
"Terima kasih," jawab Gavin. Dia begitu bahagia karena bisa memiliki hati Lala yang seutuhnya. Meski hubungan keduanya masih terhalang oleh restu sang Ayah dan Kakeknya, tetapi doa dari Oma serta Bundanya cukup mereka jadikan bekal untuk mengarungi kehidupan.
"Kita mau kemana?" tanya Lala kemudian. Lalu Gavin sejenak berpikir untuk menjawabnya, karena hingga saat itu dia belum tahu harus melangkah kemana. Setelah beberapa detik memikirkan arah tujuan mereka, akhirnya Gavin memilih satu tempat yang akan dia tuju.
Waktu terus berjalan hingga mengantar Gavin serta Lala ke suatu tempat yang sedikit terpencil. Tempatnya terletak di kaki gunung nan hijau dan sejuk. Lala tidak banyak bertanya, karena sejak saat itu dia yakin jika lelaki yang berada di sampingnya itu mampu menjaganya.
"Sudah sampai, ayo kita turun." ajak Gavin sembari membuka pintu mobil. Keduanya kemudian lekas turun, lalu mulai masuk ke area sebuah rumah sederhana dia kaki gunung tersebut. Sebenarnya dulunya itu adalah vila, tetapi nampak usang karena usianya sudah tua. Namun, meski begitu, Vila itu tetap berpenghuni karena keluarga Gavin memperkerjakan seseorang untuk menjaganya sekaligus menjaga kebunnya.
"Tuan Gavin, mari silahkan masuk," sapa seorang lelaki paruh baya sembari berjalan mendekat menyambut kedatangan Gavin di iringi dengan istrinya.
__ADS_1
"Iya Pak," sahut Gavin dengan senyum ramah, kemudian dia menggandeng tangan Lala untuk masuk ke dalam vila itu.
Setelah keduanya masuk, penjaga rumah tersebut menyajikan beberapa menu makanan untuk Gavin serta Lala. Lala merasa begitu tersanjung dengan sambutan yang dia terima. Dia merasa bahwa dirinya kini berbeda dari yang dulu. Jika dulu dia yang sering menundukkan kepala ketika melihat seseorang yang kastanya lebih tinggi, tetapi kini dia justru di sambut oleh orang lain yang menundukkan kepalanya di hadapan dirinya.
Malam itu mereka mulai menginap di vila tersebut. Meski tinggal serumah, Gavin masih tetap menjaga batasan batasannya. Dia tidur di kamar yang berbeda dengan yang Lala tempati. Keesokkan pagi, Lala dan Gavin melakukan aktifitas yang belum pernah dia lakukan sebelumnya. Yakni, pergi berkebun. Mereka sengaja melakukan hal itu demi menghilangkan rasa jenuh karena tidak ada kegiatan. Dan sayangnya, keduanya justru sangat menikmati aktifitas baru tersebut.
Di lain tempat, Garda masih di buat gelisah karena sejak kemaren dia belum juga menemukan jejak putranya. Hingga pada akhirnya, ada sebuah pesan yang masuk pada ponsel Garda dan membuat dia sedikit bersemangat. "Apa? Gavin dan Lala di sana?" tanya Garda dalam hati. Dia segera memberi tahu anggota keluarga lain yang juga sedang menanti kabar tentang keberadaan Gavin. Namun, semuanya di buat tercengang dengan kegiatan baru yang di lakukan oleh Gavin serta Lala.
Mereka menempuh perjalanan selama beberapa jam untuk tiba di lokasi yang mereka tuju. Dan ketika tiba di sana, tentu Gavin dan Lala sangat terkejut.
__ADS_1
"Mau apa kalian kesini? Apa kalian mau mengusir kami lagi? Gavin tidak mau hidup di kota, dan Gavin memutuskan untuk tinggal di sini bersama dengan Lala, apapun itu resikonya!" seru Gavin dengan begitu yakin. Awalnya dia mengira ungkapan itu akan memancing kembali amarah Ayah serta Kakeknya, tetapi nyatanya Gavin justru mendengar satu pernyataan yang tidak terduga.
"Kami semua menghargai keputusan kamu. Dan kami salut dengan kesungguhan kamu. Maafkan kami jika kami pernah menghalangi langkahmu, sekarang semua terserah kepadamu. Kami akan mendukung apapun yang menjadi keputusan kamu." jawab Garda mewakili semua anggota keluarga. Dan jawaban itu membuat Gavin serta Lala sangat terkejut.
"Apa Gavin tidak salah dengar Ayah?" tanya Gavin dengan begitu heran. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia ucapkan oleh Ayahnya. Namun kenyataannya, semua itu adalah nyata. Seluruh keluarganya sudah menyetujui hubungan mereka, bahkan mengizinkan dia jika ingin segera menikahi Lala.
Karena tidak ingin menyianyiakan kesempatan emas itu, Gavin pun lekas menyusun rencana pernikahan dadakan agar hubungannya dengan Lala semakin kuat. Keduanya akhirnya resmi menikah, dan dalam waktu satu tahun, mereka di karunia seorang putra yang di beri nama Gala, singkatan dari Gavin dan Lala.
~ Tamat ~
__ADS_1
Terima kasih buat para pembaca yang sudah setia mengikuti dari awal sampai akhir cerita❤ Ikuti Novel Othor lainnya yang tak kalah seru ya🥰🥰 see you😘😘😘