
Hati Dara tengah berbunga bunga duduk di kursi ruang kerja suaminya. Dia tidak sabar menanti kejutan apa yang akan Gaston berikan kepadanya. Berkali kali dia melihat ke arah angka jarum jam dan menghitung lima belas menit mundur sesuai pesan yang di kirim oleh Gaston bahwa dirinya akan datang lima belas menit lagi.
Penantian Dara akhirnya terjawab setelah terdengar pintu terbuka.
Ceklek,
"Hai sayang," sapa Dara dengan agresif.
Gaston hanya membalas dengan senyum simpul yang terlihat hambar.
"Ih, kamu so sweet banget bawain aku bunga," Dara tidak bisa menahan isi kepalanya ketika dia lihat di tangan Gaston sedang membawa seikat bunga.
Berharap akan mendapat balasan kata kata yang manis, Dara justru menerima jawaban yang mengecewakan.
"Pede banget. Siapa bilang bunga ini untuk kamu?"
Seketika kedua kelopak mata Dara terbuka lebar, bahkan di bola matanya sudah mulai berkaca kaca.
__ADS_1
Tenggorokannya terasa tercekat dan susah payah dia menelan saliva. Melihat ekspresi Dara yang berubah seratus delapan puluh derajat itu, Gaston tentu merasa sangat puas.
"Udah jangan cengeng, ini buat kamu." ucap Gaston sambil memberikan es krim coklat kepada istrinya.
Dara yang merasa kecewa kepada Gaston menjadi tidak begitu bersemangat untuk menerima es krim itu, dia bahkan menjawab tawaran Gaston dengan kata kata masam, "Aku bukan anak kecil!"
Gaston semakin merasa puas karena berhasil membuat Dara kesal. Tidak berhenti sampai di situ, Gaston malah semakin menggodanya. Pria itu meraih ponsel dari sakunya lalu menerima sebuah panggilan, "Halo sayang, maaf ya sepertinya aku akan datang terlambat. Aku udah beli sesuatu untuk kamu, semoga aja kamu suka."
Hati Dara semakin panas mendengar kata kata Gaston, tapi suaminya sepertinya tidak peduli akan hal itu dan justru masih menambah kekesalan Dara.
"Aku mau ketemu seseorang, apa kamu juga mau ikut?"
"Tidak perlu, aku akan pulang sekarang juga!"
"Oh, pulang? Apa mau aku antar?" tanya Gaston dengan santai.
"Tidak perlu!" Jawab Dara dengan ketus.
__ADS_1
"Baiklah, biar aku suruh supir untuk mengantarmu." jawab Gaston sambil menghubungi supir pribadinya agar datang ke ruangannya. Dara sudah tidak sabar ingin segera keluar, tapi Gaston melarangnya pulang sendiri. Terpaksa Dara harus menuruti kemauan suaminya. Setelah sepuluh menit menunggu, supir pun akhirnya datang menjemput Dara. Dengan senyum lebar Gaston mengantar istrinya hingga masuk ke dalam mobil. Namun sebelum mobil itu melaju, Dara melontarkan satu kalimat kepada Gaston.
"Aku dan mama menunggumu di rumah nanti sore!"
"Siap nyonya !" Jawab Gaston dengan enteng.
Dara menutup kaca mobil dengan kesal karena Gaston ternyata tidak menghiraukan gertakannya.
Setelah mobil yang di tumpangi istrinya melaju dan menjauh, Gaston kembali masuk ke ruangan sahabatnya.
"Untuk kamu!" Tukas Gaston sambil melempar seikat bunga kepada Dory.
"Apa ini?" Tanya Dory heran karena di beri seikat bunga oleh sahabatnya.
"Mata kamu bermasalah? Apa kamu nggak lihat kalau itu adalah bunga?" Jawab Gaston sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi.
"Siapa juga yang bilang itu kodok? Maksudnya apa maksudnya kamu ngasih aku bunga? Kamu masih normal kan?" Tanya Dory asal.
__ADS_1
"Sia*lan.. Kamu pikir aku jeruk makan jeruk? Ngaco! Udah simpan aja tuh bunga, kali aja butuh buat ngasih ke gebetan kamu. Yang jelas saat ini aku sangat lega karena terlepas dari jerat wanita berbadan dua itu."