Dinikahi Majikan Arogan 3

Dinikahi Majikan Arogan 3
Kita buktikan


__ADS_3

"Gavin...." sela Garda di tengah tengah ucapan putranya.


"Sudahlah Ayah, aku rasa aku tidak perlu mengulang ulang ucapanku. Sudah ku bilang dengan atau tanpa restu kalian, aku akan tetap bersama dengan Lala. Bahkan jika sampai Ayah mencabut jabatan serta fasilitas yang aku gunakan selama ini, aku rela!" tegas Gavin selanjutnya.


"Parah kamu! Otak kamu benar benar sudah keruh!" seru Garda sembari menggelengkan kepala mendengar ucapan putranya. Sementara saat itu, Lala hanya bisa terdiam dengan diliputi rasa takut dan gelisah.


"Terserah apa kata ayah, yang jelas aku tidak akan menarik lagi kata kataku!" tegas Gavin sekali lagi.


Karena merasa kesal, Garda memilih meninggalkan ruangan itu dengan di iringi Santi di belakangnya. Di ruangan itu tinggal tersisa Dara, Lala serta Gavin.


"Gavin, sebenarnya Oma tidak mau terlalu mengatur masa depan kamu, apalagi masalah jodoh. Akan tetapi, jika melihat keadaan yang seperti ini, kamu harus bijak menyikapi karena ini masalah yang serius. Jika menurut kamu pilihan kamu itu sudah cukup terbaik untuk kamu, maka buktikan kesungguhanmu dan buktikan jika pilihan kamu itu tidak salah," pesan Dara kepada cucunya.


"Baik Oma, Gavin pasti akan buktikan. Dan Gavin ucapkan banyak terima kasih kepada Oma atas dukungannya," sahut Gavin. Setelah sempat berbincang bincang singkat dengan cucunya, Dara kemudian pergi meninggalkan ruangan Lala dengan di antar oleh Gavin hingga ke pintu keluar Rumah Sakit. Dan setelah mengantar Omanya hingga menaiki mobil untuk pulang, Gavin kembali masuk ke ruangan Lala.


"Kamu dengar kan apa kata Oma? Sekarang hanya kamu yang bisa membantuku membuktikan semua kesungguhanku, aku harap kamu tidak menghindar dari kenyataan ini. Kita harus hadapi sama sama," ujar Gavin kepada kekasihnya. Lala mengangguk menanggapi ucapan Gavin, dalam hatinya dia begitu salut pada perjuangan kekasihnya tersebut. Dia akan merasa berdosa jika tidak memberi dukungan kepada Gavin.


"Baik Tuan, emmm maksudku sayang. Aku akan membantu kamu untuk membuktikan kesungguhan kamu. Kesungguhan kita," jawab Lala dengan sedikit gugup karena untuk pertama kalinya dia memanggil majikannya dengan sebutan sayang.

__ADS_1


Gavin sangat senang mendengar jawaban Lala, apalagi Lala juga mulai memanggilnya dengan panggilan sayang.


"Terima kasih sayang, aku senang sekali mendengarnya. Aku merasa lebih kuat jika kita bisa bersatu. Kita tunjukkan kepada mereka bahwa kita layak menjadi pasangan yang ideal," sahut Gavin dengan penuh antusias. Dan Lala pun menanggapinya dengan senyum yang penuh dukungan kepada Gavin.


Di lain tempat, Viola sedang asyik berdandan di depan cermin yang ada di kamar tamu di mansion milik Gaston. Dia sengaja menginap di tempat Opa Gavin dengan alasan menunggu hingga Gavin pulang dari Rumah Sakit. Apalagi rumah Viola berada di luar kota, sehingga keluarga Gavin tidak mungkin melarangnya untuk menginap. Viola sudah lama menjalin hubungan dekat dengan Gavin, bahkan bisa di bilang mereka pacaran. Akan tetapi, hubungan keduanya tidak pernah harmonis lantaran Gavin tidak menyukai profesi Viola sebagai penyanyi sekaligus seorang model. Sehingga beberapa waktu lalu, Gavin memutuskan untuk mengakhiri secara sepihak hubungan mereka, walaupun Viola enggan untuk di putuskan. Keluarga keduanya juga sudah saling kenal, sehingga kehadiran Viola sudah tidak asing lagi di antara keluarga Gavin.


