong tuh nggak di saring dulu pakai isi jidat ! Aku serius nih.. " ungkap Gaston dengan wajah yang lebih tegang.

__ADS_1


"Iya deh, Oke Oke. Kita bicara serius. Ada apa sih sebenarnya? " kali ini nada bicara Dory sudah lebih berbobot dari pada sebelumnya.


"Aku tuh bingung sama sikap Dara, beberapa waktu lalu manja dan nyebelin, tapi kemaren dia diam dan bersikap seperti dulu ketika kita baru pertama menikah." Gaston mengungkapkan isi pikirannya kepada sahabatnya Dory.


__ADS_2