"Selamat pagi Viola, mari kita sarapan sama sama," sapa Vina kepada Viola.


"Pagi tante, " jawab Viola dengan senyum manis. Ketika sudah duduk di ruang makan, mata Viola menoleh kesana kemari mencari keberadaan anggota keluarga yang lain.


"Om Garda dan Oma Dara kemana Tante?" tanya Viola kepada Vina, karena memang dia hanya menjumpai Vina serta Gaston saja di meja makan tersebut.


"Oh begitu," sahut Viola. Meski merasa janggal, Viola memilih untuk dia dan tidak banyak bertanya.


Ketika mereka bertiga sedang menikmati sarapan pagi bersama, terlihat Garda datang dengan raut wajah yang penuh kekesalan. Di belakangnya nampak Santi juga sedang mengekor, lalu dia lekas pergi ke arah dapur tanpa bersuara.


"Mana anak itu? Tetap tidak mau pulang?' tanya Gaston menyambut kedatangan putranya. Kemudian Garda menggeleng untuk memberi jawaban.

__ADS_1


"Keterlaluan dia, sepertinya kita harus bertindak tegas. Bawa janda itu pergi sejauh mungkin dari kehidupan Gavin!" tegas Gaston.


Mendengar nama Gavin di sebut oleh Gaston, Viola pun tersentak dan ikut angkat bicara.


"Gavin kenapa Om? Memangnya siapa janda yang Om maksud?" tanya Viola. Sejauh itu dia belum mengerti apapun tentang kabar kedekatan Gavin dengan Lala.


"Dia tergila gila kepada pembantunya sendiri!" jawab Garda dengan penuh emosi. Akan tetapi, jawaban itu justru mendapat lirikan tajam dari istrinya kala dia menyebut kata pembantu.


"Maksud Om ini bukan masalah pembantu atau bukan, tetapi status pembantu itu sudah janda. Bahkan usianya lebih tidak dari pada Gavin. Apa sampai begitu tidak lakunya putraku sampai sampai harus menikahi seorang janda?" tukas Garda selanjutnya untuk memberi penjelasan agar istrinya tidak salah paham dengan ucapannya.


"Apa? Gavin menyukai janda Om? Seorang pembantu lagi? Nggak banget deh! Masak iya aku harus bersaing ama jongos kayak gitu?" cerca Viola pada status Lala


"Asisten rumah tangga Viola, bukan jongos!" tegur Vina pada ucapan Viola. Vina merasa kata kata yang di sampaikan Viola terlalu kasar.


"Iya, maaf Tante. Habisnya saya kesal sama Gavin Tante," sahut Viola sembari menundukkan kepala kemudian menepuk bibirnya dengan pelan. Dia sama sekali tidak ingat pada latar belakang Vina sebelumnya.


"Lebih baik kita harus segera menikahkan Gavin agar hubungan mereka tidak semakin berlarut." Cakap Gaston kemudian. Dan kalimat itu tentu menjadi sebuah peluang besar bagi Viola untuk unjuk gigi.

__ADS_1


" Betul itu Opa, jika di izinkan saya bersedia menjadi pendamping Gavin. Lagian kami juga sudah menjalin hubungan cukup lama, pasti tidak sulit bagi kami untuk hidup bersama," terang Viola dengan begitu percaya diri. Dan ungkapannya itu ternyata mendapat tanggapan positif dari Gaston.


"Opa setuju dengan saran Viola,"


__ADS_2